pak nandi... dugaan saya ketika membuat tulisan, sindhunata belum tahu
kalau FIFA mengumumkan zizou sebagai pemain terbaik...
keputusan FIFA itu pasti berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang
matang..
apalagi masalah rasis menjadi isu sentral di pildun 2006... buktinya
tiap awal pertandingan ada empat bocah membawa spanduk besar yang
digelar di tengah lapangan bertuliskan "SAY NO TO RACISM"... sehingga
diharapkan pildun 2006 bebas dari cemooh maupun sikap yang menyinggung
SARA...
memang masih perlu penyamaan persepsi apakah cemooh "teroris" yang
dilontarkan Marco Materazzi terhadap Zinedine Yazid Zidane, imigran asal
Aljazair itu rermasuk  menyungging SARA  atau tidak.. apalagi FIFA juga
belum ngatur "cemooh" terhadap pemain lain, yang diatur baru tindakan
terhadap pemain lain... apakah mungkin di pildun yang akan datang setiap
pemain dipasangi mikropon kaya wasit sekarang???

salam....




--- In [email protected], Winaldi Mustajab <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau diejek orang kita punya hak membalas, walaupun
> sebaiknya bersabar.
>
>
> --- "nandi s. chatab" [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Sayangnya tulisan itu menyimpulkan Zidane tak
> > berhasil menjadi pemain yang baik (alinea terakhir
> > artikel). Padahal ternyata dia pemain terbaik Piala
> > Dunia 2006 dan mendapatkan bola emas. Ternyata
> > menyundul bukan sesuatu yang tidak baik hehehe
> >
> > Maringan Aruan [EMAIL PROTECTED]
> > wrote: Tks Kang Ucup.
> > Tulisan Sindhunata tsb sangat bagus sekali. Bahasa
> > tersebut dimuat di Harian Kompas hari ini Rabu 12/07
> > di halaman 1
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected]
> > [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of kangucup
> > Sent: Tuesday, July 11, 2006 11:04 PM
> > To: [email protected]
> > Subject: [ex-be2de] Re: FW: Kenapa Zidane
> > menyundul.....???????
> >
> >
> > pak aruan... kalo saya terima sms, karena zisou
> > marah karena diledek marco matrodji eh materazzi...
> > "zibot, zibot, zibot" (= zidan botak)...
> > mengutip lagunya candhil dari kelompok band rock
> > asal bandung SUERIUS...
> > "zizou juga manusia, punya rasa punya hati, jangan
> > samakan dengan isau belati"
> > ada artikel menarik dari sindhunata di Kompas 11
> > Juli 2006:
> > ****
> > Selamat Jalan Zidane
> > Sindhunata Manusia itu mudah pecah. Hidupnya
> > dapat menjadi berantakan, dan berakhir dengan
> > kehancuran tak terkira, yakni kematian. Kebahagiaan
> > juga mudah pecah. Bahkan, cinta pun rawan terbelah.
> > Itulah derita yang harus ditanggung manusia, seperti
> > ia harus menanggung hidupnya. Manusia itu mudah
> > pecah berserpih-serpih. Setiap serpih pecahan adalah
> > ingatan, yang menyadarkan bahwa tidak hanya kaca
> > atau gelas, tetapi juga dirinya sendiri mudah pecah.
> > Sebab, ia adalah insan, yang dapat bersalah, dan
> > fana. Mau apa, manusia memang terbuat dari daging,
> > mempunyai nafsu, ketakutan, kerinduan, dan cinta.
> > Memang, ia tidak terbuat dari plastik yang liat atau
> > baja yang kuat, karena itu ia mudah pecah. Itulah
> > realitas yang harus dihadapi setiap insan, seperti
> > ditulis oleh pengarang Rudolf Walter dalam kumpulan
> > renungannya tentang perlunya hati yang terbuka agar
> > manusia menerima dirinya dan menjadi bahagia. Dan
> > realitas itulah yang dialami oleh Zinedine Zidane
> > dalam
> > perpanjangan waktu di final Piala Dunia 2006
> > kemarin. Siapa menyangka dalam saat yang demikian
> > menentukan Zidane diusir dengan kartu merah oleh
> > wasit Horacio Elizondo? Ia telah mencetak gol
> > penalti ke gawang Gianluigi Buffon. Sampai
> > perpanjangan waktu, dengan kepala dingin ia memimpin
> > kawan-kawannya menggedor pertahanan Italia. Sampai
> > saat itu, di kaki Zidane masih tersimpan harapan
> > Perancis untuk menjadi juara dunia. Dan
> > sebelumnya, menjelang final, segala pujian
> > dilantunkan kepada Zidane, sampai Raymond Domenech
> > khawatir, jangan-jangan segala pujian itu justru
> > akan menghancurkannya. Memang dengan gila-gilaan,
> > suporter Perancis mengelu-elukan Zidane. Kata
> > mereka, "Zidane harus menjadi presiden." Bersama
> > Lilian Thuram, Patrick Vieira, Fabien Barthez, dan
> > Claude Makelele, Zidane disanjung sebagai "pahlawan
> > yang berada di luar apa yang baik dan yang buruk".
> > Pada Zidane sudah tak dapat dikenakan lagi norma
> > baik dan buruk karena ia adalah Messias yang akan
> > membebaskan
> > Perancis. Itulah kemuliaan Zidane. Terusir dengan
> > nista Namun, justru di puncak kemuliaannya, Zidane
> > tersandung dan terhempas. Tiba-tiba ia membalikkan
> > badannya dan menyeruduk Marco Materazzi, padahal
> > sedang tak ada bola di kaki Materazzi. Kontan wasit
> > Elizondo mengusirnya dengan kartu merah. Zidane
> > terhempas, padahal piala kemuliaan sedang berada di
> > depan matanya. Maka ia pun terusir dengan nista
> > sebagai orang yang terpidana. Tak jelas, mengapa
> > Zidane berbuat senekat itu. Mungkin ia terprovokasi
> > Materazzi. Mungkin ia tercekik oleh sistem permainan
> > selama ini. Sebab, kata Michel Platini, permainan
> > bola selama Piala Dunia 2006 cenderung
> > mendewa-dewakan pertahanan. Dalam sistem seperti
> > ini, pemain seperti Zidane atau Ronaldinho dipaksa
> > memperbudakkan diri bagi pertahanan. Tentu ini bisa
> > membuat frustrasi pemain seofensif Zidane. Itu pun
> > belum bisa menerangkan mengapa Zidane menjadi gusar.
> > Maklum, selama ini ia dikenal sebagai bapak keluarga
> > yang pendiam dan rendah
> > hati. Ia bukan popstar seperti David Beckham. Ia
> > justru banyak menyumbangkan penghasilannya buat
> > karya karitatif. Ia sangat menghormati ayahnya yang
> > mengajarinya untuk rendah hati dan memberi respek
> > kepada sesamanya. Namun hidup Zidane ternyata juga
> > mempunyai sisi gelap. Ia mengaku bisa tiba-tiba
> > marah. Perasaan marah itu terpendam di lubuk
> > hatinya, dan sewaktu-waktu bisa meluap keluar. Pada
> > keadaan begini, Zidane bagaikan kucing jinak yang
> > tiba-tiba menjadi binatang liar. Karena ledakan
> > emosi itu, cukup banyak kartu merah dikantonginya.
> > "Saya memendam tumpukan agresi. Saya tak dapat
> > mengatakannya dengan kata-kata apa sesungguhnya
> > agresi itu. Tetapi suatu saat tiba-tiba, agresi itu
> > keluar, dan saya meledak," katanya pada suatu
> > kesempatan. Dan ia pun bercerita lagi, "Saya berasal
> > dari lingkungan yang keras di pinggiran Marseille.
> > Di sana saya tidak ingin berkelahi. Tetapi jika
> > seseorang memprovokasi saya, saya tidak bisa tinggal
> > diam. Saya bisa terjangkit untuk
> > membalasnya. Itulah saya," cerita Zidane jujur.
> > Ternyata, dalam pertandingan yang demikian
> > menentukan di Berlin, sekali lagi ia tak mampu
> > membendung luapan emosinya. Maka bukan bola, tetapi
> > Materazzi yang ditanduknya. Ia diusir, lalu dengan
> > tertunduk dan gontai ia meninggalkan lapangan. Di
> > kabin, mungkin ia berpikir, andaikan bukan David
> > Trezeguet tetapi ia sendiri yang mengambil penalti,
> > mungkin kans Perancis tetap terbuka untuk jadi
> > juara. Tapi sesal kemudian tak ada gunanya. Di
> > luar, kembang api bertaburan. Domenech menengadah,
> > terdiam seperti orang kehilangan akal. Lilian Thuram
> > menangis. Hati Zidane kiranya juga sedih
> > teriris-iris. Ia telah melengkapi takdirnya sebagai
> > pemain bola, tetapi bukan dengan kesuksesan dan
> > kegembiraan, melainkan dengan kegagalan dan
> > kesedihan. Ia ternyata bukan dewa tetapi hanyalah
> > manusia biasa yang mudah pecah. Piala Dunia 2006
> > telah berakhir. Kita bergembira bersama Italia, dan
> > bersedih bersama Perancis. Tetapi betapa pun, kita
> > boleh bersyukur dengan kisah Zidane yang tragis.
> > Sebab, meski dengan negatif, Zidane telah menjawab
> > teka-teki kebijaksanaan hidup yang diberikan Roberto
> > Baggio kepada Luca Toni, "Jika kamu mau menjadi
> > pemain bola yang baik, kamu harus menjadi manusia
> > yang baik." Memang Zidane tak berhasil menjadi
> > pemain bola yang baik karena ia tak dapat menahan
> > amarahnya. Tetapi dengan demikian, ia mengantarkan
> > kita untuk melihat diri kita yang sesungguhnya:
> > Seperti dia, kita adalah manusia yang mudah pecah.
> > Itulah serpih ingatan yang amat berharga untuk kita
> > bawa pulang ke dunia harian kita yang nyata, setelah
> > sebulan kita berpesta dengan Piala Dunia.
> >
> >
> > --- In [email protected], "Maringan Aruan"
> > maringan.aruan@ wrote:
> > >
> > > Pantesan aja di sundul sama Om Zidane.....
> > >
> > >
> >
>
<http://www.pialadunia.com/content_images/content/2006/07/11/439/Zidane-
> > > > Materazzi-210.jpg>
> > > > AFP/John McDougall-Pascal Pavani
> > > >
> > > > London - Jika ahli pembaca gerak bibir benar,
> > maka
> > > > Marco Materazzi dalam
> > > > masalah besar. Provokasi yang dilakukannya
> > sangat
> > > > kejam yakni menyebut
> > > > Zinedine Zidane sebagai 'anak seorang pelacur
> > > > teroris'.
> > > >
> > > > Hasil pengamatan ahli pembaca gerak bibir
> > bernama
> > > > Marianne Frere
> > > > dipublikasikan oleh suratkabar The Sun seperti
> > > > dilansir Tribalfootball,
> > > > Selasa (11/7/2006).
> > > >
> > > > Materazzi mengucapakan provokasinya dalam bahasa
> > > > Italia. Namun Zidane
> > > > bisa memahaminya karena pernah bermain selama
> > lima
> > > > tahun di Juventus.
> > > >
> > > > Insiden berawal dari tugas Materazzi mengawal
> > > > pergerakan Zidane. Pada
> > > > satu momen, bek Inter Milan itu meremas puting
> > > > lawannya. Kalimat pertama
> > > > yang terbaca oleh Frere adalah, 'bola tinggi
> > bukan
> > > > untuk kotoran
> > > > sepertimu'.
> > > >
> > > > Hinaan yang dimaksud dalam bahasa Italia ialah
> > > > Feccia yang dalam bahasa
> > > > Inggris adalah scum atau s**t.
> > > >
> > > > Usai hinaan ini, Zidane masih tersenyum dan
> > berlalu.
> > > > Tetapi kemudian
> > > > terbaca kalimat lain yakni, 'semua orang tahu
> > kau
> > > > adalah anak seorang
> > > > pelacur teroris'. Usai kalimat inilah Zidane
> > > > membalikkan badannya dan
> > > > menanduk dada Materazzi.
> >
> === message truncated ===
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/qO4qlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected] 
* Subscribe    : [EMAIL PROTECTED] 
* Unsubscribe  : [EMAIL PROTECTED] 
* List owner   : [EMAIL PROTECTED] 
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/estika/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke