'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""'
SARI BERITA : Jumat, 9 Agustus 2000
==================================
*> Singgung Kiai, Muhaimin Sesalkan Fraksi Reformasi
*> Yusril: ''Reshuffle'' Perhatikan Koalisi Partai Besar
*> Partai-partai Berebut Kursi
*> Akhirnya, Gus Dur Tugaskan Mega
*> Faktor Politik Perlemah Ekonomi
*> Cak Nur-Syafi'i Ma'arif-Hasyim Muzadi Kumpul
*> Akbar: Wapres Mampu Mengemban Tugas Pemerintahan
...........................................................................
....................................

Singgung Kiai, Muhaimin Sesalkan Fraksi Reformasi
--------------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB) MPR Muhaimin Iskandar menyatakan
sah-sah saja Fraksi Reformasi (F-R) MPR mengritik Gus Dur dengan keras.
Akan tetapi, ia menyesalkan sikap yang mempersoalkan kiai dalam bernegara.
''Ngapain soal kiai diangkat dalam bernegara,'' katanya menjawab wartawan
di Jakarta, Selasa (8/8) kemarin. Menurutnya, kritik yang dilakukan Fraksi
Reformasi terhadap Presiden KH Abdurrahman Wahid dalam pandangan umumnya
tentu diterima. Akan tetapi, katanya, penerimaan F-KB dengan catatan.
Catatan pertama, kritik itu tidak mengganggu logika konstitusi. ''Misalnya,
meminta presiden mundur, itu boleh-boleh saja. Tetapi kalau presiden tidak
mau mengundurkan diri kan tetap jadi presiden. Itu logika konstitusinya,''
jelasnya.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/8/9/nusa7.htm

Yusril Ihza Mahendra:
''Reshuffle'' harus tetap Perhatikan Koalisi Partai Besar
--------------------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Menyatakan siap mundur dari kabinet dan tidak takut tak ditunjuk lagi di
kabinet reshuffle, Menteri Hukum dan Perundang-undangan Prof. Dr. Yusril
Ihza Mahendra mengharapkan reshuffle kabinet mendatang harus tetap
memperhatikan koalisi partai besar di MPR. Jika tidak, kekuatan Presiden
Gus Dur akan rapuh dalam melanjutkan kepemimpinannya.
Hal itu dikatakannya di gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (8/8) kemarin,
menanggapi keinginan presiden melakukan reshuffle seperti disampaikan pada
hari pertama Sidang Tahunan MPR. Yusril menyayangkan bila ada wacana
semangat antipartai dalam perombakan Kabinet Persatuan Nasional. Pasalnya,
bagaimana pun naiknya Gus Dur menjadi presiden dalam SU MPR tahun lalu tak
lepas dari upaya koalisi partai-partai besar saat itu. Karena itu, wajar
bila presiden tetap memperhatikan masukan-masukan parpol besar dalam
menyusun kabinet mendatang.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/8/9/nusa3.htm

Partai-partai Berebut Kursi
 Ditagih Jatah, Gus Dur Agak Repot
------------------------------------------
koridor.com [10 Aug, 5:16] Janji Presiden untuk merombak kabinetnya dalam
waktu dekat, membuat suasana di Sidang Tahunan MPR agak hambar. Sebagian
besar membicarakan siapa wajah baru, atau siapa yang kena gusur. Fokus
pembicaraan tidak lagi pada materi-materi yang disiapkan Badan Pekerja (BP)
MPR.
Beberapa sumber menyebutkan partai-partai telah meminta jatah untuk kabinet
sebagai imbalan tidak mengambil tindakan keras terhadap Presiden
Abdurrahman Wahid.
Partai Golkar dan PDI Perjuangan disebut-sebut bakal mendapat jatah lima
kursi, sementara PPP dan Fraksi Reformasi dua kursi. Lainnya, seperti TNI,
PKB, PBB dan Partai Daulat Ummat masing-masing kebagian satu kursi di
kabinet baru itu.
Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3

Akhirnya, Gus Dur Tugaskan Mega
Separatisme Akan Ditindak Tegas
------------------------------------------
koridor.com [9 Aug, 20:45] Menjawab pertanyaan dan usul beberapa fraksi
MPR, soal manajemen pemerintahan, "Saya dapat memahaminya dan karena itu,
saya akan menugaskan saudara wakil presiden, untuk melaksanakan tugas-tugas
teknis pemerintahan."
Demikian jawaban Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang dibacajan
Sekretaris Kabinet Marsillam Simanjuntak, di hadapan sidang paripurna IV
MPR, Rabu (9/8) malam.
Dengan tegas, jabawan presiden menunjuk Megawati, melaksanakan tugas
sehari-hari. "Menyusun agenda kerja kabinet dan menetapkan fokus dan
prioritas pemerintahan, yang pelaksanaannya, dipertanggungjawabkan kepada
presiden. Atas pelaksanaan itu, wakil presiden memberikan laporan secara
berkala, atau setiap saat yang dianggap perlu," tandas Marsillam, ketika
membacakan. Penugasan Wapres, tetap dalam kerangka sistem presidensial,
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3

Faktor Politik Perlemah Ekonomi
---------------------------------------
9-8-2000 / 22:35 WIB
Ekonomi Indonesia secara kualitatif menunjukkan gambaran membaik. Indikator
kemajuan itu adalah pertumbuhan ekonomi yang positif setiap triwulan, dan
bangkitnya kembali sektor riil yang sebelumnya lumpuh dihantam krisis.
Demikian Presiden Abdurrahman Wahid dalam Jawaban Presiden atas
Pemandanagan Umum Fraksi pada Sidang Tahunan MPR yang dibacakan Menseskab,
Marsilam Simanjuntak, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (9/8) malam.
Presiden mengatakan, sektor manufaktur bertumbuh sekitar 8,5% (triwulan
IV/99), 6,22% (triwulan I/2000) dan 5,73% (triwulan II/2000). Sektor
bangunan juga menunjukkan hal yang sama dengan pertumbuhan positif 13,07%
pada triwulan II tahun 2000. "Bahkan secara konsisten sektor keuangan
bertumbuh positif sebanyak lima persen," kata Presiden. Pertumbuhan sektor
keuangan itu dihitung sejak akhir 1999 sampai triwulan II 2000. Walaupun
demikian, presiden menyadari bahwa pemulihan sektor perbankan masih jauh
dari sempurna, walaupun rekapitalisasi bank telah selesai dan tingkat
kredit macet menurun.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/fokus/39/2,1,56,id.html

Hari Ini, Cak Nur-Syafi'i Ma'arif-Hasyim Muzadi Kumpul
---------------------------------------------------------------------
Reporter: Suwarjono
detikcom - Jakarta, Amien Rais dan Megawati kemarin bertemu membahas ST
MPR. Seperti tak mau kalah, giliran Nurcholish Madjid, Achmad Syafi'i Ma'
arif dan KH Hasyim Muzadi hari ini, Kamis (10/8/2000), sepakat bertemu.
Mereka akan membahas soal amandemen pasal 29 UUD 45. ST bayangan?
Hal itu diungkap Syafi'i Ma'arif kepada detikcom, usai bertemu Ketua MPR
Amien Rais di gedung Nusantara III DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu
(9/8/2000) malam.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/08/10/2000810-073847.shtml

AKBAR: WAPRES MAMPU MENGEMBAN TUGAS PEMERINTAHAN
---------------------------------------------------------------------------
------
Wednesday, August 09, 2000/10:58:15 PM
Jakarta, 9/8 (ANTARA) - Ketua DPR Akbar Tandjung mengaku pihaknya menyambut
baik keputusan Presiden Abdurrahman Wahid yang mendelegasikan tugas
pemerintahan sehari-hari kepada Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri.
Seusai mendengar jawaban Presiden Abdurrahman Wahid pada Sidang Tahunan MPR
di Jakarta, Rabu malam, ia mengatakan pihaknya berkeyakinan bahwa Wapres
Megawati akan mampu mengemban tugas tersebut.
"Saya tahu betul Wapres (Megawati Soekarnoputri) adalah pemimpin yang
`kapabel` dan saya kira dalam melakukan restrukturisasi kabinet, Presiden
juga akan bekerjasama dengan Wakil presiden," katanya.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000809225815D090848

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke