''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Sabtu, 28 Juli 2001 ================================== * Desak Polisi Tidak Ikut Campur Masalah Politik * Wisman makin Resisten terhadap Kerusuhan * Lempar Granat, Pelaku Bom BEJ Kabur * Biasa Dipakai Paspampres Jenis Pistol Penembak Mati Hakim Agung * 'Periksa Tugas Syafiuddin' Desak Polisi Tidak Ikut Campur Masalah Politik ---------------------------------------------------- Tgl. publikasi: 27/7/2001 16:31 WIB eramuslim, Jakarta - Kordinator Kontras Munarman mengatakan bahwa pembunuhan Ketua Muda MA Syafiuddin Kartasasmita bukan saja ancaman nyata terhadap aparat penegak hukum akan tetapi merupakan bentuk teror terhadap proses penegakan hukum. Dalam jumpa persnya di gedung LBH siang ini (27/7), Munarman menegaskan bahwa saat ini hambatan proses penegakan hukum bukan saja dilakukan melalui cara manipulatif, akan tetapi telah memasuki era baru, yakni era hukum rimba yang tidak beradab dan mengandalkan senjata dan kekerasan. "Kepolisian telah gagal memberi perlindungan kepada para hakim dan aparat penegak hukum yang tengah menangani kasus-kasus besar seperti Hakim Agung Syafiudin," ujar Munarman. Munarman menambahkan bahwa salah satu faktor kegagalan itu adalah karena antusiasnya kepolisian yang turut campur dalam politik dan membangun diri sebagai kekuatan politik sehingga mengabaikan fungsi sesungguhnya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Kegagalan aparat, bukan hanya itu. Munarman mengatakan kegagalan itu juga tercermin dari gagalnya aparat dalam mengungkap kasus-kasus kekerasan seperti pembunuhan dan teror bom yang selama ini terjadi menjadikan indonesia sebagai masyarakat tanpa negara yang dikendalikan oleh para pembunuh dan penjahat. http://www.eramuslim.com/article/view/5683/ Wisman makin Resisten terhadap Kerusuhan ----------------------------------------------- Mataram (Bali Post) - Wisatawan mancanegara (wisman) makin resisten (kebal) terhadap munculnya kerusuhan di beberapa daerah di Indonesia. Resistensi itu muncul, setelah wisman menyadari bahwa kerusuhan itu terjadinya tidak meluas di Indonesia. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya (Deparsenibud) NTB Drs. Machfud Achmad kepada wartawan di sela-sela pembukaan Pameran Selintas Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia yang digelar di Museum NTB, baru-baru ini. ''Seperti dampak digelarnya Sidang Istimewa (SI) MPR yang dikhawatirkan akan memunculkan kerusuhan, ternyata tidak mempengaruhi niat wisman berkunjung ke Indonesia khususnya ke Bali dan Lombok,''jelasnya. Sejauh ini, kata dia, dampak SI belum berpengaruh terhadap kunjungan wisman ke NTB khususnya Lombok. ''Bahkan dari data yang kami peroleh angka kunjungan wisman ke NTB saat ini lebih bagus dibandingkan dengan tahun 2000. Peningkatannya cukup signifikan,'' ujarnya. http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2001/7/28/nt3.htm Lempar Granat, Pelaku Bom BEJ Kabur ------------------------------------------- Terjadi Tembak-menembak di LP Cipinang JAKARTA-Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang yang beberapa waktu lalu menjadi ajang kerusuhan massal aparat LP, kemarin (27/7) kembali menggemparkan. Di dalam tahanan itu terjadi tembak-menembak antara petugas dan pelaku yang berakhir dengan pelemparan granat. Namun karena pemicunya (pen-Red) tidak ditarik lebih dulu, granat tidak meledak. Salah seorang napi melarikan diri. Kasatserse Jakarta Timur Kompol Agus Irianto mengungkapkan, kejadian itu bermula saat LP Cipinang kedatangan dua orang tamu tak dikenal. Keterangan Pelaksana Harian Kalapas LP Cipinang Siswadi menyebutkan, pelakunya adalah tahanan bom BEJ. Agus Irianto menyebutkan, kedua tamu yang datang ke LP itu bermaksud menemui kawannya yang ditahan. ''Seperti biasanya, setiap tamu yang berkunjung diminta menyerahkan KTP atau identitas. Setelah itu, kedua orang terebut menyerahkan KTP masing-masing. Karena KTP-nya mencurigakan, lalu kedua orang tersebut diminta menunggu di ruangan lain,'' tuturnya. http://www.suaramerdeka.com/harian/0107/28/nas9.htm Biasa Dipakai Paspampres Jenis Pistol Penembak Mati Hakim Agung -------------------------------------------- JAKARTA - Meski motif penembakan Syafiuddin Kartasasmita belum terungkap, polisi memastikan pistol yang dipakai pembunuh hakim agung itu adalah Browning kaliber 9 mm. Bukan jenis FN 38 seperti diduga sebelumnya. "Umumnya, pistol Browning digunakan satuan khusus. Seperti Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden, Red) dan Kopassus (Komando Pasukan Khusus, Red)," ungkap Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) M. Hamin pada pemaparan tim khusus kasus Syafiuddin di Korserse Mabes Polri, kemarin. Hamin menjelaskan, pistol Browning buatan Finlandia itu tak hanya terkenal awet. Tapi juga mudah dioperasikan. Dalam kesempatan kemarin, selain kepala Puslabfor, datang pula Kakorserse Polri Irjen Pol Engkesman Hillep dan Kaditserse Polda Metro Jaya Kombes Pol Adang Rochjana. Rapat itu berlangsung satu jam. Hamin mengatakan, meski pistol tersebut milik aparat, polisi belum bisa memastikan bahwa pelaku penembakan juga aparat. Polisi memang tampak bekerja keras untuk mengungkap kasus penembakan penegak hukum ini. Seperti diketahui, Syafiuddin dua hari lalu ditembak oleh salah satu di antara empat orang tak dikenal (mengendarai dua sepeda motor). Penembakan itu terjadi di daerah Kemayoran, saat korban dengan mengendarai mobil Honda C-RV berangkat ke kantor. Korban ditemukan tewas dengan sedikitnya lima bekas tembakan. http://www.jawapos.co.id/detail_top.php?u_kat=1 'Periksa Tugas Syafiuddin' ------------------------------ JAKARTA -- Kepala Direktorat Reserse Polda Metro Jaya Kombes Adang Rochjana mengatakan polisi mengarahkan penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Ketua Muda MA Bidang Tindak Pidana, M Syafiuddin Kartasasmita, ke tugas yang sedang dilakukan korban selaku hakim di MA. Seperti diberitakan Republika, Syafiuddin ditembak oleh empat orang tak dikenal yang mengendarai dua sepeda motor. Saat itu korban baru satu kilometer dari rumahnya dan sedang menuju ke kantornya. Mobil yang ia setir sendiri kemudian terbalik setelah dipepet dan ditembak pelaku. Adang mengatakan bisa saja ada terdakwa merasa benci dan tidak puas terhadap keputusan korban saat bertugas sebagai hakim agung. Menurutnya, diduga ada jaringan yang berencana untuk menghabisi korban. "Para pelaku tahu persis rute yang kerap dilalui korban," ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/7). http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=38115&kat_id=3 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
