Kalau diejek orang kita punya hak membalas, walaupun sebaiknya bersabar.
--- "nandi s. chatab" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sayangnya tulisan itu menyimpulkan Zidane tak > berhasil menjadi pemain yang baik (alinea terakhir > artikel). Padahal ternyata dia pemain terbaik Piala > Dunia 2006 dan mendapatkan bola emas. Ternyata > menyundul bukan sesuatu yang tidak baik hehehe > > Maringan Aruan <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: Tks Kang Ucup. > Tulisan Sindhunata tsb sangat bagus sekali. Bahasa > tersebut dimuat di Harian Kompas hari ini Rabu 12/07 > di halaman 1 > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of kangucup > Sent: Tuesday, July 11, 2006 11:04 PM > To: [email protected] > Subject: [ex-be2de] Re: FW: Kenapa Zidane > menyundul.....??????? > > > pak aruan... kalo saya terima sms, karena zisou > marah karena diledek marco matrodji eh materazzi... > "zibot, zibot, zibot" (= zidan botak)... > mengutip lagunya candhil dari kelompok band rock > asal bandung SUERIUS... > "zizou juga manusia, punya rasa punya hati, jangan > samakan dengan isau belati" > ada artikel menarik dari sindhunata di Kompas 11 > Juli 2006: > **** > Selamat Jalan Zidane > Sindhunata Manusia itu mudah pecah. Hidupnya > dapat menjadi berantakan, dan berakhir dengan > kehancuran tak terkira, yakni kematian. Kebahagiaan > juga mudah pecah. Bahkan, cinta pun rawan terbelah. > Itulah derita yang harus ditanggung manusia, seperti > ia harus menanggung hidupnya. Manusia itu mudah > pecah berserpih-serpih. Setiap serpih pecahan adalah > ingatan, yang menyadarkan bahwa tidak hanya kaca > atau gelas, tetapi juga dirinya sendiri mudah pecah. > Sebab, ia adalah insan, yang dapat bersalah, dan > fana. Mau apa, manusia memang terbuat dari daging, > mempunyai nafsu, ketakutan, kerinduan, dan cinta. > Memang, ia tidak terbuat dari plastik yang liat atau > baja yang kuat, karena itu ia mudah pecah. Itulah > realitas yang harus dihadapi setiap insan, seperti > ditulis oleh pengarang Rudolf Walter dalam kumpulan > renungannya tentang perlunya hati yang terbuka agar > manusia menerima dirinya dan menjadi bahagia. Dan > realitas itulah yang dialami oleh Zinedine Zidane > dalam > perpanjangan waktu di final Piala Dunia 2006 > kemarin. Siapa menyangka dalam saat yang demikian > menentukan Zidane diusir dengan kartu merah oleh > wasit Horacio Elizondo? Ia telah mencetak gol > penalti ke gawang Gianluigi Buffon. Sampai > perpanjangan waktu, dengan kepala dingin ia memimpin > kawan-kawannya menggedor pertahanan Italia. Sampai > saat itu, di kaki Zidane masih tersimpan harapan > Perancis untuk menjadi juara dunia. Dan > sebelumnya, menjelang final, segala pujian > dilantunkan kepada Zidane, sampai Raymond Domenech > khawatir, jangan-jangan segala pujian itu justru > akan menghancurkannya. Memang dengan gila-gilaan, > suporter Perancis mengelu-elukan Zidane. Kata > mereka, "Zidane harus menjadi presiden." Bersama > Lilian Thuram, Patrick Vieira, Fabien Barthez, dan > Claude Makelele, Zidane disanjung sebagai "pahlawan > yang berada di luar apa yang baik dan yang buruk". > Pada Zidane sudah tak dapat dikenakan lagi norma > baik dan buruk karena ia adalah Messias yang akan > membebaskan > Perancis. Itulah kemuliaan Zidane. Terusir dengan > nista Namun, justru di puncak kemuliaannya, Zidane > tersandung dan terhempas. Tiba-tiba ia membalikkan > badannya dan menyeruduk Marco Materazzi, padahal > sedang tak ada bola di kaki Materazzi. Kontan wasit > Elizondo mengusirnya dengan kartu merah. Zidane > terhempas, padahal piala kemuliaan sedang berada di > depan matanya. Maka ia pun terusir dengan nista > sebagai orang yang terpidana. Tak jelas, mengapa > Zidane berbuat senekat itu. Mungkin ia terprovokasi > Materazzi. Mungkin ia tercekik oleh sistem permainan > selama ini. Sebab, kata Michel Platini, permainan > bola selama Piala Dunia 2006 cenderung > mendewa-dewakan pertahanan. Dalam sistem seperti > ini, pemain seperti Zidane atau Ronaldinho dipaksa > memperbudakkan diri bagi pertahanan. Tentu ini bisa > membuat frustrasi pemain seofensif Zidane. Itu pun > belum bisa menerangkan mengapa Zidane menjadi gusar. > Maklum, selama ini ia dikenal sebagai bapak keluarga > yang pendiam dan rendah > hati. Ia bukan popstar seperti David Beckham. Ia > justru banyak menyumbangkan penghasilannya buat > karya karitatif. Ia sangat menghormati ayahnya yang > mengajarinya untuk rendah hati dan memberi respek > kepada sesamanya. Namun hidup Zidane ternyata juga > mempunyai sisi gelap. Ia mengaku bisa tiba-tiba > marah. Perasaan marah itu terpendam di lubuk > hatinya, dan sewaktu-waktu bisa meluap keluar. Pada > keadaan begini, Zidane bagaikan kucing jinak yang > tiba-tiba menjadi binatang liar. Karena ledakan > emosi itu, cukup banyak kartu merah dikantonginya. > "Saya memendam tumpukan agresi. Saya tak dapat > mengatakannya dengan kata-kata apa sesungguhnya > agresi itu. Tetapi suatu saat tiba-tiba, agresi itu > keluar, dan saya meledak," katanya pada suatu > kesempatan. Dan ia pun bercerita lagi, "Saya berasal > dari lingkungan yang keras di pinggiran Marseille. > Di sana saya tidak ingin berkelahi. Tetapi jika > seseorang memprovokasi saya, saya tidak bisa tinggal > diam. Saya bisa terjangkit untuk > membalasnya. Itulah saya," cerita Zidane jujur. > Ternyata, dalam pertandingan yang demikian > menentukan di Berlin, sekali lagi ia tak mampu > membendung luapan emosinya. Maka bukan bola, tetapi > Materazzi yang ditanduknya. Ia diusir, lalu dengan > tertunduk dan gontai ia meninggalkan lapangan. Di > kabin, mungkin ia berpikir, andaikan bukan David > Trezeguet tetapi ia sendiri yang mengambil penalti, > mungkin kans Perancis tetap terbuka untuk jadi > juara. Tapi sesal kemudian tak ada gunanya. Di > luar, kembang api bertaburan. Domenech menengadah, > terdiam seperti orang kehilangan akal. Lilian Thuram > menangis. Hati Zidane kiranya juga sedih > teriris-iris. Ia telah melengkapi takdirnya sebagai > pemain bola, tetapi bukan dengan kesuksesan dan > kegembiraan, melainkan dengan kegagalan dan > kesedihan. Ia ternyata bukan dewa tetapi hanyalah > manusia biasa yang mudah pecah. Piala Dunia 2006 > telah berakhir. Kita bergembira bersama Italia, dan > bersedih bersama Perancis. Tetapi betapa pun, kita > boleh bersyukur dengan kisah Zidane yang tragis. > Sebab, meski dengan negatif, Zidane telah menjawab > teka-teki kebijaksanaan hidup yang diberikan Roberto > Baggio kepada Luca Toni, "Jika kamu mau menjadi > pemain bola yang baik, kamu harus menjadi manusia > yang baik." Memang Zidane tak berhasil menjadi > pemain bola yang baik karena ia tak dapat menahan > amarahnya. Tetapi dengan demikian, ia mengantarkan > kita untuk melihat diri kita yang sesungguhnya: > Seperti dia, kita adalah manusia yang mudah pecah. > Itulah serpih ingatan yang amat berharga untuk kita > bawa pulang ke dunia harian kita yang nyata, setelah > sebulan kita berpesta dengan Piala Dunia. > > > --- In [email protected], "Maringan Aruan" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Pantesan aja di sundul sama Om Zidane..... > > > > > <http://www.pialadunia.com/content_images/content/2006/07/11/439/Zidane- > > > Materazzi-210.jpg> > > > AFP/John McDougall-Pascal Pavani > > > > > > London - Jika ahli pembaca gerak bibir benar, > maka > > > Marco Materazzi dalam > > > masalah besar. Provokasi yang dilakukannya > sangat > > > kejam yakni menyebut > > > Zinedine Zidane sebagai 'anak seorang pelacur > > > teroris'. > > > > > > Hasil pengamatan ahli pembaca gerak bibir > bernama > > > Marianne Frere > > > dipublikasikan oleh suratkabar The Sun seperti > > > dilansir Tribalfootball, > > > Selasa (11/7/2006). > > > > > > Materazzi mengucapakan provokasinya dalam bahasa > > > Italia. Namun Zidane > > > bisa memahaminya karena pernah bermain selama > lima > > > tahun di Juventus. > > > > > > Insiden berawal dari tugas Materazzi mengawal > > > pergerakan Zidane. Pada > > > satu momen, bek Inter Milan itu meremas puting > > > lawannya. Kalimat pertama > > > yang terbaca oleh Frere adalah, 'bola tinggi > bukan > > > untuk kotoran > > > sepertimu'. > > > > > > Hinaan yang dimaksud dalam bahasa Italia ialah > > > Feccia yang dalam bahasa > > > Inggris adalah scum atau s**t. > > > > > > Usai hinaan ini, Zidane masih tersenyum dan > berlalu. > > > Tetapi kemudian > > > terbaca kalimat lain yakni, 'semua orang tahu > kau > > > adalah anak seorang > > > pelacur teroris'. Usai kalimat inilah Zidane > > > membalikkan badannya dan > > > menanduk dada Materazzi. > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/qO4qlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ************************************************************************ Mantan BBD's mailing list * Post message : [email protected] * Subscribe : [EMAIL PROTECTED] * Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] * List owner : [EMAIL PROTECTED] * Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/ ************************************************************************ Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com ************************************************************************ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/estika/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
