Kalau soal meregang-regang otot, memang Irfan kagak ade matinye...
On 6/23/05, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Itu aja koq repot ya? > Yang penting masih ada transferan ke Account kita dan gajian juga masih > tetap lancar itu berarti masih sehat.... > > Sekali-sekali renggangin otot-otot.... > > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > Of Riyadi > Sent: Wednesday, June 22, 2005 5:30 PM > To: [email protected] > Subject: [exbhp] Re: [exbhp] > > > > Weleh welehhhhh kok jadi heboh to yo, > > Senakin alatnya memang nongkrong semua karena nggak bisa minum karena > perahu yang membawa minuman ditahan serdadu banyu di Kotabaru tapi tidak > sebanyak itu yang tidak bisa kerja, hanya operator aja, yang lain normal > kerja. Wong di Senakin karyawan TCI dan subcont totalnya hanya sekitar > 1500 orang kok. > Lagian selain mining Jig dan DMP masih kerja sebagaimana layaknya > karyawan. > Ya hitung hitung bonus buat operator dari bapak tentara. > > Beritanya aja yang dibesar besarkan biar greng. > > Regards, > > Ryd > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > Of shobirin mohammad > Sent: Wednesday, June 22, 2005 4:21 PM > To: [email protected] > Subject: [exbhp] > > > All, > Berita dr Media Indonesia ini benar nggak? > > Salam, > ms > > Ribuan Karyawan PT Arutmin Dirumahkan > > Penulis: Denny Saputra > BANJARMASIN--MIOL: Dampak terhentinya pasokan bahan bakar minyak solar > ke unit pertambangan PT Arutmin Indonesia unit Senakin Kabupaten > Kotabaru dan Satui Kabupaten Tanah Bumbu, menyusul diamankannya tiga > kapal tongkang pengangkut BBM yang memuat 4.150 kilo liter oleh TNI > Angkatan Laut beberapa waktu lalu menyebabkan ribuan karyawan PT Arutmin > terpaksa dirumahkan. > > Terhitung sejak tanggal 20 Juni, pertambangan unit Senakin-KOtabaru, > diikuti pertambangan unit Satui-Tanah Bumbu dan pelabuhan khusus Tanjung > Pemancingan milik PT Arutmin berhenti beroperasi. Penghentian > operasional ini, disebabkannya macetnya pasokan BBM dari Pertamina > menyusul diamankannya tiga kapal tongkang penyuplai BBM oleh TNI AL di > perairan Kotabaru. > > Hanafi Arif, Eksternal Relation PT Arutmin Indonesia Banjarmasin, Rabu > (22/6), mengatakan satu dari tiga kapal yang ditahan sudah dilepas, > tetapi dua kapal lainnya hingga kini masih ditahan. "Yang dilepas itu, > kapal pengangkut BBM cadangan untuk dua hari, tetapi BBM untuk > operasional tambang utama masih ditahan," katanya. > > Akibat terhentinya operasional pertambangan tersebut,sekitar 8.000 > karyawan Arutmin dan kontraktornya terdiri dari 5.500 karyawan di lokasi > Senakin, 2.000 di lokasi Satui dan sisanya di lokasi Tanjung > Pemancingan, terpaksa dirumahkan sementara hingga > > pasokan BBM kembali lancar. Menurut Hanafi, diamankannya kapal penyuplai > solar untuk operasional tambang ini, berimbas pada kerugian yang harus > ditanggung pihak perusahaan mulai dari produksi hingga jadwal pengiriman > batubara. > > Kondisi penghentian operasional ini diperkirakan akan berlangsung hingga > dua pekan ke depan. Tidak hanya itu, saat ini sebanyak 77.000 metrik ton > batubara yang siap dikirim untuk suplai kebutuhan nasional termasuk > industri baja dan pembangkit tenaga listrik PLTU Suralaya dan PLTU > Paiton otomatis terhenti. > > Total produksi PT Arutmin pertahun mencapai 18 Juta Metrik ton dan 25 > persennya untuk pasokan dalam negeri. 75 persennya lain merupakan > batubara ekspor, di mana pasar terbesar adalah negara Jepang mencapai > 80. Pt Arutmin juga pemasok utama batubara untuk pembangkit listrik Jawa > Bali, setelah berkurang pasokan batubara dari PT Bukit Asam. > > Untuk pihak PT Arutmin sudah meminta kepada pemerintah pusat melalui > Direktur Jenderal Geologi dan SDM dan Pemprov Kalimantan Selatan untuk > memfasilitasi penyelesaian masalah ini. =93Kita masih berupaya membuat > kesepakatan melalui jalan damai, tetapi jika masalah ini terus berlanjut > kemungkinan besar kita akan melakukan upaya hukum atas penahanan kapal > pengangkut BBM kita," katanya. > > Selain Pt Arutmin, dua perusahaan pertambangan lain PT Adaro Indonesia > dan Pt Jorong Barutama Grestone juga mengalami keterlambatan pasokan BBM > terkait diamankannya kapal pengangkut BBM oleh jajaran TNI AL, dalam dua > hari terakhir. (DY/OL-1) > > ______________________________________________________________________ > This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System. > For more information please visit http://www.messagelabs.com/email > ______________________________________________________________________ > > ****************** > IMPORTANT - This email and any attachments may be confidential and > privileged. If received in error, please contact Thiess and delete all > copies. You may not rely on advice and documents received by email > unless confirmed by a signed Thiess letter. Before opening or using > attachments, check them for viruses and defects. Thiess' liability is > limited to resupplying any affected attachments. > ****************** > > ______________________________________________________________________ > This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System. > For more information please visit http://www.messagelabs.com/email > ______________________________________________________________________ > > > > > =============================================== > > The content of this message may contain the private > views and opinions of the sender and does not > constitute a formal view and/or opinion of the > company unless specifically stated. > > The contents of this email and any attachments > may contain confidential and/or proprietary > information, and is intended only for the > person/entity to whom it was originally addressed. > Any dissemination, distribution or copying of this > communication is strictly prohibited. > > If you have received this email in error please > notify the sender immediately by return e-mail > and delete this message and any attachments from > your system. > > Please refer to http://www.newmont.com/en/disclaimer > for other language versions of this disclaimer. > > ================================================ > > > >
