<*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*><*>
Anda rindu bagi berkat berupa Renungan
Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***********************************
Wacana Mingguan : 11 September 2000
===================================

"Hal Yang Menajiskan Manusia"
````````````````````````````

Makanan jasmaniah sepanjang itu tidak merusak bagi kesehatan manusia
tidaklah dilarang untuk dinikmati. Setiap orang yang beriman kepada Allah
dalam Kristus Yesus berarti hidupnya sudah menjadi baru. Ia menjadi milik
Kristus, dan tubuhnya adalah bait Allah, sehingga kekudusannya harus
dijaga. Memakan makanan yang merusak tubuh dan minuman yang memabukkan
adalah dosa di hadapan Allah.

1 Korintus 6: 12  "Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuannya
berguna. Segala sesuatu halal bagiku tetapi aku tidak membiarkan diriku
diperhamba oleh suatu apapun." Efesus 5: 18 "Dan janganlah kamu mabuk oleh
anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh
dengan Roh."

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa makanan dan minuman bisa
menajiskan orang. Hal itu terjadi apabila makanan itu menyebabkan manusia
diperhamba oleh sesuatu yang lain, yang menyebabkan manusia jauh dari
Allah.  Demikian juga minuman yang memabukkan karena ternyata hal ini
menimbulkan hawa nafsu kejahatan.

Sepanjang makanan dan minuman itu tidak melanggar 1 Korintus 6: 12 dan
Efesus 5: 18, maka berlakulah Markus 7: 18 - 23, yang mengatakan: " ....
Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam
seseorang (makanan dan minuman) tidak dapat menajiskannya, karena bukan
masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban ?.
Dengan demikian Ia (Tuhan Yesus) menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya
lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya", sebab
dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan,
pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa
nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini
timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Jadi, ada dua hal yang dapat menajiskan manusia. Pertama, makanan yang
merusak tubuh (bait Allah) dan minuman yang memabukkan.  Kedua, hati dan
pikiran yang kotor. Apa yang kita pikirkan sering kali jahat, itulah yang
menajiskan hidup kita. Oleh karena itu, menjaga kekudusan berarti,
menghindari makanan dan minuman yang merusak tubuh dan memelihara hati dan
pikiran. Segala yang kebaikan, kebajikan dan yang berkenan di hadapan Tuhan
itulah yang harus kita renungkan dan kita pikirkan sepanjang hari.

Alangkah indahnya Firman Tuhan di atas, karena menjelaskan hal menajiskan
orang dimana ayat itu saling mendukung satu dengan lainnya. Sesuatu yang
paradoks tampak terjadi di dalam Firman Tuhan ini, seolah-olah terdapat
kontradiksi, namun jika ketiga ayat ini dipertemukan, dibaca secara jeli
dan direnungkan secara sungguh-sungguh maka kita akan menemukan sesuatu
ajaran yang sungguh indah bagi kita orang-orang beriman kepada Allah dalam
Kristus Tuhan. Kiranya Tuhan Yesus menolong kita untuk hidup kudus. Amin.
(A.S)

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke