'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""''''''
SARI BERITA : Selasa, 26 September 2000
======================================
*> Aceh yang Tak Kunjung Damai
*> Oknum TNI/Polri Terlibat Pengeboman
*> Kontras Sesalkan Pernyataan Kapolri
*> GP Ansor Ingatkan Amien Tak Gegabah
*> Korban Tewas Bentrok Warga NW Jadi Empat Orang
*> Eurico Ancam Duduki Polda NTT
*> Ekonomi dunia dikuasai kalangan spekulan
``````````````````````````````````````

Aceh yang Tak Kunjung Damai
-------------------------------------
detikcom - Jakarta, Jeda kemanusiaan, sebut saja kompromi atau gencatan
senjata Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintah RI diperpanjang hingga
Januari 2001. Ironisnya, catatan hitam diatas putih itu hanya sekedar
hiasan perdamaian di Aceh. Siapa salah?
Sulit menentukan siapa keladi dibalik berbagai aksi tangan besi di negeri
Serambi Mekkah. Pastinya, semua janji damai tinggal bunyi. Hari pertama
perpanjangan jeda kemanusiaan saja, Minggu (24/9/2000), 4 anggota GAM tewas
tertembak di Julok Aceh Timur.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/09/26/2000926-032839.shtml

Oknum TNI/Polri Terlibat Pengeboman
-----------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Tampaknya sinyalemen Jaksa Agung Marzuki Darusman bahwa ada oknum TNI
terlibat dalam serangkaian pengeboman dan teror politik belakangan ini,
mulai menunjukkan kebenarannya. Kapolri Komisaris Jenderal Pol. S.
Bimantoro secara tegas mengatakan, oknum TNI/Polri memang terlibat dalam
peledakan sejumlah bom di Jakarta yang berhasil ditangkap Polda Metro Jaya,
Sabtu (23/9) lalu.
Penegasan Kapolri itu disampaikan di Jakarta, Senin (25/9) kemarin, usai
menghadap Wapres Megawati Soekarnoputri. Menurut Kapolri, walaupun dalam
peledakan bom tersebut terlibat oknum TNI/Polri, dari segi institusi kedua
lembaga itu tidak terlibat. Hanya oknum pribadi dan individu. Namun, ia
mengelak untuk menyebutkan dari kesatuan mana oknum militer tersebut
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/9/26/p1.htm

Kontras Sesalkan Pernyataan Kapolri
--------------------------------------------
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Koordinator Badan Pekerja Komisi Untuk Orang
Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Aceh, Aguswandi BR, menyesalkan
pernyataan Kapolri tentang peledakan bom di Jakarta yang diduga dilakukan
pihak sipil bersejata yang berasal dari Aceh. Pernyataan seperti itu
dinilainya dapat membawa implikasi dan bias politik yang besar bagi
penyelesaian kasus Aceh. "Hal ini juga berdampak buruk pada usaha
penyelesaian kasus Aceh secara damai," katanya kepada TEMPO Intektif, Senin
(25/9) malam.
Menurut Aguswandi, seharusnya Kapolri hati-hati dan tidak terburu-buru
mengeluarkan pernyataan. Apalagi tanpa bukti-bukti kuat. Seharusnya,
Kapolri melakukan penyelidikan secara profesional terlebih dulu. "Jangan
sembarang menuduh kalau tidak ada bukti," ujarnya, tajam. Juga dinilai,
pernyataan itu akan sangat menpersulit gerakan lainnya yang ada di Aceh.
Bahkan, rakyat Aceh yang tengah berjuang menuntut keadilan akan semakin
tersudutkan. "Saya kira sebaiknya Kapolri memikirkan hal-hal yang lebih
panjang dengan tidak menambah beban baru yang lebih berat bagi rakyat
Aceh," tambahnya. (J. Kamal Farza)

GP Ansor Ingatkan Amien Tak Gegabah
-----------------------------------------------
JAKARTA - Peredaran berita sidang istimewa MPR atas pencopotan dan
pergantian Kapolri membuat gerah organisasi pemuda GP Ansor. Karena itu
mereka mengingatkan agar Ketua MPR Amien Rais tak gegabah berbicara seperti
itu.
Dewan Pimpinan Pusat GP Ansor mengingatkan, segala usulan pelaksanaan
sidang istimewa MPR berkait antara lain dengan pencopotan Kapolri
Rusdihardjo agar tak dilanjutkan.
''Usulan itu sangat tidak bijaksana dan mengundang risiko politik sangat
besar," kata Ketua PP Achmad Ni'am Salim di kantor DPP, Jakarta, Senin
kemarin.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0009/26/nas12.htm

Korban Tewas Bentrok Warga NW Jadi Empat Orang
* Kapolda Imbau Kedua Kubu Menahan Diri
-----------------------------------------------------
Mataram (Bali Post)-
Jumlah korban tewas akibat bentrok antarwarga Nahdlatul Wathan (NW) yang
terjadi di Lombok Timur (Lotim), Minggu (24/9) bertambah menjadi empat
orang. Selain korban tewas, tiga diantaranya mengalami luka parah dan 26
warga lainnya menderita luka ringan.
Waka Polda NTB, Senior Superintendent Drs.Fachruddin Bakar yang didampingi
Kadispen Senior Inspektur Polisi Dra.Tri Budi Pangastuti, Senin (25/9)
kemarin membenarkan adanya korban jiwa dan luka-luka tersebut. Keempat
korban tewas tersebut masing-masing, Supirman Bin Amaq Irvan (18) warga
Dasan Bangle, Desa Montong Gading, Lombok Timur, Kemudian Suhirman Bin
H.Sarafudin (18) warga Pringgajurang, Desa Montong Gading, Lotim. Korban
lainnya yakni Samsudin (33) warga Dasan Gotong Royong, Desa Suralaga,
Kecamatan Pembantu Suralaga, Lotim dan H.Muhidin (40) warga Dasan Orong
Baluh, Desa Wanasaba, Aikmel, Lotim.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/9/26/nt1.htm

Eurico Ancam Duduki Polda NTT
---------------------------------------
koridor.com [26 Sep, 2:57] Mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi
(PPI), Eurico Gutteres, di Kupang, Senin, mengeluarkan kecaman terhadap
Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Pol John Lalo dan mengancam akan
mengerahkan anggotanya untuk menduduki Mapolda NTT.
"Saya berikan waktu satu minggu terhitung sejak kemarin (Minggu 24/9) untuk
mengklarifikan alasan mengapa saya dibawa ke ruang Serse (Polres Belu) agar
tidak bertemu dengan Wapres Megawati Soekarnoputri," kata Eurico dengan
nada emosi.
Eurico dimintai keterangan ketika berada di kantor Gubernur NTT bersama
sejumlah tokoh pemuda Timor Timur (Timtim) pro- integrasi untuk suatu
urusan.
Selengkapnya:
http://koridor.com/artikel.php3?token=9f0e7d6b94f65dda266265a253e7bae01&in_
no=101944

Ekonomi dunia dikuasai kalangan spekulan
--------------------------------------------------
satunet.com - Perekonomian dan keuangan dunia sekarang ini tidak lagi
dikuasai oleh negara-negara, tapi oleh para spekulan.
Kekuasaan keuangan dunia sekarang, di samping berada di genggaman para
spekulan, juga perusahaan asuransi, dan mutual funds, bukan IMF atau Bank
Dunia.
"Dana cair yang dimiliki negara-negara G7 (tujuh negara-negara industri
maju) hanya cukup untuk kebutuhan 4 hari saja," kata Direktur Utama PT
Phapros, Bina Suhendra, di hadapan tim Ekuin DPA yang dipimpin Azwar Anas.
Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/09/26/27860.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke