''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita : Selasa, 20 Juni 2000 ================================ *Suwondo bukan tersangka utama Buloggate *Rencana Reshuffle Kabinet Taktik Gus Dur Pertahankan Diri *Satgas Papua Mulai Resahkan Masyarakat *POLSEK MAMPANG DISERBU ORANG TAK DIKENAL ++++++++++++++++++ Suwondo bukan tersangka utama Buloggate ---------------------------------------------- satunet.com - Kaditserse Polda Metro Jaya Kol Pol Harry Montolalu menyatakan "tukang pijit" Gus Dur, Suwondo bukan tersangka utama dalam kasus penggelapan dana Yanatera Rp35 miliar, tetapi Wakabulog Sapuan. "Memang status Suwondo saat ini tetap sebagai tersangka. Tetapi dia bukan tersangka utama. Sapuan lah yang paling berperan dalam penggelapan uang itu," kata Harry Montolalu di ruang kerjanya seusai serah terima jabatan di Mapolda Metro Jaya. Pada kesempatan itu Harry menegaskan yang melakukan penggelapan dana Yanatera itu murni Sapuan, sedangkan Suwondo hanya orang yang memberi 'iming-iming' dengan mencatut nama presiden Gus Dur. "Coba anda pikirkan ini yang salah siapa? Orang yang mau saja dibohongi atau orang yang membohongi. Sebenarnya penggelapan dana tersebut tidak akan terjadi kalau saja Pak Sapuan tidak mudah diiming-imingi. Bisa saja kan Pak Sapuan menolak. Jadi saya nilai tersangka utama dalam kasus ini adalah Pak Sapuan," tegas Harry Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/06/20/18474.html Rencana Reshuffle Kabinet Taktik Gus Dur Pertahankan Diri ------------------------------------- detikcom - Jakarta, Sudah jadi kebiasaan. Setiap kali Presiden Gus Dur bertandang ke luar negeri, selalu saja ia membuat pernyataan-pernyatan yang meresahkan pejabat. Begitu tiba kembali di tanah air, ia segera membuat besar. Kali ini soal reshuffle kabinet. Reshuffle kabinet total! Inilah langkah Gus Dur untuk menyelamatkan kekuasannya. Ketika mendengar rencana Presiden Abdurrahman Wahid untuk melakukan reshuffle secara besar-besaran, banyak menteri yang merasa siap untuk diganti. "Ya, saya siap diganti," kata seorang menteri. "Tidak jadi menteri, ya nggak apa-apa toh," kata yang lain. Tetapi percayakah Anda dengan omongan mereka? Tanpaknya harus dikatakan tidak. Paling tidak, keresahan di lingkungan orang-orang di sekeliling menteri menunjukkan hal itu. Ya, harap maklum jabatan menteri -apalagi yang berasal dari partai-memungkinkan mereka 'menabung' untuk memperbesar pundi-pundi partai atau kelompok, atau bahkan kantung pribadi. Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/06/20/2000620-074234.shtml Satgas Papua Mulai Resahkan Masyarakat -------------------------------------------- Sepak terjang beberapa anggota Satuan Tugas (Satgas) Papua dinilai mulai mengkhawatirkan masyarakat sekitar. Untuk itu Polda Irian Jaya akan menindak tegas bila ternyata mereka menganggu ketentraman masyarakat. Namun demikian, kekuatan Satgas Papua masih belum mengkhawatirkan dan belum menjadi tandingan Polri dalam menjalankan tugas. Demikian diungkapkan Kapolda Irian Jaya, Brigjen Pol S.Y Wenas, kepada Antara, di Jayapura, Selasa (20/6). "Hanya Polri yang bertugas menjaga masyarakat dari gangguan kamtibmas, sehingga kalau satgas papua mau membantu ada batasannya," tegasnya. Ditegaskan, pola kasih sayang yang saat ini diterapkan seluruh anggota Polri yang bertugas dijajaran Polda Irja ada batasnya. Karena itu bila ternyata pola yang diterapkan itu disalah artikan maka pihaknya tidak ragu menindak tegas. Ketika ditanya tentang pembentukan batalyon Brimob, Wenas mengakui saat ini Polda Irja sudah memiliki dua batalyon brimob yang seluruhnya berkedudukan di Jayapura. Hal ini disebabkan pihaknya memiliki keterbatasan sarana dan prasarana untuk menempatkan anggota batalyon tersebut keluar Jayapura. "Dengan adanya dua batalyon Brimob diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dialami masyarakat dan tidak perlu mendatangkan pasukan dari luar daerah," jelas Kapolda Irja. Direncanakan jajaran Polda Irja bakal memiliki tiga batalyon brimob. Ketiga batalyon brimob itu selain berkedudukan di Jayapura juga akan ditempatkan di Timika dan Sorong, demikian Kapolda Brigjen Pol S.Y Wenas (sumber: Astaga.com) POLSEK MAMPANG DISERBU ORANG TAK DIKENAL ----------------------------------------------------- Jakarta, 20/6 (ANTARA) - Kantor Polsek Mampang, Jakarta Selatan, secara mendadak diserbu sekitar 60 orang tak dikenal, Senin sekitar pukul 20.30 WIB. Menurut saksi Sono, belasan mobil jenis Kijang bernomor polisi hitam tiba-tiba datang dan penumpangnya, yang berbadan tegap dan berambut cepak, langsung menyerbu kantor Polsek di jalan utama, yang biasanya ramai, itu dengan meneriakkan kata "serbu" sambil mengacungkan senjata tajam. Penyerbuan itu berlangsung hanya sekitar lima menit, namun seorang polisi dan seorang Kamra terluka tusuk cukup parah, sementara kaca di Polsek itu pecah berantakan serta kaca sebuah mobil patroli dan mobil sitaan pecah. Setelah menyerang, mereka langsung pergi, sementara saksi tidak bisa mengenali plat nomor mobil mereka. Kapolres Jaksel Kol Pol Edward Aritonang meneguhkan, penyerbu terkesan terlatih, mengingat jangka waktu yang singkat dan modus operandinya begitu rapi, sehingga polisi setempat tidak bisa mengantisipasinya secara maksimal. "Jangka waktu penyerangan sangat singkat, hanya lima menit, dari pukul 20.30 hingga 20.35 WIB, sekitar 60 penyerang, badannya juga tegap dan berambut cepak, sekalipun siapa saja bisa berpotongan seperti itu," kata Aritonang di tempat kejadian. Ia mengungkapkan, puluhan penyerang itu memarkir mobilnya di perempatan jalan Warung Buncit Raya-Pierre Tendean, tempat kantor Polsek yang bersebelahan dengan Koramil 02 Mampang Prapatan itu. Dikatakannya pula, pelaku dan motif penyerangan itu belum diketahui pasti, sekalipun sudah ada dugaan. Namun, ia tidak bersedia mengungkapkannya. Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000620004818D200010 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
