Ko, kalo dibaca baik-baik artikelnya kayanya udah terjawab deh pertanyaannya. 
Salah satunya "air membawa konsentrasi karbondioksida tingkat tinggi, silika, 
dan elemen emas". Berarti air (H20) di sana hanya berperan sebagai materi 
pelarut saja. Kemudian dikatakan "Air yang tersimpan akan dapat menguap, 
kemudian memaksa silika membentuk kuarsa mineral dan emas keluar dari cairan, 
serta melapisi ke permukaan di dekatnya". Cairan berbeda dengan air (H20). 
Proses itu kurang lebih sama seperti proses terpisahnya garam dari air laut 
akibat penguapan air. Dari situ jelas bahwa emas (Au) bukan berasal dari air 
(H20).


Good morning,
CRPS
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Bhaskara Aji" <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Tue, 19 Mar 2013 01:43:39 
To: FGMI<[email protected]>; Formatur FGMI<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [fgmi] Emas terbentuk dari air
FYI, apa benar ini adalah proses baru terbentuknya emas? Atau hanya proses 
biasa yg umum terjadi (maaf ga ngerti proses endapan mineral) Terlampir adalah 
artikel dari internetnya.



CANBERRA - Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa gempa bumi bisa memicu sebuah 
proses yang mengubah air menjadi emas. Penelitian yang dilakukan ilmuwan asal 
Australia ini menjelaskan bagaimana proses alam ini mampu memunculkan bongkahan 
emas hingga memiliki berat sekira 2 kilogram.

Dilansir Nbcnews, Senin (18/3/2013), penelitian yang diterbitkan dalam jurnal 
Nature Geoscience ini mengungkap bahwa air menguap selama gempa bumi dan 
menyimpan kandungan emas. Model penelitian yang diungkap Dion Weatherley dari 
University of Queensland ini menjelaskan mekanisme kuantitatif untuk 
menghubungkan antara emas dan kuarsa.

Kuarsa merupakan penyusun utama dalam pasir, batuan dan berbagai mineral. 
Kuarsa bersifat tembus cahaya ultraviolet, yang biasanya digunakan juga dalam 
alat optik.

Ketika gempa bumi menyerang, terdapat material yang bergerak di sepanjang 
retakan tanah. Fraktur besar ini memiliki fraktur kecil dengan berbagai ukuran 
panjang.

Sekira 6 mil (10 kilometer) di bawah permukaan tanah, terdapat suhu dan tekanan 
yang luar biasa. Air membawa konsentrasi karbondioksida tingkat tinggi serta 
silika dan elemen emas.

Selama gempa bumi, retakan tiba-tiba akan terbuk lebar. Air yang tersimpan akan 
dapat menguap, kemudian memaksa silika membentuk kuarsa mineral dan emas keluar 
dari cairan, serta melapisi ke permukaan di dekatnya.

Peneliti Australian National University di Canberra, Richard Henley mengungkap 
proses tersebut. Sementara itu, ilmuwan telah lama menduga bahwa penurunan 
tekanan tiba-tiba dapat menjelaskan hubungan antara deposito emas raksasa ke 
retakan kuno.

"Bagi saya, tampaknya ini cukup masuk akal. Ini adalah sesuatu yang orang 
mungkin ingin model eksperimental atau numerik dalam sedikit detail lebih rinci 
guna melihat apakah ini benar-benar akan bekerja," ungkap peneliti Jamie 
Wilkinson di Imperial College London, Inggris. (fmh)

Kirim email ke