Title: RE: [exbhp] RE: [exbhp]

Filosofi wartawan : "Berani nulis salah"
Komentator : "Berani nyalahin yang bener"

Salam,
Hag

-----Original Message-----
From: Hinaldi, Dedi [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, June 23, 2005 12:36 PM
To: [email protected]
Subject: [exbhp] RE: [exbhp]


Ada benernya tapi banyak yang salahnya.
DH

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of shobirin mohammad
Sent: Wednesday, 22 June 2005 4:21 PM
To: [email protected]
Subject: [exbhp]



All,
Berita dr Media Indonesia ini benar nggak?

Salam,
ms

Ribuan Karyawan PT Arutmin Dirumahkan
 
 Penulis: Denny Saputra
BANJARMASIN--MIOL: Dampak terhentinya pasokan bahan bakar minyak solar
ke unit pertambangan PT Arutmin Indonesia unit Senakin Kabupaten
Kotabaru dan Satui Kabupaten Tanah Bumbu, menyusul diamankannya tiga
kapal tongkang pengangkut BBM yang memuat 4.150 kilo liter oleh TNI
Angkatan Laut beberapa waktu lalu menyebabkan ribuan karyawan PT Arutmin
terpaksa dirumahkan.

Terhitung sejak tanggal 20 Juni, pertambangan unit Senakin-KOtabaru,
diikuti pertambangan unit Satui-Tanah Bumbu dan pelabuhan khusus Tanjung
Pemancingan milik PT Arutmin berhenti beroperasi. Penghentian
operasional ini, disebabkannya macetnya pasokan BBM dari Pertamina
menyusul diamankannya tiga kapal tongkang penyuplai BBM oleh TNI AL di
perairan Kotabaru.

Hanafi Arif, Eksternal Relation PT Arutmin Indonesia Banjarmasin, Rabu
(22/6), mengatakan satu dari tiga kapal yang ditahan sudah dilepas,
tetapi dua kapal lainnya hingga kini masih ditahan. "Yang dilepas itu,
kapal pengangkut BBM cadangan untuk dua hari, tetapi BBM untuk
operasional tambang utama masih ditahan," katanya.

Akibat terhentinya operasional pertambangan tersebut,sekitar 8.000
karyawan Arutmin dan kontraktornya terdiri dari 5.500 karyawan di lokasi
Senakin, 2.000 di lokasi Satui dan sisanya di lokasi Tanjung
Pemancingan, terpaksa dirumahkan sementara hingga

pasokan BBM kembali lancar. Menurut Hanafi, diamankannya kapal penyuplai
solar untuk operasional tambang ini, berimbas pada kerugian yang harus
ditanggung pihak perusahaan mulai dari produksi hingga jadwal pengiriman
batubara.

Kondisi penghentian operasional ini diperkirakan akan berlangsung hingga
dua pekan ke depan. Tidak hanya itu, saat ini sebanyak 77.000 metrik ton
batubara yang siap dikirim untuk suplai kebutuhan nasional termasuk
industri baja dan pembangkit tenaga listrik PLTU Suralaya dan PLTU
Paiton otomatis terhenti.

Total produksi PT Arutmin pertahun mencapai 18 Juta Metrik ton dan 25
persennya untuk pasokan dalam negeri. 75 persennya lain merupakan
batubara ekspor, di mana pasar terbesar adalah negara Jepang mencapai
80. Pt Arutmin juga pemasok utama batubara untuk pembangkit listrik Jawa
Bali, setelah berkurang pasokan batubara dari PT Bukit Asam.

Untuk pihak PT Arutmin sudah meminta kepada pemerintah pusat melalui
Direktur Jenderal Geologi dan SDM dan Pemprov Kalimantan Selatan untuk
memfasilitasi penyelesaian masalah ini. =93Kita masih berupaya membuat
kesepakatan melalui jalan damai, tetapi jika masalah ini terus berlanjut
kemungkinan besar kita akan melakukan upaya hukum atas penahanan kapal
pengangkut BBM kita," katanya.

Selain Pt Arutmin, dua perusahaan pertambangan lain PT Adaro Indonesia
dan Pt Jorong Barutama Grestone juga mengalami keterlambatan pasokan BBM
terkait diamankannya kapal pengangkut BBM oleh jajaran TNI AL, dalam dua
hari terakhir. (DY/OL-1)


This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared by MailMarshal - For more information please visit www.marshalsoftware.com

Kirim email ke