'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Kamis, 19 April 2001 =================================== <> Laba Freeport Naik 4 kali Lipat <> GK Dapat Surat Penahanan Baru <> Akhir Tahun 2001, Ekonomi Indonesia Kembali Terpuruk <> Hubungan Irak-Iran memanas <> KSAD: Nyawa Terancam, Tembak! Jangan Ragu, Taati HAM Sesuai Aturan ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Laba Freeport Naik 4 kali Lipat Reporter: Teguh B. Santoso ----------------------------------- detikcom - Jakarta, Perusahaan pertambangan Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di Irian Jaya, Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc mengabarkan kesuksesan kinerja perusahaannya dalam masa produksi kuartal pertama tahun ini. Freeport sukses menaikan laba bersihnya sampai dengan 4 kali lipat. Bila pada kuartal pertama tahun 2000, Freeport hanya menangguk laba hingga US$ 9,2 juta, maka tahun ini mereka memperoleh US$ 38 juta. Laba ini memberikan keuntungan 26 sen per saham dilusi. Sebelumnya, analis perusahaan memperkirakan Freeport hanya mampu memberikan keuntungan 24 sen per saham dilusi. http://www.detik.com/bisnis/ekonomi/2001/04/19/2001419-080317.shtml GK Dapat Surat Penahanan Baru ------------------------------------ Ginandjar Kartasasmita (GK) akan mendapat surat perintah penahanan baru dari Kejaksaan Agung untuk massa 20 hari. Dengan demikian, tersangka kasus korupsi dalam proyek Technical Asistance Contract (TAC) yang merugikan kas negara 24,8 juta dollar AS itu, tetap akan 'indekost' di Rutan Kejakgung. Ia gagal menggunakan putusan sidang gugatan praperadilannya untuk bisa menghirup udara bebas. Kepala Pusat Penerangan dan Penyuluhan Hukum Kejakgung Muljohardjo siang ini mengatakan , dikeluarkannya surat perintah penahanan baru tersebut menyusul keputusan praperadilan PN Jaksel Senin lalu yang memutuskan penahanan yang dilakukan oleh Kejakgung terhadap GK sejak 9 April hingga 16 April (saat keluarkannya putusan), adalah sah. http://www.kopitime.com/kopihot/indexhot.asp Akhir Tahun 2001, Ekonomi Indonesia Kembali Terpuruk Reporter/Penulis: Nuke -------------------------------------------------------------- JAKARTA, Mandiri - Akhir tahun 2001, ekonomi Indonesia akan terpuruk untuk kedua kali jika indikator perekonomian masih seperti saat ini dan otoritas ekonomi tidak mau menyadarinya, kata pengamat ekonomi Sri Adingsih. "Saat ini Indonesia belum keluar dari krisis ekonomi, sehingga yang terjadi pada akhir tahun 2001 adalah keterpurukan kedua," kata Sri dalam diskusi perekonomian Indonesia di Ujung Tanduk yang diselenggarakan "Kagama Business Society", di Jakarta, Rabu. Sri mengatakan, otoritas ekonomi menghadapi ancaman yang semakin serius. Indikator yang terlihat adalah rupiah melemah, harga saham jatuh, suku bunga naik dan pengangguran meningkat. http://www.mandiri.com/? Hubungan Irak-Iran memanas Laporan Tommy Meiyuddin Gobel ------------------------------------ satunet.com - Dua negara bertetangga yang juga seteru berat, yakni Irak dan Iran, saat ini memasuki masa kritis dalam hubungannya setelah Irak Rabu kemarin menuduh Iran menembakkan 56 rudal Scud ke wilayahnya. Menurut Irak, tembakan rudal-rudal Iran itu ditujukan kepada kelompok pembangkang Iran, Organisasi Rakyat Mujahidin (PMO), yang melakukan perlawanan dari wilayah Irak. Menurut keterangan PMO, seperti dilansir AP, Kamis, seorang anggotanya tewas bersama sejumlah warga sipil Irak dan beberapa orang mengalami luka-luka. Kelompok PMO selama ini telah menentang pemerintah Iran dan seringkali melancarkan serangan bersenjata dari wilayah Irak. Kelompok PMO itu juga dilengkapi dengan persenjataan lengkap, seperti tank, senjata berat dan helikopter tempur. http://satunet.com/artikel/isi/01/04/19/49112.html KSAD: Nyawa Terancam, Tembak! Jangan Ragu, Taati HAM Sesuai Aturan -------------------------------------------- koridor.com [19 Apr, 5:54] Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Endriartono Sutarto minta kepada jajaran Kodam Jaya tidak ragu dan tidak takut dengan hak asasi manusia (HAM). "Jangan pernah ragu, HAM tidak untuk ditakuti. HAM hendaknya kita taati sesuai ketentuan yang berlaku. Kalau kalian sama HAM takut, kalian tidak bisa berbuat apa apa," katanya saat memberi paparan kepada jajaran Dansat Kodam Jaya di Ciampea Bogor, Rabu (18/4). KSAD menekankan satu poin yang harus dipegang oleh prajurit TNI-AD khusus yang di Kodam Jaya, untuk tidak ragu-ragu bertindak tegas bila memang terjadi pelanggaran hukum, dan tindakan tegas itu harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Ditegaskannya pula bila aparat Kodam Jaya sudah mengetahui aturan HAM, tidak perlu takut lagi terhadap HAM bila hendak bertindak. http://www.koridor.com/artikel.php/111274/2ba00d698d41973388ed6a04344f4c8b4 /987643307 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
