************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Para pembaca yang budiman, Apa yang dinyatakan Ketua MPR Amin Rais bahwa Parlemen Palestina kecewa atas sikap netral Pemerintah Gus Dur atas kasus Israel - Palestina ternyata tidak benar. Sebagaimana diberitakan oleh media massa dua hari yang lalu: "Kekecewaan Parlemen Palestina itu disampaikan kepada kami," demikian diungkapkan Amien Rais kepada wartawan di Jakarta. (Mandiri, 18/10/2000). Ketidaksesuaian pernyataan Amin Rais itu dapat kita baca dalam pemberitaan di bawah ini. Selamat membaca. (Eskol Net) --------------------------------------------------------- Parlemen Palestina bantah kecewa pada Gus Dur `````````````````````````````````````````` satunet.com - Ketua Parlemen Palestina, Salem al-Za'noon, menyangkal ia pernah menyatakan kecewa pada sikap Presiden H Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid yang memilih netral dalam konflik Palestina Israel. Hal ini diungkapkan Salem kepada pers usai bertemu dengan ketua DPR Akbar Tanjung di sela-sela kegiatan Konferensi IPU ke 104 di Jakarta, Jumat. Menurut Salem, berita tentang kekecewaan Palestina terhadap sikap Gus Dur ini hanyalah "kesalahpahaman dan salah interpretasi." Dalam pertemuannya dengan Akbar, Salem bahkan menyampaikan terimakasih Palestina kepada Indonesia yang sudah memperjuangkan resolusi mengecam kekejaman Israel. Resolusi ini dinilai pihak Palestina sangat keras. "Bahkan usulan resolusi dari negara-negara Arab tidak sekeras yang diusulkan oleh Indonesia," ujarnya. Dalam pertemuan itu Ketua Parlemen Palestina itu itu juga membacakan semacam puisi berbahasa Arab di depan Akbar Tanjung yang isinya antara lain memuji Gus Dur. Gus Dur dalam puisi itu disebut presiden yang berkharisma, punya kehebatan, ketangguhan, dan kepandaian dalam segala bidang. Ia juga menambahkan, pihaknya tidak mungkin mengkritik The Shimon Peres Peace Center, di mana Gus Dur menjadi anggotanya, karena Presiden Yasser Arafat sendiri mendukung keberadaan lembaga tersebut. Ia menjelaskan bahwa lembaga ini sampai sekarang memang masih menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Palestina sendiri. Ada yang mendukung dan ada juga yang menentangnya. "Tidak hanya di Palestina, lembaga itu juga jadi perdebatan di parlemen negara-negara Arab," ujarnya. ** "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
