KEBOHONGAN SEJARAH ORDE BARU HARUS KITA BONGKAR BERSAMA-SAMA--lanjutan (Oleh : A. Umar Said) PENTING BAGI PENDIDIKAN BANGSA DAN GENERASI YAD Adalah suatu hal yang amat berguna sekali bagi pendidikan bangsa, dan terutama bagi generasi yang akan datang, bahwa persoalan 65 dapat, sekarang ini, dibicarakan secara luas dan bebas oleh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat luas dapat ikut serta dalam usaha penulisan sejarah bangsa, atau setidak-tidaknya ikut mengkontrolnya. Menurut pengalaman berbagai bangsa, biasanya, sejarah ditentukan oleh penguasa. Itu jugalah yang pernah kita alami bersama selama rezim Orde Baru. Sejarah peristiwa 65 juga telah dipaksakan secara sepihak dan sewenang-wenang oleh para penguasa Orde Baru (beserta para pendukung setianya). Contoh yang paling menyolok adalah dongeng yang dikarang-karang mengenai pesta anggota Gerwani yang menari-nari dengan telanjang di Lubang Buaya setelah terbunuhnya para jenderal TNI-AD. Kebohongan semacam ini ternyata mempunyai peran yang besar dalam membentuk (memanipulasi?) opini umum. Mengingat pentingnya usaha untuk mengungkap berbagai hal yang berkaitan dengan peristiwa 65, maka seyogyanyalah kiranya kalau berbagai komponen masyarakat ikut menjadikan masalah ini sebagai salah satu di antara agenda-agenda bangsa yang harus ditangani secara serius. Masyarakat Sejarawan Indonesia patut memikul tanggungjawab atas tugas penting ini, dengan bantuan aktif dari masyarakat, yang juga perlu ikut mengkontrolnya. Pemerintah dan lembaga-lembaga penting negara (DPR dan MPR, antara lain) perlu memberikan kemudahan-kemudahan yang sebesar-besarnya, atas terlaksananya tujuan ini. Arsip nasional harus dibuka selebar-lebarnya bagi mereka yang sedang melakukan penelitian sejarah secara serius. Demikian juga arsip-arsip di kalangan militer, kehakiman, Kopkamtib, Teperpu dll (kalau belum dihilangkan dengan sengaja !!!). Kemauan nasional untuk secara gotong-royong mencari kebenaran tentang peristiwa 65 perlulah kiranya ditanamkan dan dipupuk oleh segala fihak, demi kepentingan bersama. Hanya dengan kebenaranlah perasaan keadilan bisa ditegakkan, tidak peduli siapa yang bersalah pada waktu itu. Penegakan kebenaran adalah syarat untuk memintai pertanggungan jawab dari mereka yang melakukan kesalahan dan juga untuk meletakkan dasar-dasar rekonsiliasi. Namun, penegakan kebenaran dan mencari keadilan haruslah jangan dijadikan tujuan untuk sekedar pelampiasan rasa dendam yang hanya akan melestarikan rasa permusuhan dan sakit hati yang berkepanjangan. KAMPANYE BOHONG TENTANG "BAHAYA LATEN PKI" Sebab, makin jelaslah bagi banyak orang, sekarang ini, bahwa rezim Orde Baru memang dengan sengaja telah memelintir sejarah dan menyebarkan kebohongan selama puluhan tahun, demi tegaknya kekuasaan Suharto (beserta pendukung-pendukung setianya). Kita juga merasakan sendiri, atau menyaksikan, bahwa dengan cara-cara inilah rezim Orde Baru telah menyebarkan terus-menerus rasa permusuhan di antara berbagai komponen bangsa. Melalui kampanye bohong tentang "bahaya laten PKI", puluhan juta orang telah terus-menerus di-intimidasi dan dipersekusi dalam jangka lama, untuk mematahkan atau melumpuhkan semua kekuatan demokratis yang kritis terhadap Orde Baru. Dengan kebohongan sejarah yang dijadikan bahan indoktrinasi yang ampuh, rezim Orde Baru telah melakukan kekerasan negara dan pelanggaran Hak Asasi Manusia secara besar-besaran dan dalam jangka lama. Karenanya, kebohongan sejarah adalah juga salah satu di antara begitu banyak dosa berat rezim Suharto. Kebohongan sejarah inilah yang harus dibongkar, secara beramai-ramai, dan terus-menerus. Sebab, selama kebohongan sejarah ini masih belum diakhiri, maka bangsa kita, dewasa ini dan juga di kemudian hari, akan tetap terus dihingggapi oleh penyakit kangker, yang merusak fikiran dan membekukan hati nurani berbagai komponen bangsa. Adalah sangat memprihatinkan, bahwa sampai sekarang ini, masih ada saja orang-orang atau kelompok-kelompok masyarakat, yang masih belum mau - atau belum bisa - menyadari bahwa kebohongan sejarah yang diciptakan oleh Orde Baru adalah sumber rasa permusuhan antara berbagai komponen bangsa. Di antara mereka terdapat golongan atau kelompok-kelompok yang selama ini memang mendukung dengan setia rezim militer Suharto, dan juga orang-orang yang tetap tertipu atau termakan oleh indoktrinasi jahat yang sudah berjalan selama puluhan tahun. KEBENARAN ADALAH KEMENANGAN KITA BERSAMA Mengingat besarnya kejahatan yang ditimbulkan oleh kebohongan sejarah yang telah disebarkan Orde Baru, maka perlulah kiranya berbagai komponen bangsa mengambil langkah-langkah untuk bersama-sama memberantas racun berbahaya ini. Demi tugas nasional menghancurkan kebohongan sejarah bikinan Orde Baru, berbagai inisiatif bisa sama-sama kita fikirkan, yang bisa dikembangkan secara luas, dan di mana-mana, oleh berbagai golongan dalam masyarakat. Umpamanya, di antaranya : - pembentukan di berbagai kota atau di daerah-daerah "Komite atau forum untuk Kebenaran, Keadilan dan Rekonsiliasi" - himbauan kepada para "pelaku sejarah" dan para korban Orde Baru untuk makin berani bersuara atau menuliskan pengalaman atau mensosialisasikan kesaksian mereka - mendesak kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk merevisi buku pelajaran sejarah untuk sekolah-sekolah - mendorong lahirnya kelompok-kelompok studi di berbagai universitas yang secara khusus melakukan penelitian ilmiah tentang peristiwa 65 - menuntut kepada pemerintah dan lembaga-lembaga negara (MPR, DPR, Mahkamah Agung dll dll) supaya inistiatif /kegiatan yang bertujuan melakukan penelitian tentang 65 diberi kemudahan-kemudahan administratif dan juga bantuan moral dan material - usaha bersama dari semua fihak untuk terciptanya iklim yang sejuk dan konsensus yang luas bahwa pembongkaran sejarah 65 adalah tugas nasional demi persatuan dan rekonsiliasi - menggencarkan lebih marak lagi aksi-aksi untuk menuntut adanya rehabilitasi hak sipil para eks-tapol, termasuk rehabilitasi para pegawai negeri yang telah dipecat secara sewenang-wenang - kegiatan-kegiatan lainnya yang bisa dilancarkan, sesuai dengan kondisi yang memungkinkan. Kegiatan-kegiatan untuk membongkar kebohongan sejarah Orde Baru adalah perlu dan benar, demi kesehatan kehidupan bermasyarakat, yang sudah sejak lama diracuni oleh sistem politik Orde Baru. Kebohongan ini telah membikin sengsara yang berkepanjangan bagi puluhan juta orang, sampai sekarang. Kebohongan itu jugalah yang telah menjadi senjata bagi Orde Baru untuk merusak negara dan bangsa, sehingga akibat-akibat buruknya masih kita warisi dewasa ini. Karenanya, kebohongan ini harus kita kubur bersama-sama. Pada akhirnya, dan pada hakekatnya, kemenangan kebenaran adalah kemenangan kita bersama, tidak peduli dari golongan suku yang manapun, atau kalangan agama yang manapun, dan aliran politik yang manapun juga. Paris, 6 Oktober Catatan : tulisan ini bebas untuk diteruskan kepada siapa saja, termasuk kepada media pers (Alamat E-mail : [EMAIL PROTECTED] ) +++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
