Yup, nice key word Wan. CMIIW : Flash vaporization merupakan penguapan yg terjadi secara cepat akibat berkurangnya tekanan. Bila dalam cairan/larutan it terdapat material2 yg tidak dpt/sulit menguap, maka material2 tersebut akan terdeposisi. Dan salah satu contohnya di alam adalah deposit-deposit mineral di zona sesar, karena zona sesar merupakan representasi dari pelepasan tekanan. Salah satu manifestasi dari pelepasan tekanan ini adalah gempa bumi dan tentu saja rekahan. Nah rekahan inilah yg memicu turunnya tekanan secara tiba2 pada massa batuan bawah permukaan, kondisi inilah yg memicu larutan kaya logam menguap dan meninggalkan konsentrat berupa logam/mineral logam (salah satunya emas/Au) pada zona sesar.
Memang ad artikel dari dari salah satu website yang berjudul "Earthquake turns water to Gold". HT Kaskus 2 hari yang lalu pun ada yg membahas ini. But, it's not literally "Water (H20)" turns to Gold (Au). :) Berikut artikelnya dari scienceworldreport.com : A new study found that earthquakes are faster than known in forming concentrated mineral deposits by causing flash vaporization of underground water that always contains traces of solved minerals and thus leaves behind gold veins, among other metals. Just as the ground shakes, water vaporizes, and in a flash a new mineral vein rich with gold appears. Scientists have noted, according to MSN News, that through simple experiments in a new study that earthquakes deep below the ground snatch rocks apart, causing water and fluids to vaporize and leaving behind gold and other minerals. "Flash vaporization continues as more fluid flows towards the newly expanded cavity, until the pressure in the cavity eventually recovers," the study states. "Multiple earthquakes progressively build economic-grade gold deposits." According to New Scientist, geologists have long understood that gold comes from mineral-rich, underground water networks. However, it said, this new study shows just how pressure changes initiated by earthquakes help facilitate these mineral-rich streams. The geologists responsible for the new study discovered that not only do earthquake-related pressure changes help create gold deposits, but they do so much more quickly than previously thought. According to New Scientist, an earthquake can rip rocks apart at the speed of sound. The fluid in the rocks can't fill gaps created so quickly, leading to dramatic, instant pressure drops, New Scientist said. The fluid therefore evaporates, leaving behind gold. Good Night, CRPS Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: <[email protected]> Date: Wed, 20 Mar 2013 14:53:00 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [fgmi] Emas terbentuk dari air Info menarik mas ko. Sy pernah membaca artikel serupa. Sdh byk dibahas di bbg forum ttg hal ini. Istilah prosesnya "flash vaporization"... Bisa di search dgn keywords diatas itu. salam, Rdw Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Bhaskara Aji" <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Tue, 19 Mar 2013 01:43:39 To: FGMI<[email protected]>; Formatur FGMI<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [fgmi] Emas terbentuk dari air FYI, apa benar ini adalah proses baru terbentuknya emas? Atau hanya proses biasa yg umum terjadi (maaf ga ngerti proses endapan mineral) Terlampir adalah artikel dari internetnya. CANBERRA - Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa gempa bumi bisa memicu sebuah proses yang mengubah air menjadi emas. Penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Australia ini menjelaskan bagaimana proses alam ini mampu memunculkan bongkahan emas hingga memiliki berat sekira 2 kilogram. Dilansir Nbcnews, Senin (18/3/2013), penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience ini mengungkap bahwa air menguap selama gempa bumi dan menyimpan kandungan emas. Model penelitian yang diungkap Dion Weatherley dari University of Queensland ini menjelaskan mekanisme kuantitatif untuk menghubungkan antara emas dan kuarsa. Kuarsa merupakan penyusun utama dalam pasir, batuan dan berbagai mineral. Kuarsa bersifat tembus cahaya ultraviolet, yang biasanya digunakan juga dalam alat optik. Ketika gempa bumi menyerang, terdapat material yang bergerak di sepanjang retakan tanah. Fraktur besar ini memiliki fraktur kecil dengan berbagai ukuran panjang. Sekira 6 mil (10 kilometer) di bawah permukaan tanah, terdapat suhu dan tekanan yang luar biasa. Air membawa konsentrasi karbondioksida tingkat tinggi serta silika dan elemen emas. Selama gempa bumi, retakan tiba-tiba akan terbuk lebar. Air yang tersimpan akan dapat menguap, kemudian memaksa silika membentuk kuarsa mineral dan emas keluar dari cairan, serta melapisi ke permukaan di dekatnya. Peneliti Australian National University di Canberra, Richard Henley mengungkap proses tersebut. Sementara itu, ilmuwan telah lama menduga bahwa penurunan tekanan tiba-tiba dapat menjelaskan hubungan antara deposito emas raksasa ke retakan kuno. "Bagi saya, tampaknya ini cukup masuk akal. Ini adalah sesuatu yang orang mungkin ingin model eksperimental atau numerik dalam sedikit detail lebih rinci guna melihat apakah ini benar-benar akan bekerja," ungkap peneliti Jamie Wilkinson di Imperial College London, Inggris. (fmh)
