*************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
*************************
*> Penguasa Darurat Sipil Digembosi Orang Dalam
*> Saya Tak Ngerti Ke Jakarta itu
Pangdam Ungkap Keberangkatan Islam-Kristen ke Jakarta
*> Pangdam Sangkal TNI Dikomando Jihad
*>Tabligh Akbar Jaffar Umar Mulai Disidik
@ Penguasa Darurat Sipil Digembosi Orang Dalam
------------------------------------------------------------
Pengendalian situasi kamtibmas di Maluku, khususnya kota Ambon, yang
relatif membaik, ternyata tidak diikuti kemauan baik oleh unsur-unsur dalam
darurat sipil. Karena beberapa kejadian yang sifatnya sangat kasuistis
akhir-akhir ini, haruslah dilihat sebagai kegagalan kolektifitas dari
seluruh perangkat darurat sipil.
Janganlah dipandang kegagalan Gubernur selaku penguasa darurat sipil daerah
maluku semata-mata. Sebab, besar kemungkinan penguasa darurat sipil sedang
digembosi oleh orang dalam, ujar Koordinator wilayah pengurus pusat gerakan
mahasiswa kristen Indonesia (PP-GMKI), Phil Latumaerissa, SPd.
Dalam pengamatannya ada sebagian masyarakat, memiliki kecenderungan
memandang bahwa kasus-kasus yang terjadi belakangan ini sebagai kegagalan
Gubernur semata-mata. Padahal haruslah dipahami bahwa berbagai kebijakan
yang dikeluarkan oleh Gubernur secara riil banyak mengalami distorsi di
lapangan. Dijelaskannya, indikator kegagalan kolektifitas darurat sipil
yakni belum dipulangkannya laskar jihad atau orang-orang luar Maluku yang
datang untuk mengacaukan situasi, penangkapan Jaffar Umar Thalib berkaitan
dengan tabligh akbar yang penuh dengan pernyataan provokasi, penegakkan
hukum, kasus KM Rinjani yang menolak merapat di Lanal Halong dan terakhir
penyekapan desa Waai.
Kasus KM Rinjani, menurut Latumaerissa dapat membuka ruang yang sama bagi
kapal-kapal yang lain.
@ SAYA TAK NGERTI KE JAKARTA ITU
Pangdam Ungkap Keberangkatan Islam-Kristen ke Jakarta
----------------------------------------------------------------------
Aneh bin ajaib kendati ikut berangkat Pangdam Brigjen TNI I Made Yasa
mengaku tidak mengerti maksud kepergiannya bersama Gubernur dan delegasi
Islam-Kristen ke Jakarta.
Dia mengungkapkan sendiri hal itu secara blak-blakan dalam coffe morning
bersama insan pers daerah ini di Makodam Pattimur, Rabu kemarin., Saya tak
ngerti apa tujuan keberangkatan ke Jakarta. Ya meski saya ikut ke Jakarta
kemarin, saya tetap tak ngerti sebenarnya untuk apa. Waktu itu saya
ditelpon Gubernur katanya kita diajak untuk berbicara pada hari Minggu Jam
10.00 WIB menghadap RI Satu. Karena tokoh-tokoh dari merah dan putih sudah
berangkat menggunakan pesawat, saat itu dia balik bertanya "acaranya
bagaimana"? Lalu dijawab Gubernur, Nggak mengerti Pak Made " ditanya lagi
Pangdam, lantas yang mengerti siapa ? Jawab Gubernur.
Ada Pak Frengky disana, pak Suaedy di sana " Kata Pangdam mengutip
pembicaraannya dengan Gubernur.
Sesampainya disana katanya dirinya menemui mencari tempat tinggal.
Mengingat ia tidak memiliki rumah di Jakarta. Baru setelah cape cari sana
sini, akhirnya menginap di salah satu hotel "saya berangkat ke sana atas
ajakan Gubernur. Tapi disana saya kesulitan cari tempat tinggal. Saya
bilang Kasdam coba minta penjelasan kepada Pak Gubernur apa dasar kita
berangkat ke Jakarta.
Menurut Pangdam tidak mudah mendamaikan kubu Islam dan kubu Kristen.
Mempertemukan keduanya diperlukan upaya yang sistematis, dan harus dimulai
pada tingkat grass root. Biarkan semua tumbuh secara alamiah, tanpa
rekayasa apapun "Kalau dipaksakan, maka akan bubar lagi malah bisa tambah
ribut terus, katanya.
@ PANGDAM SANGKAL TNI DIKOMANDO JIHAD
--------------------------------------------------------------
Pangdam XVI Pattimura mengingatkan kalangan pers lokal dan nasional agar
tidak sekear mencari sensasi. Apalagi untuk konflik basudara di Maluku,
diperlukan pewartaan yang sejuk dengan tidak meninggalkan sikap kritis.
Sementara itu Pangdam juga membantah secara tegas mengenai berita yang
menyebutkan sebanyak 350 personil TNI desersi. Pasalnya, berdasarkan data
yang diperoleh dari bawahannya diketahui hanya 39 personil TNI yang
desersi.
Ada 39 Orang saja yang desersi. Inipun semua sudah kita tahu karena
desersinya bukan dia lari bawah senjata dari kesatuan tapi bermula dari
timnya kembali ke daerah asal yang semestinya hanyak 14 hari dibuatnya
sampai 1-2 bulan.
Dalam kesempatan itu Pangdam pun membantah bahwa selama konflik berlangsung
tidak seorang aparat TNI yang bertugas di Maluku menggunakan mortir murni.
Di gudang ada pula tabung pelontar jenis granat, tapi tidak pernah
digunakan karena kalau mau dipakai harus melaporkan dulu kepada saya,
katanya.
Mengomentari peristiwa penghadangan warga Muslim di Waai terhadap LSM
Belanda dan Rombongan Survei Dinas PU termasuk nasib sopir mobil Dinas PU,
Bernadus Talaperu yang hingga kini belum diketahui keberadaannya, Pangdam
justru mengajak masyarakat maupun pers agar terlebih dahulu mencek
kebenarannya. Pasalnya, setelah pihaknya melakukan pengecekan maupun
patroli di lokasi penghadangan sampai dengan lokasi-lokasi lain di sekitar
kawasan tersebut, ternyata tidak menemukan tanda-tanda tersebut.
Berkaitan dengan hal tersebut Pangdam mengharapkan kepada siapapun yang
berkeinginan ke daerah tertentu hendaknya dikoordinasikan dengan lokasi
setempat.
Sebaliknya dia mengakui sampai dengan keberangkatan tim tersebut, dirinya
tidak mengetahui, baru diketahui setelah terdengar ada aksi penghadangan di
desa Waai itu.
Sementara itu ia juga mengatakan bahwa tidak mengerti ada alasan yang
menyebutkan komando di Maluku berada di tangan laskar jihad.
Indikasinya, dirinya pernah menerima surat katanya ia di bawah pengaruh
dari mantan Kasdam VII Trikora Brigjen TNI Rustam Kastor.
Saya katakan tidak benar TNI dikomando oleh orang lain tidak benar TNI di
Maluku dikomando oleh jihad kecuali Pangdam.
@ Tabligh Akbar Jaffar Umar Mulai Disidik
------------------------------------------------------
Proses hukum terhadap Jaffar Umar Thalib sehubungan dengan tabligh akbar
yang dinilai mengandung unsur profokasi,Minggu(3/9) lalu, akhirnya
terlaksana Rabu kemarin. Ketua satuan tugas penegakan hukum (Satgasgakum),
senior superintendent Thibroni menegaskan pihaknya tinggal mengumpulkan
bukti dan saksi untuk memenggil Jafar Umar Thalib.
" Sesuai KUHAP, kta tidak bisa langsung memanggil yang bersangkutan untuk
mempertanggungjawabkan hal yang dianggap melanggar hukum. Namun proses
pengumpulan dan pencaharan bukti-bukti serta saksi. Saksinyapun harus lebih
dari satu orang imbau Thibroni yang sehari-hari menjabat Kadid Serse Polda
Maluku, itu kepada Siwalima di ruang kerjanya. Upaya yg dilakukan adalah
memanggil saksi pertama yakni pemilik radio Gema Suara Muslim yang
menyiarkan secara langsung acara Tabligh Akbar di Al-Fatah dan wawancara
langsung dengan Jafar Umar Thalib lewat gelombang 99,7 FM. Dan rencananya
pemeriksaan akan dilakukan Kamis (14/9) hari ini dan menurutnya Radio GSM
tidak memiliki izin penyiaran sehingga bisa dikenakan pasal 55 dan56
apabila terbukti turut membantu Jafar Umar menyebarluaskan Tabligh
Akbarnya.
Dia mengakui para saksi bisa saja tidak datang namun, sesuai dengan
ketentuan KUHAP, para saksi akan dipanggil terus sampai tiga kali. Baru
kalau mereka tidak mengindahkan panggilan untuk diperiksa, pihaknya akan
melakukan penjemputan secara paksa.
Menurut Thibroni pihaknya telah berhasil menggumpulkan bukti-bukti
diantaranya kaset rekaman Jafar ketika melakukan Tabligh Akbar dan kaset
itu dipinjam langsung dari Gubernur.- (Siwalima Report)
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l