************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* TIM PENGACARA GEREJA Alamat , lantai 3 Kantor Sinode Gereja Protestan Maluku Jln. D.I Panjaitan atau Konsistori Gereja Maranatha Jln. Pattimura No.1 Telp 352276 Ambon-Indonesia ___________________________________________________________________________ _____ KONDISI MALUKU PADA 2 MINGGU TERAKHIR (TANGGAL 29 S/D 7 AGUSTUS 2000) ------------------------------------------------ KEADAAN DI DESA WAAI Sabtu, 29 Juli 2000, Terjadi upaya penjarahan barang-barng milik warga desa Waai Oleh kelompok perusuh Islam dari desa Tulehu dan desa Liang akan tetapi upaya tersebut dapat digagalkan oleh warga desa Waai yang saat ini tinggal di tenda-tenda dan rumah-rumah yang terbuat dari daun sagu dangan kondisi yang sangat memprihatinkan. Minggu, 30 Juli 2000 Pada pukul 10,00 s/d 03.00 WIT, pada saat warga desa Waai sedang mengkuti kebaktian Minggu, tiba-tiba terjadi penyerangan secara besar-besaran oleh kelompok perusuh dari 2 (dua) desa Islam yaitu desa Tulehu dan desa Liang dengan kekuatan ribuan orang dan TNI kurang dari 40 orang. Perusuh menjarah barang-barang, sesudah itu membakar rumah-rumah warga desa Waai yang masih tersisa. Warga desa Waai khususnya para wanita dan anak-anak mengungsi ke hutan, sedangkan sebagian yang terdiri dari para lelaki berusaha untuk mempertahankan diri, akan tetapi karena kekuatan para perusuh denngan didukung oleh TNI, maka warga desa Waai pada akhirnya mengundurkan diri ke hutan-hutan. Korban harta benda: Sisa rumah warga desa Waai yang kurang lebih 16 buah rumah dibakar habis oleh perusuh Islam. Tanggal 31 Juli 2000, Warga desa Waai sebanyak kurang lebih 5000 orang mengungsi ke hutan untuk melindungi diri namun mereka tetap dikejar oleh kelompok perusuh Islam dan dukungan TNI, disamping itu tetap diupayakan untuk dilakukan evakuasi korban ke beberapa lokasi. Tanggal 1 Agustus 2000 Pukul 06.00 WIT, Terjadi pengejaran oleh kelompok perusuh dengan didukung oleh TNI terhadap warga Waai yang melarikan diri ke hutan/gunung, Aparat keamanan yang menurut Pangdam XV Pattimura selaku pembantu penguasa Darurat Sipil Daerah telah dikirim dan tiba di desa Waai tidak mengusir perusuh akan tetapi bersama-sama kelompok perusuh mengejar dan membantai warga desa Waai yang ditemui di hutan/gunung. Banyak warga Waai yang ]uka dan meninggal akibat pembantaian oleh perusuh dan TNI, Dari mereka yang dibantai pada tanggal 1 Agustus 2000 yang telah..adalah sebanyak 17 orang. Dengan demikian jumlah korban meninggal dari tanggal 30 Juli s/d Agustus yang telah terpantau adalah sebanyak 23 orang Pukul 18.15, sebanyak 14 orang laki-laki membawa 29 bayi asal desa Waai yang orang tuanya tidak diketahui apakah masih dalam hutan atau meninggal.. Tanggal 2 Agustus 2000 Warga Waai yang bersembunyi di gunung/hutan berada ketinggian 1003 meter dari permukaan laut, 128,5 derajat bujur timur dan 03.05 derajat lintang Selatan. Dalam kondisi yang sangat mencekam karena terus dikejar, dingin dan ancaman lainnya sampai jam 20.00 belum memperoleh bantuan pemerintah. Tanggal 4 Agutus 2000 Korban meninggal yang telah diidentifikasi adalah gebanyak 29 orang: OmaTubalawony, Manuputty (5 tahun) Yakob Rumaleiselan Agus Reawaruw Hein Bakarbessy Anto Bakarbessy Mia Tualahoruw Nella Tuasela Nina Manuputty Nella Ririhatuela Esau Talae Frans Bakarbessy Caka Titapasenea Yohanis Parinussa Pungg Kayadoe Simon Tuasela Yohana Pairinussa Buang Bakarbessy Yohanis Tubalawony Petronela Tuasela Engel Parinussa Ruth Riri Hatuela Yosias Titapasenea Daan Thio Ny. Bakarbessy Nany Tubalawony Uling Reawarur/de Lima Oma Reawarur Yohanis Tubalawony Tanggal 6 Agustus 2000 Warga desa Waai yang telah dievakuasi sebanyak,3,776 orang diperinci: 1.420 jiwa tertampung di gudang perusahaan Barito Passo, 2,294 jiwa tertampung pada gudang Puskud Passo, 62 jiwa di Lateri, Diperkirakan sekitar lebih dari 1500 orang masih berada di hutan/gunung tanpa makanan, yang selanjutnya belum diketahui nasib mereka. Desa Alang Asaude Kabupaten Maluku Tengah: Desa yang berada di pulau Seram Kecamatan Seram Barat (Piru) Kabupaten Maluku-Tengah ini telah diserang oleh kelompok perusuh untuk kedua kalinya, untuk itu belajar dari penyerangan pertama dan semakin gencarnya kekuatan kelompok perusuh Islam yang telah dipersenjatai dengan senjata standar TNI-POLRI sehingga telah berhasil membumi-hanguskan desa-desa Kristen yang berada di Maluku. Maka dengan kondisi aparat keamanan yang berada di di desa Alang Asaude yang sedikit yaitu aparat yang mengamankan kerusuhan pada penyerangan pertama, dengan demikian warga Alang Asaude berkali-kali memohon kepada Pangdam XVI Pattimura untuk menempatkan aparat TNI di desa tersebut dalam jumlah yang diperkirakan dapat menghalau perusuh, akan tetapi permintaan baik lisan maupun tertulis yang yang telah dilakukan berulang kali kepada Pangdam XVI Pattirnura tersebut tidak pemah ditanggapi secara serius sehingga pada akhirnya terjadi penyerangan terhadap desa Alang Asaude secara besar-besaran yang dilakukan oleh kelompok perusuhan Islam sebagai beirkut: Tanggal 2 Agustus 2000 Terjadi penyerangan secara besar-besaran yang disertai dengan pemi-hangusan terhadap desa Alang Asaude (Kristen) yang diapit oleh desa-desa Islam di daerah pulau Seram. penyernagan tersebut dilakukan oleh Kelompok perusuh Islam dari berbagai desa di jasirah Hoamoal dengan sistim penyernagan dilakukan dari berbagai arah dengan kekuatan ribuan orang dan menggunakan berbagai peralatan milik TNI-POLRI (senjata oragnik laras panjang dan pendek, granat tangan, bom dan mortir). Dalam penyerangan tersebut kelompok perusuh untuk sementara dapat dihalau oleh aparat keamanan dari satuan 731 Waipo sampai dengan malam hari. Tanggal 3 Aguitus 2000, Pada pagi hari kelompok perusuh dengan kekuatan ribuan orang dan menggunakan senjata standar TNI serta didukung oleh aparat TNI kembali melakukan penyerangan dan berhasil mengempur dan memporak-poranda desa Alang Asaude, sehingga warga desa Alang Asaude harus menyelamatkan diri ke hutan di daerah pengunungan, akan tetapi terus dikejar oleh kelompok perusuh untuk dibantai. Korban jiwa dan harta benda dalam penyernagan didesa Alang Asaude sebagai berikut: 239 rumah penduduk terbakar, 7 buah rusak berat dan 10 buah rumah rusak ringan. 1 (satu] buah gedung Gereja Protestan Maluku terbakar. 1 (satu) buah Gedung SD terbakar. 1 (satu) buah Gedung SMP terbakar. 8 (delapan) buah Ruko terbakar 1 (satu) buah Puskesmas rusak 1 (satu) buah Balai pertemuan rusak berat. Korban jiwa belum teridentifikasi. Sampai berita ini dihimpun belum diketahui jumlah korban jiwa akibat pembantaian yang dilakukan kelompok perusuh dan warga Alang Asaude sebanyak 9 (sembilan) orang terdiri dari anggota TNI yang menjaga. Masyarakat mengungsi di hutan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, karena kekurangan bahan makanan sera pakaian dan obat-obatan. Apabila tidak ada bantuan segera dari berbagai pihak maka diperkirakan akan banyak orang yang meninggal karena kedinginan dan lapar. Tentara yang dikirim ke arah lokasi belum menjamin untuk dilakukan evakuasi, mengingat banyak masyarakat yang sudah takut kepada tentara karena banyak keterlibatan tentara dalam membantu kelompok Jihad Islam menjarah, membunuh, menganiaya dan membumi-hanguskan desa/perkampungan Kristen. Keadaan di Kota Ambon Tanggal 2 Agustus 2000, Sekitar pukul 09.30 WIT terjadi tabrakan antara mobil jurusan Kudamati dan mobil yang ditumpangi oleh kelompok Jihad Mujahidin dari arah Soabali menuju Ponegoro, yang menyebabkan korban diantara ke-2 (dua) belah pihak, setelah penabrakan mobil tersebut maka aparat keamanan TNI yang berada di lokasi melakukan penembakan secara beruntun dan disertai dengan penembakan yang dilakukan penembak jitu (sniper) kelompok perusuh Islam terhadap mobil angkot jurusan Kudamati di daerah sekitar jemabatn Pohon Pule. Diduga penembaknya adalah anggota TNI. Kelompok perusuh Islam juga melempar granat ke arah mobil-mobil tersebut. Penembakan tersebut diatas diduga direkayasa terlebih dahulu oleh kelompok perusuh Islam yang yang bersimbol pasukan Jihad, karena selang beberapa detik dari penabrakan tersebut langsung terjadi penembakan oleh penembak jitu (sniper) dan pelemparan granat serta penembakan mortir ke arah mobil-mobil jurusan Kudamati. Sebagai akibat dari penembakan dan pengeboman tersebut terdapat 3 orang penumpang angkot menjadi korban. Pada saat insiden tersebut berlangsung beberapa anggota TNI yang berada dalam jarak sekitar 20 sampai 25 meter dari tempat kejadian secara bersamaan memakai pakaian Jihad membungkusi pakaian militer/TNI. Pukul 11.00s/d 14.00 WIT terdengar bunyi ledakan bom, mortir dan rentetan senjatan organik yang dilakuakn kelompok perusuh Islam ke daerah-daerah pemukiman Kristen di daerah sekitar gereja Silo dan gereja Betlehem, sehingga menyebabkan 6 orang warga kristen mengalami luka. Selain itu hampir setiap malam masih terdengar tembakan mortir dan roket ke arah perkampungan Kristen, juga secara terus menerus terjadi pembakaran rumah-rumah umat kristen oleh TNI dan kelompok Jihad. Tanggal 3 Agustus 2000 Pada pukul 14.00 s/d 16.00 WIT kembali terjadi penembakan, pelemparan granat, bom dan mortir dari kelompok perusuh Islam terhadap warga Kristen yang berada di daerah Urimeseng dan pusat kota Ambon. Penembakan tersebut diduga dilakukan dari arah Ponegoro Dalam, dimana pada daerah tersebut terdapa pos aparat keamanan dari satuan TNI. Terdapat 3 korban jiwa akibat penembakan kelompok perusuh Islam di atas. Tanggal 7Agustus 2000 Pukul 15.00 terjadi tembakan di laut yang dilakukan dari penembak sniper di daerah Tantui (perkampungan Islam) terhadap 1 buah speed boat Kristen mengakibatkan korban 3 orang Kristen (2 orang meninggal dan 1 luka). Ny. Ir. Mien Manuhua/Alfons (pembantu Dekan II fak.tehnik Unipatti) Semmy Samallo Mience Salamony Keadaan di desa Siri Sori Kristen Hari Minggu 6 Agustus 2000 Pukul 10.15 WIT pada saat umat Kristen di Siri sori Kristen sementara beribadah, terjadi percobaan penyerangan yang dilakukan oleh kelompok perusuh Islam dari desa Siri Sori Islam (jarak kedua desa tersebut sekitar 500 meter). Yang dilakukan oleh perusuh adalah menembak ke arah gedung gereja dan perkampungan Kristen. Terdapat 5 buah granat yang diledakkan oleh perusuh. Namun semua yang dilakukan itu tidak menimbulkan korban. Demikian kondisi kota ambon dan sekitarnya sejak tangal 29 Juli 2000 s/d 7 Agustus 2000 yang dapat kami himpun untuk menjadi bahan kajian selanjutnya Ambon 7 Agustus 2000 Tim Pengacara Gereja Semmy Waileruny, SH Noya Fileopistos, SH Duganata Yunus, SH Richard Rahakbauw, Sh Anthoni Hatane, SH Simon Noya, SH ~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
