************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Hari Ini, Duta Minahasa Raya Gebrak PPP ........................................................................... Jakarta--Delegasi Minahasa Raya yang memperjuangkan Deklarasi Inspirasi terus 'mendobrak' Jakarta. Setelah bertemu Ketua MPR Amien Rais, Fraksi TNI/Polri, utusan daerah, dan sejumlah fraksi lain di MPR serta sejumlah tokoh Kawanua di Jakarta, para duta Minahasa Raya yang dipimpin oleh Pnt Hanny Pua itu direncanakan hari ini akan 'menggebrak' PPP. Tim Hanny akan mengetuk pintu hati dan meyakinkan niat dan tujuan luhur Deklarasi Minahasa kepada partai yang getol mengupayakan masuknya Piagam Djakarta ke dalam UUD 1945 itu. Selain bertemu PPP, para duta Minahasa Raya itu terus berupaya agar bisa bertemu dengan Presiden Abdurrahman Wahid. ''Kita tunggu, mudah-mudahan besok (hari ini, red) kita bisa bertemu presiden,'' kata Ketua Delegasi Minahasa Raya Pnt Ir Hanny Pua. Sola rencana pertemuan dengan PPP, kata Ketua Komisi Pemuda Sinode GMIM itu, sudah ada titik terangnya. ''Kita sudah ada kepastian untuk bertemu dengan FPP (PPP). Sebab, penghubung kita (Ishak Pulukadang) sudah memberikan kepastian bahwa kita akan diterima oleh PPP. Pak Ishak Pulukadang berhasil bertemu dengan 3 anggota FPP MPR asal Sulut (Sukardi Harun, Ali Hardi Kiai Demak dan Zen Badjeber),'' ungkap Direktur Politeknik Negeri Manado ini. ''Kami akan menyampaikan komitmen kebangsaan yang sedang kami perjuangkan kepada PPP. Meski PPP sudah menyampaikan aspirasi memasukan Piagam Djakarta dalam ke dalam konstitusi, namun kami tetap akan melakukan lobi dan pendekatan dengan mereka. Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk meyakinkan mereka. Kami pasti akan datang ke MPR menemui mereka besok (hari ini),'' tandas Hanny ketika dihubungi lewat telpon tadi malam, sambil menambahkan bahwa tadi malam mereka mengikuti ibadah di Gereja Paulus, Jakarta. Selain itu, aku Hanny, agenda Tim 12 itu adalah mengadakan pertemuan dengan Gubernur Lemhanas Letjen TNI Johny Lumintang. Lumintang yang putra daerah itu, kata Hanny, sudah memberikan kepastian untuk pertemuan tersebut. FGMU Dukung KMR Sementara itu, warga Halmahera dan Morotai menyatakan mendukung Deklarasi Kongres Minahasa Raya (KMR) yang dicetuskan di Bukit Inspirasi Tomohon pada 5 Agustus lalu. Malahan pada pertemuan yang dilaksanakan di Aula Parakletos Tomohon, akhir pekan lalu, mereka sepakat mendukung deklarasi tersebut. Mereka menilai, deklarasi tersebut benar-benar mencerminkan kepentingan bangsa dan negara. Tak heran jika mereka secara tegas menolak adanya keingin kelompok-kelompok tertentu yang memaksakan ide atau gagasan Piagam Djakarta di masukan dalam UUD 45. Pertemuan di Aula Parakletos berlangsung menarik dan dinamis. Pertemuan yang diprakarsai oleh Forum Gereja-gereja Maluku Utara ini diikuti para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh-tokoh gereja (GMIH, Gereja Kristen Kalam Kudus, Gereja Katolik), mahasiswa dan 3 orang anggota DPRD Maluku Utara. Juga, sejumlah masyarakat Minahasa, Sekretaris Kongres Minahasa Raya Christy Manarisip dan Brigade Manguni, GMKI Manado serta mahasiswa dari Poso Sulteng. Selain memberikan dukungan terhadap deklarasi KMR, pertemuan tersebut mengagendakan sejumlah pembicaraan menyangkut penyelesaian konflik bernuansa SARA yang terjadi di Maluku Utara. Mereka mendesak agar PBB bisa mengirimkan pasukan ke Maluku dan Maluku Utara untuk menyelesaikan konflik berdarah ini. Selain itu agenda pembicaraan yang ditawarkan oleh Forum Gereja-gereja Maluku Utara (FGMU) ini, secara tegas memberikan ultimatum untuk menghentikan semua urusan dengan pemerintah pusat dalam penanganan konflik di Maluku dan Maluku Utara. Mereka hanya mau berurusan dengan badan-badan internasional. Pertemuan ini juga secara khusus membicarakan tentang hilangnya kapal Cahaya Bahari yang mengangkut ratusan penumpang korban pertikaian Duma dan Tobelo yang masih misterius sampai saat ini. Forum tersebut memandang perlu untuk membentuk tim khusus sekaligus mengutusnya untuk memintakan penjelasan kepada para petugas yang mencari kapal naas tersebut serta kepada instansi terkait. ''Kami juga sangat berharap agar pihak asing atau PBB untuk membantu mencari KM Cahaya Bahari yang hilang secara misterius itu,'' tukas Pdt Carlos Malue. Mereka juga mempertanyakan sikap penolakan pengungsi korban Maluku yang dilakukan oleh pemerintah propinsi Papua. Mereka berharap, para pengungsi ini bisa ditangani secara arif dan bijaksana. Baik dari segi ekonomi, kesehatan maupun kelanjutan pendidikan bagi anak-anak. Pertemuan yang berlangsung sangat alot dan dinamis itu, juga secara khusus membahas tentang pembentukan pemerintahan bayangan Kabupaten Halmahera Utara dengan ibukota Tobelo. Malahan, FGMU sudah menawarkan untuk merumuskan struktur pemerintahan secara lengkap, menyusun program kerja bahkan,memintakan dukungan untuk menyampaikan keinginan tersebut kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan legitimasi. Malahan pada akhir agenda pembicaraan, Pdt Carlos Malue sempat memberikan pertanyaan apakah Halmahera Utara dan sekitarnya mau melepaskan diri dari propinsi Maluku Utara. Dengan maksud bisa berdiri sendiri atau bergabung dengan Sulawesi Utara. Pertanyaan tersebut yang dikaitkan dengan dukungan terhadap Deklarasi KMR langsung mendapat tanggapan. Malahan Yakob Lobiua SH, pensiunan jaksa mengakui, hubungan kultural antara Halmahera Utara dengan rakyat Sulut sudah terjalin sejak ratusan tahun yang lalu. Karena itu sangat wajar jika ada keinginan seperti itu. "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
