Kalau yang dimaksud breksi sebagai perangkap adalah breksi yang mengandung 
emas/logam lainnya, ada beberapa contoh yang pernah saya lihat ataupun saya 
baca. Misalnya di breksi hidrotermal dan breksi diatrem. Kandungan emas yg ad 
dalam breksi2 tersebut bisa berasal dari matriks, fragmennya, atau 
kedua-duanya. Matriks breksi yg mengandung logam (ga cuma emas) karena 
matriksnya berasal dari larutan hidrotermal (umumnya pekat akan silika atau 
karbonat) yang memiliki konsentrasi logam, dari magma yang kaya akan unsur2 
logam. Larutan tsb menerobos rekahan dan membawa pecahan2 batuan yg hancur 
akibat rekahan it sendiri. Saat larutan tersebut, silika/karbonat mengeras dan 
mengikat fragmen2 batuan tsb, jadilah breksi dengan matriks yg kaya akan unsur 
logam. Kalo fragmennya? Umumnya terjadi di sistem deposit yg multifase, baik 
strukturnya maupun pembentukan larutan hidrotermalnya. Saat larutan hidrotermal 
(yang mengandung logam)terdahulu mendingin dan mengeras, lalu terdeformasi 
lagi, larutan dari fase berikutnya mengulangi proses seperti yang di atas tadi. 
Kalau larutan dari fase kedua miskin unsur logam, maka hanya fragmennya saja 
yang mengandung logam. Kalau larutan fase kedua kaya unsur logam, ya fragmen 
dan matriksnya bisa mengandung unsur logam juga. Itu salah salah alasan mengapa 
ada breksi2 tertentu yang mengandung logam (termasuk Au). Mungkin ada 
mekanisme2 breksiasi yg lain yg bisa menghasilkan batuan yg kaya akan logam, 
cuma ya saya taunya itu aja. Hehehe.

Kalau bicara cadangan emas Indonesia? Waw saya ga bisa menyatakannya, karena 
itu udah bicara masalah proven/unproven system. Secara konseptual ya mestinya 
banyak. Hehehe.

Kalau bicara mengenai zona tektonik aktif gimana? Secara konseptual Indonesia 
punya elemen2 geologi yang mendukung terbentuknya unsur2 logam, Au salah 
satunya. Gunung api (magmatisme--> metal source) dan tentunya struktur2 yang 
bisa jadi trap. Tapi seperti dalam petroleum system, mesti ada kombinasi antara 
generation, migration, dan accumulation. Ada structural trap tapi magmatic 
source-nya miskin unsur logam ya cuma jadi urat2 kuarsa yg kosong, paling2 cuma 
bisa jadi akik. Hehehe. Kalo ada magma yang kaya akan logam, tapi ga ada 
saluran migrasinya ya kependem aja 20 km di bawah permukaan. 

Nah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai potensi unsur logam di Indonesia, 
kita tunggu aja senior2 geologist d MGEI mengeluarkan Peta Jalur Metalogenik 
Indonesia, yang saat ini sedang dikerjakan. Kalau saya sejauh ini masih meraba2 
saja semuanya dalam taraf konseptual, dengan kapasitas teknikal yang msh 
terbatas. Hehehe. Semoga membantu menjawab.

Good Night lagi,
CRPS
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Bhaskara Aji" <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Wed, 20 Mar 2013 16:34:32 
To: FGMI<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [fgmi] Emas terbentuk dari air
Oh gitu yah...

Memang judulnya sensasional...

Hehehehe...

Kmrn saya diskusi ttg breksi yg dpt menjadi "perangkap" emas...

Gimana tuh di Indo banyak yg mana yah?

Cadangan emas di Indo gimana? Banyak ga?

Btw karena proses tektonik Indonesia yg tergolong aktif. Maka apakah bs 
dibilang Emas itu akan selalu ada di Indonesia?

:D

Mohon jawabannya...


-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: <[email protected]>
Date: Wed, 20 Mar 2013 16:31:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [fgmi] Emas terbentuk dari air

Yup, nice key word Wan. 
CMIIW : 
Flash vaporization merupakan penguapan yg terjadi secara cepat akibat 
berkurangnya tekanan. Bila dalam cairan/larutan it terdapat material2 yg tidak 
dpt/sulit menguap, maka material2 tersebut akan terdeposisi. Dan salah satu 
contohnya di alam adalah deposit-deposit mineral di zona sesar, karena zona 
sesar merupakan representasi dari pelepasan tekanan. Salah satu manifestasi 
dari pelepasan tekanan ini adalah gempa bumi dan tentu saja rekahan. Nah 
rekahan inilah yg memicu turunnya tekanan secara tiba2 pada massa batuan bawah 
permukaan, kondisi inilah yg memicu larutan kaya logam menguap dan meninggalkan 
konsentrat berupa logam/mineral logam (salah satunya emas/Au) pada zona sesar. 

Memang ad artikel dari dari salah satu website yang berjudul "Earthquake turns 
water to Gold". HT Kaskus 2 hari yang lalu pun ada yg membahas ini. But, it's 
not literally "Water (H20)" turns to Gold (Au). :) 

Berikut artikelnya dari scienceworldreport.com :

A new study found that earthquakes are faster than known in forming 
concentrated mineral deposits by causing flash vaporization of underground 
water that always contains traces of solved minerals and thus leaves behind 
gold veins, among other metals.
Just as the ground shakes, water vaporizes, and in a flash a new mineral vein 
rich with gold appears.
Scientists have noted, according to MSN News, that through simple experiments 
in a new study that earthquakes deep below the ground snatch rocks apart, 
causing water and fluids to vaporize and leaving behind gold and other minerals.

"Flash vaporization continues as more fluid flows towards the newly expanded 
cavity, until the pressure in the cavity eventually recovers," the study 
states. "Multiple earthquakes progressively build economic-grade gold deposits."
According to New Scientist, geologists have long understood that gold comes 
from mineral-rich, underground water networks. However, it said, this new study 
shows just how pressure changes initiated by earthquakes help facilitate these 
mineral-rich streams.
The geologists responsible for the new study discovered that not only do 
earthquake-related pressure changes help create gold deposits, but they do so 
much more quickly than previously thought. According to New Scientist, an 
earthquake can rip rocks apart at the speed of sound.
The fluid in the rocks can't fill gaps created so quickly, leading to dramatic, 
instant pressure drops, New Scientist said.
The fluid therefore evaporates, leaving behind gold.

Good Night,
CRPS
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: <[email protected]>
Date: Wed, 20 Mar 2013 14:53:00 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [fgmi] Emas terbentuk dari air
Info menarik mas ko.
Sy pernah membaca artikel serupa. Sdh byk dibahas di bbg forum ttg hal ini. 
Istilah prosesnya "flash vaporization"...

Bisa di search dgn keywords diatas itu.

salam,
Rdw
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Bhaskara Aji" <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Tue, 19 Mar 2013 01:43:39 
To: FGMI<[email protected]>; Formatur FGMI<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [fgmi] Emas terbentuk dari air
FYI, apa benar ini adalah proses baru terbentuknya emas? Atau hanya proses 
biasa yg umum terjadi (maaf ga ngerti proses endapan mineral) Terlampir adalah 
artikel dari internetnya.



CANBERRA - Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa gempa bumi bisa memicu sebuah 
proses yang mengubah air menjadi emas. Penelitian yang dilakukan ilmuwan asal 
Australia ini menjelaskan bagaimana proses alam ini mampu memunculkan bongkahan 
emas hingga memiliki berat sekira 2 kilogram.

Dilansir Nbcnews, Senin (18/3/2013), penelitian yang diterbitkan dalam jurnal 
Nature Geoscience ini mengungkap bahwa air menguap selama gempa bumi dan 
menyimpan kandungan emas. Model penelitian yang diungkap Dion Weatherley dari 
University of Queensland ini menjelaskan mekanisme kuantitatif untuk 
menghubungkan antara emas dan kuarsa.

Kuarsa merupakan penyusun utama dalam pasir, batuan dan berbagai mineral. 
Kuarsa bersifat tembus cahaya ultraviolet, yang biasanya digunakan juga dalam 
alat optik.

Ketika gempa bumi menyerang, terdapat material yang bergerak di sepanjang 
retakan tanah. Fraktur besar ini memiliki fraktur kecil dengan berbagai ukuran 
panjang.

Sekira 6 mil (10 kilometer) di bawah permukaan tanah, terdapat suhu dan tekanan 
yang luar biasa. Air membawa konsentrasi karbondioksida tingkat tinggi serta 
silika dan elemen emas.

Selama gempa bumi, retakan tiba-tiba akan terbuk lebar. Air yang tersimpan akan 
dapat menguap, kemudian memaksa silika membentuk kuarsa mineral dan emas keluar 
dari cairan, serta melapisi ke permukaan di dekatnya.

Peneliti Australian National University di Canberra, Richard Henley mengungkap 
proses tersebut. Sementara itu, ilmuwan telah lama menduga bahwa penurunan 
tekanan tiba-tiba dapat menjelaskan hubungan antara deposito emas raksasa ke 
retakan kuno.

"Bagi saya, tampaknya ini cukup masuk akal. Ini adalah sesuatu yang orang 
mungkin ingin model eksperimental atau numerik dalam sedikit detail lebih rinci 
guna melihat apakah ini benar-benar akan bekerja," ungkap peneliti Jamie 
Wilkinson di Imperial College London, Inggris. (fmh)

Kirim email ke