*************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
*************************
Para pembaca yang terkasih,
Berikut ini kami postingkan surat dari Tim Pengacara GPM Maranatha Ambon ke
Presiden RI sebagai kaporan atas kejadian penyerangan baru-baru ini
(setelah diberlakukannya Darurat Sipil). Surat ini disampaikan kemarin,
Rabu 5 Juli 2000. Salam.
Eskol Net
------------

TIM PENGACARA GEREJA

Lantai II Kantor BPH Sinade GPM
Jln.Mayien D.L Panjaitan

Nomor     : Khusus 27/TPG / 2000.
Lampiran :
Perihal    : Laporan Situasi Keamanan di Maluku/Ambon Setelah di-
                 berlakukannya KEPRES No,88 tahun 2000 dan Permohonan.

Kepada Yth
Bapak Presiden Republik Indonesia selaku
Penguasa Tertinggi Darurat Sipil Pusat
di,-J a k a r t a.

Dengan hormat,

Kami yang bertanda tangan dibawah ini TIM PFNGACARA GEREJA (yang dibentuk
oleh Gereja Roma Katolik Keuskupan Amboina dan Badan Pekerja Harian Sinode
Gereja Protestan Maluku kemudian diakui oleh Pimpinan Gereja di Maluku
untuk bertindak untuk dan atas nama umat Kristen di Maluku dan Maluku Utara
sehubungan dengan kerusuhan yang terjadi) dengan ini menenyampaikan Laporan
kepada bapak Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Tertinggi Darurat
Sipil Pusat menyangkut situasi keamanan di Maluku khususnya Kotamadya
Ambon setelah diberlakukannya Darurat Sipil,sesuai Kepres No. 88 tahun
2000; sebagai berikut

DUDUKNYA PERMASALAHAN

Bahwa kerusuhan yang terjadi di Maluku dan Maluku Utara semakin tidak
terkendali, karena kelompok perusuh dengan menggunakan simbol agama (Jihad)
didukung kelompok TNI melakukan berbagai kegiatan penyerangan. Peristiwa
penyerangan yang terjadi setelah diberlakukan Darurat Sipil itu digambarkan
kronologisnya :

Selasa tanggal 27 Juli 2000.

Pukul 00.00 WIT berlakunya Darurat Sipil sesuai Kepres No.88 tahun 2000.

Pukul 07.30 WIT terjadi penyerangan dari massa perusuh (kelompok Islam),
terhadap masyarakat Kristen yang bermukim didaerah Batu Gantung Kodya
Ambon, mengakibatkan terbakarnya rumah-rumah penduduk yang berada dikawasan
Pohon Beringin (Batu Gatung) Ambon.

Pukul 12,30 WIT terjadi penembakan terhadap FREJON FRANS ( warga Kristen)
di dekat Kantor Camat Jalan menuju Karang Panjang Kecamatan Sirimau Kodya
Ambon, korban mengalami luka pada bagian rusuk kiri, diduga pelaku adalah
penembak jitu ( Sniper) dari arah Batu Merah (Perkampungan Islam ).

Pukul 16.00 Prada JORDAN SIHASALE ( anggota Kodam XVI PATTIMURA ) ditembak
oleh penembak jitu (sniper) didaerah kawasan Batu Gantung, korban tertembak
pada bagian kepala dan meninggal dunia.

Pukul 13.55 WIT Nn. ATJE PIETERS tertembak dan diduga ditembak oleh
Penembak Jitu ( Sniper) di dekat Tugu Dolan Kudamati Kodya Ambon, korban
mengalami luka tembak padabagian punggung kanan, beberapa saat kemudian
juga terjadi penembakan terhadap mobil dinas Aster Rodam XVI Pattimura yang
ditumpangi oleh Kol. BUDIADMO dan Ketua DPRD Tkt. I Maluku Z. SAHUBURUA, SH

Pukul 15.00 WIT terjadi penernbakan terhadap NY. YENNY HATTU di depan
Kantor POMDAN XVIPattimura, korban mengalami luka tembak pada kaki kanan.

Rabu, tanggal 28 Juni 2000.

Pukul 07.30 WIT terjadi tembakan beruntun dari Bangunan bertingkat yang
berada dikawasan Waihaong (daerah pemukiman Islam) ke arah Batu Gantung
(daerah pemukiman Kristen) dan juga terjadi penembakan di daerah Waihaong
ke arah penumpang KM. Dobonsolo yang berada di daerah Gudang Arang.

Pukul 12.15 WIT JOPPY TAMAELA ditembak oleh penembak jitu (sniper) di
daerah perkampungan Kristen di Kampung kolam, korban tertembak dan
meninggak dunia.

Pukul 20. 00 WIT Daerah pemukiman Kristen di Batu Gantung dan Kudamati
dibrondong oleh kelompok perusuh Islam dari daerah Waihaong dengan
menggunakan roket, longser dan mortir milik TNI dan POLRI dan membakar
gudang PT. Telkom di Tanah Lapang Kecil.

Kamis, tanggal 29 Juni 2000.

Pukul 04.30 WIT terjadi termbak menembak antara masa Islam dan Kristen
dengan menggunakan senjata rakitan dan senjata standar TNI/POLRI di daerah
pemukiman Kristen di Tanah Lapang Kecil dan Batu Gantung
kodya Ambon.

Pukul 17. 30 WIT daerah pemukiman Kristen di Batu Gantung ditembak oleh
masa perusuh dengan menggunakan Lonser dan mortir dan juga terjadi upaya
provokasi yang dilakukan oleh massa Muslim bahwa telah terjadi penembakan
di daerah Waihaong (kompleks Taman Ria) sehingga mengakibatkan korban
puluhan orang.

Pukul 19.00 WIT : seluruh pasukan TNI Yang berugas pada daerah-dacrah rawan
konflik ditarik ke Markas Yonif 733 BS.

Pukul 2 1 .00 WIT terdengar rentetan bunyi tembakan senjata dan bunyi bom
di daerah Ahuru, Kampung Riniani dan Gonsalo.

Jumat, tanggal 30 Juni 2000.

Pukul 05.00 WIT terdengar bunyi ledakam bom di daerah pemukiman Kristen di
Tanah Lapang Kecil dan Batu Gantung.

Pukul 09.00 WIT aparat kemanan dari satuan TNI mulai digerakan ke beberapa
ternpat ( Karang Panjang, Skip, Batu Gajah Atas dan lain sebagainya) untuk
persiapan melakukan swiping pada lokasi-lokasi
pemukiman penduduk.

Pukul 10.00 WIT aparat keamanan dari satuan TNI Yonif 733 BS yang bertugas
di samping lapangan Merdeka berdekatan dengan gereja Maranatha ditarik ke
Mearkasnya di Yonif 733 BS.

Sekitar pukul 11.00 WIT terjadi penembakan di laut dari arah Kampung Jawa
(daerah pemukiman Islam) dan Markas TNI Zipur 5 terhadap speat boat milik
warga Aster yang sedang rnengangkut penumpang dari Gudang Arang Galala
(Pulang Pergi).

Pukul 23.00 WIT terjadi penembakan di daerah Batu Gantung, penembakan
tersebut diduga berasal dari penembak-penembak jitu yang berada di
bangunan-bangunan tingkat di daerah Waihaong Kotamadya Ambon.

Sabtu, tanggal 1 Juli 2000.

Teriadi pertikaian antara kelompok Islam dan Kelompok Kristen di daerah
Poka, Wailela dan Rumah Tiga.

Sekitar pukul 09.00 WIT terjadi pembakaran terhadap perumahan penduduk di
kompleks perumahan PEMDA II (Poka)

Pukul 11.00 WIT terjadi pembakaran terhadap perumahan penduduk ( Memet
Latuconsina) di daerah Wailela, Rumah Tiga Kodya Ambon. Pukul 13.00 WIT
terjadi ledakan bom diperumahan PEMDA I Poka yang kemudian disusul dengan
pembakaran terhadap rumah-rumah penduduk dan sarana-sarana Pemerintah dan
swasta yaitu:
-Sekolah SMK I Wailela dibakar oleh massa Islam.
-Perumahan Politeknik Universitas Pattimura
-3 (tiga) orang meninggal dunia.

Akibat terjadi permbakaran terhadap rumah penduduk tersebut diatas, maka.
Pdt. NOVA NAHUSONA pimpinan Jemaat Poka melaporkan hal tersebut kepada
aparat keamanana di satuan TNI Yonif 611, akan tetapi aparat keamanan
tersebut mengatakan bahwa mereka sudah siap ditarik ke kotamadya Ambon dan
tidak lagi bertugas untuk menangani masalah tersebut.

Pukul 17.45 A. Betoke (warga Kristen) kena tembak pada bagian pungung kiri
di dalam rumahnya yang berdekatan dengan kantor Lurah di Kudamati.
Penembakan tersebut diduga dilakukan oleh penembak jitu (sniper) dari
bangunan tingkat di daerah sekitar Waihaong dan Tanah Lapang kecil.

Pukul 18.30 Terjadi penembakan terhadap DEVIS POLHANPESSY (Kristen) di
daerah sekitar Mangga Dua (daerah pemukiman Kristen), korban mengalami luka
tembak pada paha kanan, Minggu , 2 Juli 2000.

Pukul 06.00 WIT terjadi penyerangan dari kelompok perusuh Islam ke Poka
dari Rumah Tiga, sehingga seluruh perumahan penduduk yang beragama Kristen
dibakar habis oleh massa perusuh,

Pukul 11.00 WIT Perumahan penduduk di Perumnas Poka dan Mesjid perumnas
Poka dibakar oleh massa Kristen, sedangkan perumahan penduduk dan Gereja
Fajar Hidup di Wailela dibakar oleh massa Islam

Selasa, 3 Jull 2000.

Pukul 01.00 s/d 02.30 WIT terjadi ledakan bom beberapa kali di Urmesing dan
Jalan Baru, disertai tembakan beruntun.

Pukul 07.30 WIT terjadi tembak menembak antar Speat boat di laut tepatnya
didaerah Gudang Arang.

Pukul 07.00 s/d 10.00 WIT terjadi pembersihan oleh aparat Keamanan terhadap
brikade-brikade yang dilakukan oleh masyarakat pada jalan-jalan umum.

Pukul 14.30 terjadi penembakan terhadap HENDRIK LEKAHENA di kampung Kolam
(daerah pemukiman Kristen) yang telah dibakar habis oleh rnassa Islam.
Penembakan tersebut diduga dilakukan olch Sersan Satu LABOLA
(anggota POLRES P. Ambon dan P.P. Lease ) dari asrarna Polisi Perigi Lima
Ambon.

Pukul 20.00 WIT terjadi penyerangan dari kelompok Islam ke Wailela dan Poka
yang menyebabkan Gereja FAJAR HIDUP (Rumah Tiga) dan Gereja SEJAHTERA
(Poka) terancam terbakar.

Pukul 20.30 WIT Pintu Gereja SEJAHTERA (Poka) dibakar oleh kelompok Perusuh
yang beragama Islam,

Pukul 19.00 WIT terjadi penyerangan secara Sporadis oleh kelornpok perusuh
beragama Islam terhadap warga Kristen, sehingga mengakibatkan tertembaknya
JEREMIAS SOPACUA pada bagian dada dan meninggal dunia.

Senin, 4 Juli 2000.

Pukul 05.00 s/d 14-00 WIT terjadi penyerangan sporadis oleh kelompok
perusuh yang beragarna Islam yang didukung Aparat Keamanan darl satuan
TNI/POLRI ke pemukiman warga Kristen di Wailela, desa Rumah Tiga
dan desa Poka dengan menggunakan senjata laras panjang dan pendek, roket,
longser dan mortir serta granat tangan standar TNI/POLRI sehingga
menyebabkan terbakarnya Kampus Universitas Pattirnum antara lain Fakultas
Hukum, Kantor Pusat, Fakultas Pertanian, Gedung Perpustakaan dan 4 (empat)
unit gedung Gereja beserta seluruh isinya yang mana sebelum terjadi
pembakaran tersebut barang-barang yang berada di dalamnya dijarah.

Gedung Gereja yang dibakar masa perusuh Islam masing-masing:

- Gereja Seiahtera ( desa Poka )
- Gereja Fajar Hidup (Wailela)
- Gereja Ebenhaeser (desa Rumah Tiga)
- Gereja Katholik (dalam Kampus Universitas Pattimura)
- Gereja Protestan Maluku ( dalarn Kampus Universitas Pattimura

Pukul 15.35 s/d 19.00 WIT masih terjadi penyerangan secara sporadis
mengakibatkan seluruh warga Kristen di daerah pemukiman Wailela, Rumah Tiga
dan Poka harus dievakuasi secara besar-besaran ke daerah-daerah
yang aman.

II. ANALISA / KESIMPULAN

Sesuai fakta Kronologis yang diuraikan di atas, dapat dianalisa dan
disimpulkan sebagai berikut :

1.Dengan diberlakukannya Darurat Sipil, tidak menjamin penghentian
penyerangan yang dilakukan oleh kelompok perusuh Islam, hal ini karena
diduga terdapat dukungan dari kelompok TNI terhadap perusuh. Diduga
terdapat upaya untuk tidak memaksimalkan Darurat Sipil agar dengan mudah
memberlakukan Darurat Militer yang hal itu sangat ditolak dengan keras oleh
masyarakat.

2.Penguasa Darurat Sipil Daerah tidak melakukan tindakan pencegahan
terhadap berbagai penyerangan yang dilakukan oleh kelompok perusuh yang
menggunakan simbol agama Islam, malahan diduga turut melanggengkan
kerusuhan ini.

3.Apabila tidak diberikan bantuan segera bagi penyelamatan umat Kristen di
Maluku dan  Maluku Utara khususnya Kotamadya Ambon serta perlindungan
terhadap berbagai fasilitas negara yang ada maka diperkirakan dalam waktu
singkat umat Kristen di Maluku dan Maluku Utara sebagai bagian dari warga
negara yang sah di Republik Indonesia akan punah.

4.Tindakan yang dilakukan oleh penyerang terhadap berbagai fasilitas
negara, merusak stabilitas masyarakat dapat diklasifikasikan sebagai
kelompok separatis, penjahat negara yang tidak menginginkan keutuhan negara
kesatuan Republik Indonesia,

Ill. PERMOHONAN

1.Mohan agar Presiden selaku Penguasa Darurat Sipil Tingkat Pusat dapat
meninjau kembali pengiriman  satuan-satuan TNI ke Maluku dan maluku Utara,
atau dengan kata lain dapat menarik kembali seluruh pasukan TNI dari Maluku
dan Maluku Utara dengan mengupayakan penambahan pasukan POLRI.

2.Mohan agar Presiden dapat memulangkan para perusuh dengan menggunakan
simbol agama Islam (Jihad) yang didatangkan ke Maluku dan Maluku Utara.

3.Mohon agar Presiden dapat mengijinkan masuknya pasukan keamanan
Perserikatan Bangsa Bangsa untuk membantu menghentikan kerusuhan di Maluku
dan Maluku Utara. Hal ini karena selama ini negara Indonesia juga telah
meminta bantuan Perserikatan Bangsa Bangsa dan negara-negara sahabat untuk
membantu penanggulangan makanan, kesehatan dan lain sebagainya.

4.Mohon kiranya Presiden dapat menggunakan hak prerogatif untuk
memberhentikan DR.IR.M. SALEH LATUCONSINA sebagai Gubernur Maluku dan
menggantikannya dengan orang yang benar-benar dinilai oleh Presiden loyal
dan dipercaya.

Demikian laporan dan permohonan karni, atas perhatian yang sungguh dari
Presiden, kami sampaikan terima kasih teriring Salam dan Doa.

Hormat Kami
A/N Tim Pengacara Gereja:
1. SEMMY WAILERUNY, SH
2. NOIJA FILEO PISTOS, SH
3. SIMON NOYA , SH
4. FRITS LILIPALY, SH
5. DUGANTA YUNUS, SH
6. ANTHONI HATANE, SH

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke