************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Para pembaca yang terhormat, Kembali Pangdam XVI Pattimura, Brigjend I Made Yasa, mengeluarkan pernyataan yang menarik dan kontroversial. Di depan wartawan beliau mengatakan bahwa ada kelompok-kelompok yang ingin Maluku terus rusuh. Yang kontroversial adalah lanjutan pernyataannya, bahwa indikasi tersebut berupa munculnya barikade-barikade di jalan-jalan yang akan dilalui aparat, serta penolakan kehadiran TNI oleh sekelompok masyarakat. I Made Yasa juga mengatakan bahwa tidak ada aparat yang bertindak tidak netral. "Saya pun dinilai berpihak pada salah satu kelompok. Padahal sudah berupaya optimal, terutama dalam mencegah korban jiwa dan harta benda yang lebih besar," demikian yang beliau katakan kepada wartawan. Artinya I Made Yasa mencoba menganulir pernyataan pendahulunya (Brigjend Max Tamaela) yang mengatakan bahwa memang ada aparat yang bertindak tidak netral dan berpihak kepada salah satu kelompok (Astaga.com 19 Mei 2000). Selain itu dari pernyataan ini nampak sekali upaya I Made Yasa untuk 'cuci tangan' terhadap segala tanggung jawab yang harus ia tanggung sehubungan dengan gagalnya aparat (khususnya TNI AD) dalam meredakan konflik di Maluku selama diberlakukannya status Darurat Sipil. Ia juga berusaha memutar balikkan fakta dengan mendiskreditkan kelompok masyarakat yang menolak kehadiran TNI sebagai kelompok yang berusaha 'menyuburkan' konflik di Maluku. Padahal penolakan itu bersumber dari ketakutan masyarakat dan pengalaman di lapangan, dimana aparat (khususnya TNI AD) cenderung berpihak kepada salah satu kelompok yang bertikai. Dari pernyataan Pangdam ini tampak seolah-olah aparat keamanan di Maluku selama ini bagaikan "malaikat pembawa misi damai dan pengamanan." Berikut kami kutipkan pernyataan beberapa pihak yang bertentangan dengan analisa I Made Yasa: Pernyataan Thamrin Tomagola (Sosiolog UI): "Kerusuhan Maluku Militer Bikin Ambon Semakin Parah" Situasi Ambon semakin parah karena adanya ulah sebagian pasukan militer yang justru memperbesar 'bahan bakar' konflik di sana. Sebagian pasukan yang dikirim ke Maluku ternyata terlibat dalam konflik yang terjadi, sehingga bentrokan yang terjadi juga semakin tak terkendali. "Pasukan itu kebanyakan dikirim dari Kodam Brawijaya," ujar pengamat politik Dr Thamrin Amal Tomagola, kepada TEMPO Interaktif, Kamis (29/6) sore, di Jakarta. Pernyataan Ketua Krisis Centre Keuskupan Amboina Pastor Agus Ulahayanan : Ketua Krisis Centre Keuskupan Amboina Pastor Agus Ulahayanan ketika dihubungi koridor.com melalui telepon Jumat malam mengemukakan, penarikan pasukan dari daerah Poka dan Waai perlu dipertanyakan. Padahal Gubernur Maluku selaku penguasa darurat sipil, dan para pemuka agama telah meminta untuk tidak dilakukan penarikan pasukan TNI. "Strategi penanganan di kedua daerah tersebut dengan menarik pasukan perlu dipertanyakan," kata Pastor Agus. Sikap Pangdam yang baru beberapa hari bertugas di Maluku tersebut bahkan membuat Gubernur Maluku Saleh Latuconsina kecewa, karena merasa keputusannya sebagai pengendali darurat sipil tidak dipatuhi. Sikap Pangdam yang seakan-akan tidak mau mendengar pendapat atau masukan pihak lain, bahkan penguasa darurat sipil sekalipun, menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat. "Apa motif di balik langkah Pangdam tersebut," kata Pastor Agus. Setelah pasukan ditarik, terjadilah penyerangan terhadap warga setempat. Alasan Pangdam keadaan tidak terkendali karena pasukannya terlambat tiba di tempat kejadian, sementara sebelumnya pasukan yang ada malah ditarik. (Koridor.com, 8 Juli 2000) Pernyataan Max Tamaela (Mantan Pangdam XVI Pattimura) Tentang kurang tegasnya (aparat) dan adanya kecenderungan berpihak oknum Yonif 303 Garut, Jabar, ia (Max Tamaela) menegaskan, telah menginstruksikan Danyonnya agar mengerahkan personelnya bertindak sesuai sumpah prajurit dan berjiwa saptamargais. "Saya pun telah minta para Danyon personel yang di Bawah Komando Operasi(BKO) Kodam XVI/Pattimura agar melaporkan penanganan kerusuhan tiga hari terakhir ini," tandasnya. (Astaga.com, 19 Mei 2000) Made Yasa: Ada kelompok yang ingin Maluku terus rusuh ----------------------------------------------------- satunet.com - Pangdam XVI/Pattimura Brigjen I Made Yasa menuding ada kelompok-kelompok yang menginginkan kerusuhan SARA di Maluku terus berkobar. Kepada wartawan di Ambon, Minggu (1/10) Made Yasa menuturkan, indikasinya bisa dilihat dari upaya kelompok tertentu untuk menghambat gerak aparat keamanan yang tengah berupaya mengatasi kerusuhan di suatu wilayah. "Mereka memasang barikade-barikade, terutama pada lokasi yang akan dilalui aparat keamanan," ujarnya seperti dikutip Antara. Ditambahkannya, dari sejumlah insiden yang terjadi belakangan ini masyarakat banyak menilai bahwa TNI tidak netral dan berpihak pada kelompok tertentu. "Saya pun dinilai berpihak pada salah satu kelompok. Padahal sudah berupaya optimal, terutama dalammencegah korban jiwa dan harta benda yang lebih besar," paparnya. Koordinasi antara aparat Polri dan TNI, lanjut Made Yasa, baik antara pimpinan dan pasukan di lapangan berjalan baik. Maka dia menampik ada aparat yang lepas kendali dalam menangani para perusuh antara kelompok merah dan putih. Semua gerak pasukan dan penempatannya terpantau oleh pimpinan. Dia mengimbau agar masyarakat mengerti dan mau menerima kehadiran TNI apa adanya, di samping yakin bahwa aparat keamanan akan bertindak netral dan tidak berpihak kepada salah satu kelompok. Pihaknya meyakinkan akan berusaha sekuat tenaga untuk menghambat gerak para penyerang. Made Yasa yang menggantikan Max Tamaela ini, juga mengharapkan bantuan dan partisipasi masyarakat untuk memperlancar tugas-tugas aparat keamanan dalam menyelesaikan konflik kemanusiaan itu. "Itikad baik yang ditunjukkan TNI hendaknya jangan dihalangi dengan tudingan-tudingan yang memojokkan, sebaliknya berupaya untuk saling mendukung dalam menyelesaikan konflik," tegas Pangdam Made Yasa.[gp] E s k o l N e t `````````````` "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
