'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""''''' SARI BERITA : Kamis, 14 September 2000 ===================================== * Sudah 13 Korban Ledakan Bom di BEJ Tewas * Pendukung Soeharto Dituduh * Perahu Dibakar, 5 Awak Dikeroyok * Sahetapy: Muladi Hanya Besar Omong * Soeharto Kembali Diadili ```````````````````````````````````` Sudah 13 Korban Ledakan Bom di BEJ Tewas ------------------------------------------------------- Jakarta -- Sampai jam 23.00 setidaknya sudah 13 orang korban ledakan bom di BEJ tewas mengenaskan. Berdasarkan laporan yang didapat Berpolitik.Com dari RSCM, diantara korban yang tewas itu bernama Kokom yang dipindahkan dari RSPP, Widodo Chandra, Rodiman, Nawawi dan Munawwir. Kebanyakan korban yang tewas tersebut adalah sopir-sopir yang berada di pelataran parkir BEJ. Selain Widodo yang sudah dibawa pulang oleh keluarganya, jenazah lainnya masih masih disemayamkan di RSCM. Keadaan jenazah tersebut cukup mengerikan. Meski tanpa bekas luka, tapi tubuh mereka tampak hitam mengering seperti kehabisan cairan tubuh. Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/09/14/006215 Bom 50 Kg Ledakkan BEJ, Tujuh Tewas * Pendukung Soeharto Dituduh -------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Ada ''kebiasaan'' baru di negeri ini, tiap kali keluarga Soeharto akan diperiksa atau diadili, selalu muncul ledakan bom atau granat. Orang pun langsung menuduh, keluarga Cendana dan pendukungnya berada di balik ledakan-ledakan bom yang sangat meresahkan rakyat itu. Rabu (13/9) kemarin Jakarta kembali dikejutkan dengan ledakan bom yang diperkirakan seberat 50 kilogram. Kali ini sasarannya gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), persis sehari sebelum proses pengadilan kedua kalinya bagi Soeharto, Kamis (14/9) ini. Jumlah korban sampai berita ini ditulis dilaporkan tujuh orang tewas dan sedikitnya 30 luka-luka. Namun, tentu saja, tuduhan keterlibatan keluarga Cendana dalam rentetan bom di Tanah Air dibantah pengacara Soeharto, Juan Felix Tampubolon. ''Saya tak ingin berpolemik soal ini. Seharusnya pihak keamanan dapat mengungkapkan semua kasus peledakan yang selama ini terjadi. Bukan malah mengarahkan tudingan ke keluarga Soeharto,'' ujarnya. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/9/14/nusa4.htm Perahu Dibakar, 5 Awak Dikeroyok ------------------------------------------ JEPARA- Kasus tawuran nelayan di Jepara kemarin sore memanas. Sebuah perahu milik nelayan asal Kota Rembang dibakar massa di halaman PPI Ujungbatu, Kota Jepara. Lima awaknya, sebelum mendapatkan perlindungan di Markas Unit Polisi Air dan Udara (Airud), dikejar dan dikeroyok ratusan orang. Massa melampiaskan amarah pada perahu milik Suyanto (40), nelayan warga RT 1 RW 2 Desa Tritunggal, Kecamatan (Kota) Rembang, Kabupaten Rembang. Perahu kayu jenis sopek, panjang 6,5 m lebar 2,5 meter, yang sedang sandar di dermaga Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Ujungbatu itu ditarik ke darat. Setelah diseret hampir seratus meter, perahu beserta mesin disel 12 PK, jaring dogol, disiram bensin dan dibakar. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0009/14/nas9.htm Sahetapy: Muladi Hanya Besar Omong ---------------------------------------------- JAKARTA - Ketua Komisi Hukum Nasional (KHN) Prof JE Sahetapy menilai Muladi dan Benjamin Mangkoedilaga tidak layak menduduki jabatan Ketua MA. Ia menilai Muladi selama ini hanya besar omong. Sedangkan Benjamin, banyak cerita tidak sedap berkaitan dengan mantan hakim yang mencuat setelah memenangkan gugatan Tempo itu. Penilaian tersebut dia kemukakan secara blakblakan ketika bertemu Presiden Abdurrahman Wahid di Istana Merdeka. Usai melapor kepada Gus Dur, Sahetapy dicecar wartawan karena pendapatnya yang berkesan subjektif cenderung melebih-lebihkan dua nama yang dia unggulkan, yakni Paulus Lotulong dan Toton Suprapto. Kepada Gus Dur, Sahetapy berterus terang dia kurang sepakat dengan calon yang diorbitkan pers. "Yang satu, pejabat itu dulu kan ngomongnya besar. Bahwa kalau setelah dia jadi menteri, katanya dia akan bikin bersih seluruhnya. Tapi kan hanya omong kosong," kata Guru Besar FH Unair itu. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0009/14/nas6.htm Soeharto Kembali Diadili ------------------------------ detikcom - Jakarta, Mantan Presiden Soeharto akan kembali disidangkan dalam kasus korupsi 7 yayasan Kamis (14/9/2000) di Departemen Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Rencananya sidang kali ini hanya akan diisi dengan mendengarkan penjelasan tim dokter Soeharto dan tim dokter yang ditunjuk Kejagung tentang kesehatan Soeharto. Jaksa Agung Marzuki Darusman sebelumnya menyatakan Soeharto tidak wajib hadir dalam sidang kali ini. Marzuki juga menolak minta bantuan dokter asing untuk memastikan kesehatan Soeharto. Dalam sidang sebelumnya Kamis (31/8/2000), Soeharto tidak hadir dengan alasan sakit. Presiden Gus Dur yang waktu itu tengah di New York menyesalkan ketidakhadiran Soeharto tersebut. Dikatakan Gus Dur, Soeharto sebenarnya tidak sakit. Soeharto justru sedang memetik terong di kebun salah seorang anaknya, Bambang Trihatmodjo. Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/09/14/2000914-054701.shtml "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
