'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''""' SARI BERITA : Jumat, 13 Oktober 2000 =================================== *>DPR Menyalahi Aturan Tidak Berhak Memanggil Presiden *>Ribuan Massa Akan Gelar Aksi Anti Israel di Gedung DPR *>Terlibat Peledakan BEJ, Dua Anggota Puspom Ditangkap *>Marzuki Dicecar Pertanyaan Seputar Kebiasaan Keluar Malam =================================== DPR Menyalahi Aturan Tidak Berhak Memanggil Presiden ----------------------------------------- koridor.com [13 Oct, 7:02] Anggota Fraksi PDIP Aberson Sihaloho mengatakan, DPR tidak berhak memanggil Presiden Gus Dur dalam kasus Bulogate. Pemanggilan yang dilakukan Panitia Khusus (Pansus) Bulog DPR dan Kasus Brunei kepada Gus Dur menyalahi aturan. "Apabila Presiden tidak mau memenuhi panggilan DPR itu sudah benar, karena dipandang dari sudut tata negara pemanggilan itu tidak benar. Sebab masalah ini adalah urusan Kejaksaan Agung bukan DPR," katanya di Jakarta, Kamis. Aberson menilai DPR sudah kebablasan dan salah kaprah dalam menangani kasus ini. Seharusnya DPR mengoreksi diri dan kembali berpijak ke UUD 1945. Lengkapnya: http://koridor.com/artikel.php3?token=8f52cc4a67bb83c4975c7e2ba643b3d71&in_ no=102894 Ribuan Massa Akan Gelar Aksi Anti Israel di Gedung DPR -------------------------------------------------------------------- detikcom - Jakarta, Aksi anti Israel masih akan berlanjut di Jakarta. DPP Partai Keadilan akan menggelar aksi akbar mengecam Israel di Gedung DPR/MPR. Aksi akan diikuti oleh ribuan kader dan umat Islam. Aksi dijadwalkan akan dimulai pukul 10.00 WIB, Jumat (13/10/2000) dan digelar di halaman Gedung DPR Jakarta. Namun, saat ini gelombang massa sudah mulai berdatangan. Aksi ini diberi nama 'Aksi Besar Partai Keadilan Bersama Umat Mengutuk Kebiadaban Israel'. Dalam aksi ini, selain dilakukan orasi-orasi, juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi dan nasyid (lagu-lagu perjuangan) Islam. Mereka juga akan memberikan pernyataan sikap atas kekejaman Israel yang marak akhir-akhir ini. Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/10/13/20001013-093311.shtml Terlibat Peledakan BEJ, Dua Anggota Puspom Ditangkap ------------------------------------------------------------------ Jakarta - Tersangka pelaku pemboman di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) semakin bertambah. Hal itu terjadi setelah tim koneksitas penyidik kasus peledakan BEJ menangkap dua anggota Puspom (Pusat Polisi Militer) TNI, karena diduga terlibat dalam kasus peledakan bom. Kedua anggota polisi militer yang bernama Praka Lutfi dan Sertu James ditangkap di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur, dan kini menjalani pemeriksaan di Pomdam Jaya. Penangkapan terhadap kedua anggota polisi militer itu berdasarkan pengakuan tersangka Ibrahim AMD Abdul Manaf yang menyebutkan bahwa senjata api AK-47 yang disalurkan ke Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berasal dari Lutfi dan James. Sedangkan Ibrahim, yang merupakan Bendahara GAM di Jakarta, mengaku mendapatkan dana untuk membeli puluhan senjata AK-47 dari atasannya, Syaeb Musthopa, Bendahara GAM pusat di Banda Aceh. Lengkapnya: http://www.indokini.com/news/2000/10/13a.shtml Marzuki Dicecar Pertanyaan Seputar Kebiasaan Keluar Malam ------------------------------------------------------------------------- JAKARTA, Mandiri - Rumor kuat yang menyebutkan Jaksa Agung Marzuki Darusman sering ke luar malam dan pergi berakhir pekan ke Singapura untuk 'jual-beli ' perkara akhirnya menjadi masalah bagi anggota DPR. Dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, Marzuki Darusman dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kebiasaannya itu. "Saya sering dengar kabar, bahwa Jaksa Agung jarang ada di kantor. Banyak surat yang masuk hanya ditangani staf Kejagung dan tak pernah diberi respon," tanya anggota Komisi II DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB) Rodjil Gufron saat rapat kerja antara DPR dan Jaksa Agung di Ruang Rapat Komisi II DPR, Gedung DPR Jakarta, Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB. Selain itu, Rodjil juga mempertanyakan kebiasaan Marzuki ke luar malam. Menurut Rodjil, setiap malam, Jaksa Agung ke luar masuk hotel dan setiap malam minggu berada di Singapura untuk bertemu dengan pihak-pihak bermasalah untuk jual beli perkara. Tak kalah kerasnya, pertanyaan JE Sahetapy, dari F-PDIP. Pakar hukum ini menanyakan mengapa Marzuki tidak mengumumkan harta kekayaannya. "Mengapa Jaksa Agung tidak mengumumkan kekayaannya. Sampaikan ini kepada presiden. Sampaikan juga kepada presiden untuk mengumumkan kekayaannya," tegas dia. Lengkapnya: http://www.mandiri.com/ASPs/Fullstory1.asp?NewsID=POL200010130003 +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++= "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
