Ya masalahnya nyebut merk dan menjustifikasi rugi/untungnya sebuah merk
tsb...  Ya harus ada datanya... Ya kalo cuma argumentasi... Kalo menurut
saya.. Yg kurang itu nilai RELIGI

salam
PTS
On 15 Oct 2015 08:57, "wijaya ary putu" <[email protected]>
wrote:

> No matter where the sources. :D
>
> Aku setuju di bagian faktor ke dua, dimana senioritas masi menjadi
> "pembenaran" dalam pelbagai hal.. dimana itu juga "kadang" dan "sering"
> terjadi juga di kehidupan sehari hari di Indonesia. Tanpa melepas embel2
> saling menghormati senior atau kaum yang lebih dahulu dari kita. Namun,
> kekuan akan senioritas terkadang mengkungkung kreativitas "anak muda" yang
> mempunyai ide yang seabrek di kepalanya.
>
> Dan FGMI salah satunya , tempat dimana kita bisa "mengumbar" ide-ide liar
> kita. Mungkin berbeda perpektif dengan bahasan utama di atas, mungkin judul
> yang bisa kita inisiasi menjadi "The Geoscientist Resurrection"
>
> cheers, cheery drink a cup of coffee..
>
>
> 2015-10-15 8:44 GMT+07:00 Prihatin Tri Setyobudi <[email protected]>:
>
>> Sumbernya faktanya dan datanya ada kah? Untuk memperjelas bukan pesan
>> sponsor...
>>
>> Sepengetahuan saya sharp dan tosihba... Masih rame aja dipasaran...
>>
>> Salam
>> PTS
>> On 15 Oct 2015 08:39, "Aveliansyah" <[email protected]> wrote:
>>
>>> Mengapa PEREMAJAAN,  RENEGERASI dan INOVASI dlm suatu organisasi ataupun
>>> perusahaan begitu penting. Simak ulasan ini.
>>>
>>> The DEATH of SAMURAI
>>>
>>> Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan  Sanyo.
>>>
>>> Hari-hari ini, langit diatas kota Tokyo terasa begitu kelabu. Ada
>>> kegetiran yang mencekam dibalik gedung-gedung raksasa yang menjulang
>>> disana. Industri elektronika mereka yang begitu digdaya 20 tahun silam,
>>> pelan-pelan memasuki lorong kegelapan yang terasa begitu perih.
>>>
>>> Bulan lalu, Sony diikuti Panasonic dan Sharp mengumumkan angka kerugian
>>> trilyunan rupiah. Harga-harga saham mereka roboh berkeping-keping. Sanyo
>>> bahkan harus rela menjual dirinya lantaran sudah hampir kolaps. Sharp
>>> berencana menutup divisi AC dan TV Aquos-nya. Sony dan Panasonic akan
>>> mem-PHK ribuan karyawan mereka. Dan Toshiba? Sebentar lagi divisi
>>> notebook-nya mungkin akan bangkrut (setelah produk televisi mereka juga
>>> mati).
>>> Adakah ini pertanda salam sayonara harus dikumandangkan? Mengapa
>>> kegagalan demi kegagalan terus menghujam industri elektronika raksasa
>>> Jepang itu? Di pagi ini, kita akan coba menelisiknya.
>>>
>>> Serbuan Samsung dan LG itu mungkin terasa begitu telak. Di mata orang
>>> Jepang, kedua produk Korea itu tampak seperti predator yang telah
>>> meremuk-redamkan mereka di mana-mana. Di sisi lain, produk-produk
>>> elektronika dari China dan produk domestik dengan harga yang amat murah
>>> juga terus menggerus pasar produk Jepang. Lalu, dalam kategori digital
>>> gadgets, Apple telah membuat Sony tampak seperti robot yang bodoh dan tolol.
>>>
>>> What went wrong? Kenapa perusahaan-perusahaan top Jepang itu jadi
>>> seperti pecundang? Ada tiga faktor penyebab fundamental yang bisa kita
>>> petik sebagai pelajaran.
>>>
>>> Faktor 1 : Harmony Culture Error.
>>> Dalam era digital seperti saat ini, kecepatan adalah kunci. Speed in
>>> decision making. Speed in product development. Speed in product launch. Dan
>>> persis di titik vital ini, perusahaan Jepang termehek-mehek lantaran budaya
>>> mereka yang mengangungkan harmoni dan konsensus.
>>>
>>> Datanglah ke perusahaan Jepang, dan Anda pasti akan melihat kultur kerja
>>> yang sangat mementingkan konsensus. Top manajemen Jepang bisa rapat
>>> berminggu-minggu sekedar untuk menemukan konsensus mengenai produk apa yang
>>> akan diluncurkan. Dan begitu rapat mereka selesai, Samsung atau LG sudah
>>> keluar dengan produk baru, dan para senior manajer Jepang itu hanya bisa
>>> melongo.
>>>
>>> Budaya yang mementingkan konsensus membuat perusahaan-perusahaan Jepang
>>> lamban mengambil keputusan (dan dalam era digital ini artinya tragedi).
>>>
>>> Budaya yang menjaga harmoni juga membuat ide-ide kreatif yang radikal
>>> nyaris tidak pernah bisa mekar. Sebab mereka keburu mati : dijadikan tumbal
>>> demi menjaga “keindahan budaya harmoni”. Ouch.
>>>
>>>
>>> Faktor 2 : Seniority Error.
>>> Dalam era digital, inovasi adalah oksigen. Inovasi adalah nafas yang
>>> terus mengalir. Sayangnya, budaya inovasi ini tidak kompatibel dengan
>>> budaya kerja yang mementingkan senioritas serta budaya sungkan pada atasan.
>>>
>>> Sialnya, nyaris semua perusahaan-perusahaan Jepang memelihara budaya
>>> senioritas. Datanglah ke perusahaan Jepang, dan hampir pasti Anda tidak
>>> akan menemukan Senior Managers dalam usia 30-an tahun. Never. Istilah
>>> Rising Stars dan Young Creative Guy adalah keanehan.
>>>
>>> Promosi di hampir semua perusahaan Jepang menggunakan metode urut
>>> kacang. Yang tua pasti didahulukan, no matter what. Dan ini dia : di
>>> perusahaan Jepang, loyalitas pasti akan sampai pensiun. Jadi terus bekerja
>>> di satu tempat sampai pensiun adalah kelaziman.
>>>
>>> Lalu apa artinya semua itu bagi inovasi ? Kematian dini. Ya, dalam
>>> budaya senioritas dan loyalitas permanen, benih-benih inovasi akan mudah
>>> layu, dan kemudian semaput. Masuk ICU lalu mati.
>>>
>>>
>>> Faktor 3 : Old Nation Error.
>>> Faktor terakhir ini mungkin ada kaitannya dengan faktor kedua. Dan juga
>>> dengan aspek demografi. Jepang adalah negeri yang menua. Maksudnya, lebih
>>> dari separo penduduk Jepang berusia diatas 50 tahun.
>>>
>>> Implikasinya : mayoritas Senior Manager di beragam perusahaan Jepang
>>> masuk dalam kategori itu. Kategori karyawan yang sudah menua.
>>>
>>> Disini hukum alam berlaku. Karyawan yang sudah menua, dan bertahun-tahun
>>> bekerja pada lingkungan yang sama, biasanya kurang peka dengan perubahan
>>>
>>>
>>> salam,
>>> Avel
>>>
>>> --
>>> Milis FORUM GEOSAINTIS MUDA INDONESIA
>>> forum.iagi.or.id | fgmi.iagi.or.id
>>>
>>> * Untuk bantuan terkait milis silakan email ke [email protected]
>>>
>>>
>> --
>> Milis FORUM GEOSAINTIS MUDA INDONESIA
>> forum.iagi.or.id | fgmi.iagi.or.id
>>
>> * Untuk bantuan terkait milis silakan email ke [email protected]
>>
>>
>
>
> --
> Regards,
>
>
> I Putu Ary Wijaya
>
> --
> Milis FORUM GEOSAINTIS MUDA INDONESIA
> forum.iagi.or.id | fgmi.iagi.or.id
>
> * Untuk bantuan terkait milis silakan email ke [email protected]
>
>

--

Milis FORUM GEOSAINTIS MUDA INDONESIA

forum.iagi.or.id | fgmi.iagi.or.id



* Untuk bantuan terkait milis silakan email ke [email protected]

Kirim email ke