Haryoko, ente lagi begadang nih. Ane baik-baik aje. Bagus dong ngurusi pegawai. Jangan lupe sama ane yang udah pensiun.
--- Haryoko Poerworiono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Be, gimana kabar. Ini aku Haryoko, temen di UPP. > Sekarang aku di HUman Capital masih ngurusi pegawai. > Gimana ente > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of > Matrodji Mustafa > Sent: Tuesday, July 11, 2006 9:59 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [ex-be2de] Re: FW: Kenapa Zidane > menyundul.....??????? > > > Kangucup, jangan bangunin macan tidur dengan > menyebut > nama ane. > > > --- kangucup <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > pak aruan... kalo saya terima sms, karena zisou > > marah karena diledek > > marco matrodji eh materazzi... "zibot, zibot, > zibot" > > (= zidan botak)... > > mengutip lagunya candhil dari kelompok band rock > > asal bandung > > SUERIUS... > > "zizou juga manusia, punya rasa punya hati, jangan > > samakan dengan isau > > belati" > > ada artikel menarik dari sindhunata di Kompas 11 > > Juli 2006: > > > > **** > > > > Selamat Jalan Zidane > > > > > > Sindhunata > > Manusia itu mudah pecah. Hidupnya dapat menjadi > > berantakan, dan berakhir > > dengan kehancuran tak terkira, yakni kematian. > > Kebahagiaan juga mudah > > pecah. Bahkan, cinta pun rawan terbelah. Itulah > > derita yang harus > > ditanggung manusia, seperti ia harus menanggung > > hidupnya. > > Manusia itu mudah pecah berserpih-serpih. Setiap > > serpih pecahan adalah > > ingatan, yang menyadarkan bahwa tidak hanya kaca > > atau gelas, tetapi juga > > dirinya sendiri mudah pecah. Sebab, ia adalah > insan, > > yang dapat > > bersalah, dan fana. Mau apa, manusia memang > terbuat > > dari daging, > > mempunyai nafsu, ketakutan, kerinduan, dan cinta. > > Memang, ia tidak > > terbuat dari plastik yang liat atau baja yang > kuat, > > karena itu ia mudah > > pecah. > > Itulah realitas yang harus dihadapi setiap insan, > > seperti ditulis oleh > > pengarang Rudolf Walter dalam kumpulan renungannya > > tentang perlunya hati > > yang terbuka agar manusia menerima dirinya dan > > menjadi bahagia. > > Dan realitas itulah yang dialami oleh Zinedine > > Zidane dalam perpanjangan > > waktu di final Piala Dunia 2006 kemarin. Siapa > > menyangka dalam saat yang > > demikian menentukan Zidane diusir dengan kartu > merah > > oleh wasit Horacio > > Elizondo? > > Ia telah mencetak gol penalti ke gawang Gianluigi > > Buffon. Sampai > > perpanjangan waktu, dengan kepala dingin ia > memimpin > > kawan-kawannya > > menggedor pertahanan Italia. Sampai saat itu, di > > kaki Zidane masih > > tersimpan harapan Perancis untuk menjadi juara > > dunia. > > Dan sebelumnya, menjelang final, segala pujian > > dilantunkan kepada > > Zidane, sampai Raymond Domenech khawatir, > > jangan-jangan segala pujian > > itu justru akan menghancurkannya. Memang dengan > > gila-gilaan, suporter > > Perancis mengelu-elukan Zidane. Kata mereka, > "Zidane > > harus menjadi > > presiden." > > Bersama Lilian Thuram, Patrick Vieira, Fabien > > Barthez, dan Claude > > Makelele, Zidane disanjung sebagai "pahlawan yang > > berada di luar apa > > yang baik dan yang buruk". Pada Zidane sudah tak > > dapat dikenakan lagi > > norma baik dan buruk karena ia adalah Messias yang > > akan membebaskan > > Perancis. Itulah kemuliaan Zidane. > > Terusir dengan nista > > Namun, justru di puncak kemuliaannya, Zidane > > tersandung dan terhempas. > > Tiba-tiba ia membalikkan badannya dan menyeruduk > > Marco Materazzi, > > padahal sedang tak ada bola di kaki Materazzi. > > Kontan wasit Elizondo > > mengusirnya dengan kartu merah. Zidane terhempas, > > padahal piala > > kemuliaan sedang berada di depan matanya. Maka ia > > pun terusir dengan > > nista sebagai orang yang terpidana. > > Tak jelas, mengapa Zidane berbuat senekat itu. > > Mungkin ia terprovokasi > > Materazzi. Mungkin ia tercekik oleh sistem > permainan > > selama ini. Sebab, > > kata Michel Platini, permainan bola selama Piala > > Dunia 2006 cenderung > > mendewa-dewakan pertahanan. Dalam sistem seperti > > ini, pemain seperti > > Zidane atau Ronaldinho dipaksa memperbudakkan diri > > bagi pertahanan. > > Tentu ini bisa membuat frustrasi pemain seofensif > > Zidane. > > Itu pun belum bisa menerangkan mengapa Zidane > > menjadi gusar. Maklum, > > selama ini ia dikenal sebagai bapak keluarga yang > > pendiam dan rendah > > hati. Ia bukan popstar seperti David Beckham. Ia > > justru banyak > > menyumbangkan penghasilannya buat karya karitatif. > > Ia sangat menghormati > > ayahnya yang mengajarinya untuk rendah hati dan > > memberi respek kepada > > sesamanya. > > Namun hidup Zidane ternyata juga mempunyai sisi > > gelap. Ia mengaku bisa > > tiba-tiba marah. Perasaan marah itu terpendam di > > lubuk hatinya, dan > > sewaktu-waktu bisa meluap keluar. Pada keadaan > > begini, Zidane bagaikan > > kucing jinak yang tiba-tiba menjadi binatang liar. > > Karena ledakan emosi > > itu, cukup banyak kartu merah dikantonginya. > > "Saya memendam tumpukan agresi. Saya tak dapat > > mengatakannya dengan > > kata-kata apa sesungguhnya agresi itu. Tetapi > suatu > > saat tiba-tiba, > > agresi itu keluar, dan saya meledak," katanya pada > > suatu kesempatan. Dan > > ia pun bercerita lagi, "Saya berasal dari > lingkungan > > yang keras di > > pinggiran Marseille. Di sana saya tidak ingin > > berkelahi. Tetapi jika > > seseorang memprovokasi saya, saya tidak bisa > tinggal > > diam. Saya bisa > > terjangkit untuk membalasnya. Itulah saya," cerita > > Zidane jujur. > > Ternyata, dalam pertandingan yang demikian > > menentukan di Berlin, sekali > > lagi ia tak mampu membendung luapan emosinya. Maka > > bukan bola, tetapi > > Materazzi yang ditanduknya. Ia diusir, lalu dengan > > tertunduk dan gontai > > ia meninggalkan lapangan. Di kabin, mungkin ia > > berpikir, andaikan bukan > > David Trezeguet tetapi ia sendiri yang mengambil > > penalti, mungkin kans > > Perancis tetap terbuka untuk jadi juara. Tapi > sesal > > kemudian tak ada > > gunanya. > > Di luar, kembang api bertaburan. Domenech > > menengadah, terdiam seperti > > orang kehilangan akal. Lilian Thuram menangis. > Hati > > Zidane kiranya juga > > sedih teriris-iris. Ia telah melengkapi takdirnya > > sebagai pemain bola, > > tetapi bukan dengan kesuksesan dan kegembiraan, > > melainkan dengan > > kegagalan dan kesedihan. Ia ternyata bukan dewa > > tetapi hanyalah manusia > > biasa yang mudah pecah. > > Piala Dunia 2006 telah berakhir. Kita bergembira > > bersama Italia, dan > > bersedih bersama Perancis. Tetapi betapa pun, kita > > boleh bersyukur > > dengan kisah Zidane yang tragis. Sebab, meski > dengan > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> See what's inside the new Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/qO4qlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ************************************************************************ Mantan BBD's mailing list * Post message : [email protected] * Subscribe : [EMAIL PROTECTED] * Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] * List owner : [EMAIL PROTECTED] * Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/ ************************************************************************ Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com ************************************************************************ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/estika/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
