'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 30 April 2001 =================================== <> 'Kita kuat, jangan berperilaku seperti anak kecil' <> Dhag-dhig-dhug Menunggu Memo II <> Bangsa Indonesia Kembali ke Zaman Primitif <> Skor Sementara, Presiden Wahid Tertinggal 2-6 <> HKBP Tidak Akan Kerahkan Massa <> Krisis Rupiah Dimainkan Oleh Bank Indonesia ```````````````````````````````````````` 'Kita kuat, jangan berperilaku seperti anak kecil' ------------------------------------------------------ Laporan Woro Yudhi Anggraini dan Eko Warijadi satunet.com - Presiden Abdurrahman Wahid meminta warga NU tak berperilaku seperti anak kecil dalam menghadapi Sidang Paripurna DPR, Senin esok. Selain itu ia juga menyerukan mereka, agar seusai menghadiri acara istighotsah pulang ke daerah masing-masing dengan bersalawat tanpa menengok kanan kiri dan tampa menghiraukan provokasi yang merusak. "Besok kita saksikan apa yang diperbuat orang-orang. Kita ini kuat, karena kita kuat tidak boleh kita berbuat seperti anak kecil. Orang yang berbuat seperti anak kecil, karena mereka tidak kuat," ujar presiden yang disambut sorakan peserta istighotsah di Parkir Timur. http://satunet.com/artikel/isi/01/04/29/50077.html Dhag-dhig-dhug Menunggu Memo II Di Atas Kertas Memo II Dewan Pasti Lahir ------------------------------------------------ koridor.com [30 Apr 2001, 3:18] Dalam beberapa jam lagi, Senin 30 April ini, fraksi-fraksi di DPR akan memberikan pemandangan umum berkenaan dengan penilaian sikap Presiden Abdurrahman Wahid menanggapi Memorandum I. Apabila Dewan menilai pemerintahan KH Wahid belum ada perubahan, Memorandum II akan dikeluarkan. Melihat situasinya, sebagian besar fraksi DPR sudah hampir dipastikan akan meminta DPR mengeluarkan Memo II karena tidak puas atas sikap Presiden sehubungan dengan Memo I. Masalahnya, dasar pijakan yang digunakan untuk Memo II tersebut. Fraksi-fraksi penentang KH Wahid mengatakan mereka tidak puas atas sikap Presiden yang kurang responsif menanggapi Memo I. Jawaban yang diberikan Presiden beberapa waktu lalu dinilai tidak membahas masalah substansial, ditambah tidak adanya perbaikan kinerja pemerintahan selama tiga bulan setelah dikeluarkannya Memo I. http://www.koridor.com/artikel.htm/111689 Bangsa Indonesia Kembali ke Zaman Primitif ------------------------------------------------ Mataram (Bali Post) - Upaya saling menghargai makin lama makin menyusut dan bahkan berada di ambang batas nol. Pasalnya, bangsa Indonesia sudah kembali menggunakan cara-cara zaman primitif baru. ''Satu berkelahi karena dendam komunitas, cepat merembet menjadi sekampung,'' ujar Dr. Imam B. Prasojo, dalam seminar ''Disintegrasi Bangsa'' di Mataram, Sabtu (28/4). Perbedaan yang dalam janji Allah dikatakan sebagai rahmat, pada abad ini bukan lagi sebagai rahmat, melainkan telah menjadi laknat. ''Ini sebetulnya sudah diperingatkan oleh para ahli ilmu-ilmu sosial,'' cetus anggota Forum Indonesia Damai (FID) ini. http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2001/4/30/Nt1.htm Skor Sementara, Presiden Wahid Tertinggal 2-6 ----------------------------------------------------- Memorandum kedua hampir pasti diterima Presiden Wahid. Hingga pagi ini, sejumlah partai besar sudah memastikan akan memberikan memorandum kedua untuk Presiden Wahid yang akan berlanjut hingga Sidang istimewa MPR. Pada dasarnya tidak ada perubahan mendasar peta kekuatan pendukung dan anti Wahid di DPR. Seperti sebelumnya Wahid hanya didukung penuh oleh Fraksi Demokrasi Kasih Bangsa (FDKB) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sayangnya dua fraksi ini hanya berkekuatan sekitar 56 orang. Perubahan yang agak menguntungkan Wahid mungkin datang dari TNI/Polri. Jika sebelumnya TNI Polri menyatakan dukungannya terhadap memorandum pertama, kali ini diperkirakan fraksi berkekuatan 38 orang ini akan memberikan suara netral. http://www.kopitime.com/kopihot/indexhot.asp HKBP Tidak Akan Kerahkan Massa ------------------------------------- Jakarta, CyberNews. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) membantah akan mengerahkan massa pada Sidang Paripurna DPR, Senin (30/4) besok. Sebaliknya, HKBP memerintahkan jamaahnya untuk berdoa di tempat ibadahnya masing-masing. Penegasan itu disampaikan Pucuk pimpinan majelis pusat (Praeses) HKBP distrik VIII, yang meliputi Jawa-Kalimantan, Minggu (29/4), lewat pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Pendeta RJ Hutagaol. Seperti diisukan, HKBP konon akan mengerahkan massanya jika DPR ngotot memberikan memorandum II pada presiden. Gus Dur sendiri, pernah mengatakan bahwa mantan Ketua HKBP, pendeta SAE Nababan akan mengirimkan massa ke Jakarta untuk untuk membela presiden. http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0104/29/nas11.htm Krisis Rupiah Dimainkan Oleh Bank Indonesia -------------------------------------------------- Minggu, 29 April 2001, @19:29 WIB Yogyakarta -- Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Arif Ramelan Karseno menuding krisis nilai tukar mata uang Rupiah secara sengaja dimainkan oleh politisi ekonom di Bank Indonesia (BI). Tujuannya adalah untuk menjatuhkan rezim politik yang tidak dikehendaki. "Ketika Bank Indonesisa dipimpin oleh seorang politisi yang berpengetahuan ilmu ekonomi, maka mulailah terjadi kekacauan nilai tukar yang memusingkan mekanisme pasar, " kata Karseno dalam diskusi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta di Hotel Garuda, Minggu (29/7). Karseno menguraikan bahwa pemanfaatan Bank Indonesia untuk kepentingan pihak-pihak tertentu telah terjadi sejak 1967. Pada awal rezim Soeharto itu BI dimanfaatkan untuk membubarkan bank-bank milik lawan politik Soeharto. Saat ini kemacetan sistem perbankan Indonesia masih sangat merisaukan investor dalam negeri. Tingginya tingkat bunga bank, menurut Karseno tidak ada hubungannya dengan politik, tetapi murni kesalahan manajemen perbankan Indonesia yang saat ini belum bisa diselesaikan BI. http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=101/04/29/1929231 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
