Sebenarnya penamaan Tuffaceous mungkin lebih mencirikan material kandungan lainnya lagi, karena akan banyak sebutan laiinya contohnya Shally Limestone, silicifeous Limestone, dan lain lain . . . . .
2012/11/20 prihatin tri setyobudi <[email protected]> > Ga bisa begitu juga mas Tatzky...justru sesuatu yang unik dari ciri batuan > itu harus dimunculkan...apalagi jika nantinya mau memetakan fasiesnya... > justru jangan berhenti dengan nama "limestone".. harus keluar yang khasnya > > salam, > PTS > > ------------------------------ > *Dari:* Tatzky Reza Setiawan <[email protected]> > *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]> > *Dikirim:* Selasa, 20 November 2012 12:36 > *Judul:* Re: [fgmi] tuffaceous limestone > > Ijin berkomentar, wlpun saya tdk mendalaminya skrg, saya masih ingat > mahzabnya btugamping, > Kalo diberikan "limestone" itu harus menggunakan dasarnya klasifikasi > siapa, embryklovankah? Dunhamkah? Atau siapa lg gtu, > Dan klo limestone, secara komposisi dominan material karbonatnya,, > Kalo dikatakan dsana dominant 50% piroklastik (non karbonat) maka berat > utk dkatakan limestone, > Utk silisiklastik dan piroklastik (bat. Gng api) dibahas d bukunya Mcphee, > saya juga lpa klasifikatornya siapa,, > > Jika limestone sebaiknya dapat dideskripsikan secara "limestone embry > klovan - dunham - folk" > Tetapi jika data tdk mencukupi (not core) mggunakan karbonat menurut saya > pribadi lbh aman,, > > Kalo saya logikakan, limestone dapat tumbuh, dalam lingkungan keruh > gunungapi dalam beberapa kondisi tertentu, > Dia tumbuh pada atol, atau trdapat barier dalam laut yg mnghalangi > material keruh tsbut menganggu lingkungannya.. > Tetapi imej yg dhasilkan dalam log akan spotted saja di beberapa hole, tdk > menerus... > > Karena begini, kalo katakanlah trbentuk sdimen gng api yg tebal, sbelum > mengendap, sedimennya setebal apakah? Akan sangat tebal dan keruh, > menghalangi sinar matahari masuk, tdk akan membuat lngkungan hangat, > Sehingga "limestone" tidak tumbuh,, > > CMIIW > > > Pendapat saya akan jauh bnyk salahnya, karena sudh wktu kuliah ilmunya > bro, blm bc2 lgi.. > > Saran - di core aja vel, hehehe,, > > Salam > > On Tuesday, November 20, 2012, wrote: > > ** > Maaf, mksdnya tidak masuk tuffaceous itu karena tufa nya bukan sebagai > mineral aksesoris (< 5%) > Dan penggunaannya klasifikasi mixed silisiklastik. > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Date: *Tue, 20 Nov 2012 05:01:37 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [fgmi] tuffaceous limestone > > IMHO > > Limestone artinya 90% harus fraksi karbonatnya. Sehingga kalau tuffa 50% > itu seharusnya tidak masuk tuffaceous. Tapi sudah masuk mixxed > silisiclastic (saya lupa pakai klasifikasi apa) > > Selain itu kalau misalkan kita punya tuffa+limestone dengan sebanyak itu > maka kita dapat interpretasi itu adalah reefal yg terkena hasil erupsi. > > kalau reef memang tidak akan terbentuk dengan kondisi yg keruh. Tapi kalau > reefal masih bisa jadi mixed silisiklastik. > > CMIIW > Bhaskara > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > ------------------------------ > *From: * Aveliansyah <[email protected]> > *Date: *Tue, 20 Nov 2012 11:53:56 +0700 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[fgmi] tuffaceous limestone > > Dear FGMI'ers > > Setelah beberapa hari lalu topik geopolitik sangat marak diperbincangkan, > pagi ini gw pengen memulai diskusi technical geoscience lagi. > > Bagi yang dateng pas acara ESK III kemarin tentunya masih inget tentang > diskusi terakhir kita soal volcanic limestone. Waktu itu gw menyampaikan > bahwa re-interpretasi batuan eosen vulkaniklastik (yang semula hanya tuff > setebal ratusan feet) menjadi volcanic limestone, volcanic sandstone, dll. > > ada beberapa sanggahan yang muncul, yaitu bagaimana bisa batuan vulkanik > bisa berasosiasi dengan batuan karbonat, seharusnya kedua batuan ini tidak > saling mendukung. Batuan karbonat butuh kondisi yang tenang dan air yang > jernih, sedangkan vulkanik kecenderungannya merusak. > > di forum tersebut juga sudah kita diskusikan beberapa kemungkinannya, naah > selagi nunggu rapat yang membosankan, gw browsing2 lah tentang batuan ini, > dan ternyata memang ada : > > *tuffaceous limestone is a sedimentary limestone which contain up to 50% > of pyroclastic. Tuffaceous limestone is often light or dark green or > brown with some gray and blue varieties. It can have predominant grains of > calcite <http://cameo.mfa.org/browse/fullrecord.asp?name=calcite> with > small amounts ofiron > oxide<http://cameo.mfa.org/browse/fullrecord.asp?name=ferric%20oxide> > , quartz <http://cameo.mfa.org/browse/fullrecord.asp?name=quartz>, > plagioclase <http://cameo.mfa.org/browse/fullrecord.asp?name=plagioclase>, > and glass <http://cameo.mfa.org/browse/fullrecord.asp?name=glass> shards. > In Egypt, green tuffaceous limestone was mined in the early Dynastic period > from Gebel Manzal el-Seyl (Aston et al 2000 from e-book : ancient > egyptian materials and technology)* > * > * > salam selasa ceria > Avel > > > > -- > Tatzky Reza Setiawan > Exploration Geologist > +62 821 361 253 14 > Email : [email protected] > Email : [email protected] > > > -- Rizqi Syawal Geologist Explorationist PT Exploration Think Tank Indonesia Business Email : [email protected] Personal Email :[email protected] +6285641058211
