Kematian seri 2, Vice Versa Syekh Siti Jenar, Mayat Hidup; Menelusuri gagasan Syekh Siti Jenar, filsuf lokal Nagari Jawi, terasa ada yang lain, karena gagasannya itu sering kali unik dan terbalik dibandingkan dengan pandangan pada umumnya. Banyak orang menyebutnya jenius dan gagasannya melampaui zamannya, tetapi ia juga menuai kritik keras bahkan dianggap murtad. Terlepas dari sikap pro dan kontra, tidak ada salahnya menyimak gagasannya tentang kehidupan di dunia ini. Menurut Syekh Siti Jenar, dunia ini justru bukan alam kehidupan manusia yang sebenarnya. Alam yang sebenarnya adalah setelah kematian. Siti Jenar berpendapat bahwa hidup di dunia ini justru kematian, dan baru setelah manusia meninggalkan jasadnya, maka ia akan memperoleh kehidupan sejati.
Coba kita renungkan ajarannya tentang hidup dan kehidupan secara mistis. Dia berpendapat bahwa hidup yang selalu sedih, sengsara, kebingungan dan sejenisnya adalah penjara. Ini bukan hidup di alam kehidupan, melainkan hidup di alam "kematian". Manusia yang demikian terpuruk dalam kematian hidup. Manusia yang terdegrasi nilai, curang, culas, korup, dan sebagainya adalah manusia yang telah mati menurut Jenar. Dengan demikian maka di dunia ini telah dihuni manusia "Zombie" (mayat-mayat yang kotor), dengan struktur kehidupan yang mati. Tak sedikit mayat-mayat itu mengejar rezeki yang haram. Tak sedikit pula mayat tersebut berebut kedudukan. Dalam konteks kematian, Jenar mengajarkan tata cara menjemput maut kepada para wali. Kenapa para wali ini diajarkan "Meskipun kamu tahu dan dapat melakukan, tentu kamu akan salah melaksanakan, sebab kamu masih tenggelam dalam kesesatan. Melihat harta duniawi, kamu masih terpikat", demikian ujarnya. Rasanya kritik Jenar terhadap wali, perlu disikapi dengan arif. Mengapa? sebab jika mayat-mayat busuk bergentayangan ke sana-kemari mencari sesuap nasi, sangatlah tidak pantas jika kita sombong dan arogan. Pelajaran yang kita terima adalah bahwa kita harus menjauhi semua sifat negatif duniawi. Sudahkah kita koreksi diri kita? Salam, Ferrydjajaprana.multiply.com At 03:24 PM 10/18/05, you wrote: >Hidup dan mati itu adalah bagaikan koin, dengan dua sisi yang berbeda, >walaupun hakikatnya satu. Satu sisi orang menyebutnya hidup di sisi yang >lain orang menyebutnya mati. Orang disebut hidup apa bila masih bernafas, >dan disebut mati apabila sudah tidak bernafas. >Nafas berasal dari bahasa arab yang artinya jiwa. Sebenarnya sangatlah beda >antara nafas dengan jiwa, tapi apa daya Orang Indonesia memang lebih senang >dengan kemudahan dalam membuat bahasanya yang penting enak di dengar (gaya >bahasa adaptasi). Dalam Nafs itu sendiri banyak sekali tingkatannya, Syech >Abdul Jalil yang populer disebut Syech Siti Jenar membahasakannya ada >beberapa tingkatan, diantaranya Nafs Alkhaiwaniyah, Nafs Allawamah, Nafs >Muthmainah, s/d insan kamil. > >Dalam metamorphosis kehidupan, masing-masing mahluk punya gaya >sendiri-sendiri, suka atau tidak suka begitulah caranya, contohnya : >Kupu-kupu berawal dari ulat, kemudian jadi kepongpong, dan setelah sekian >lama di kepongpong dengan kekuatan mistis, terlepas jadilah kupu-kupu, hal >senada yang dialami oleh katak. Manusia lahirnya tidak sama dengan katak >ataupun kupu-kupu, walaupun dia seorang "kupu-kupu malam", tentu dia bukan >berawal dari ulat, tetap asalnya dari sperma plus ovum. > >Jalan hidup dan kehidupan mahluk Tuhan, akan diawali dari yang ada menjadi >tiada (ada juga yang menyebut dari yang tiada menjadi ada, tapi ini tidak >dibahas karena dari dulu gak ada habisnya). Setelah kita terlahir, tumbuh, >hidup dan berkembang kemudian kita mati. Banyak manusia hidup dan takut >mati, seolah kematian adalah akhir segalanya. Akhir kehidupan ini. Apakah >benar demikian? Belum ada khabar yang menjelaskan tentang kehidupan setelah >kematian, kalaupun ada di sinetron tentang orang yang sudah mati kemudian >hidup, mereka menjelaskan tentang peristiwa ghaib, tapi sulit dicerna oleh >akal - kita nyatakan itu mistis, atau kismis (kisah misteri), dengan >kalimat kismis ini maka berakhirlah tanda tanya tentang ghaib itu, layaknya >terkubur dan ditelan bumi. > >Dalam pengembaraan saya menapak kehidupan, terpengaruh dengan ajaran agama >saya, yang menyatakan bahwa setelah kematian masih ada kehidupan >berikutnya, dalam istilah disebutkan ada alam kubur/alam barzah dan juga >alam akhirat, dengan prosesi-prosesi seperti timbangan amal (mizan?), dan >seterusnya sehingga sampailah kita pada apa yang disebut surga - neraka. > >Perjalanan hidup di dunia hanyalah sebentar, masih ada alam ke abadian. >Tapi akankah kita mencapai alam abadi nan kekal? Dunia ini fana yang akan >luluh lantak pada akhir zaman, para rasul menyebutnya kiamat. >Pertanyaan terus bergulir, akankah kita mencapai keabadian yang dinanti? >Adakah jaminan surga itu abadi? yang abadi itu hanya Tuhan, maka ke Tuhan >jua kita kembali. Ina Lillahi Wa Ina Ilaihi Rajiun. Aku mati secara ragawi >dan tidak secara jiwanya, karena ruchku yang tercipta dari Minruchi kembali >ke Sang Pencipta. Yang tercipta dari saripati bumi kembali terkubur di >bumi, yang tercipta dari partialnya Tuhan kembali ke Sang Pencipta. Karena >aku mati aku tidak bisa lagi bicara tentang kematian dan alam akhirat. Itu >sudah urusan Tuhan. Aku tidak bisa bercerita lagi kawan. >Salam, >Ferry Djajaprana.multiply.com > > > > >****************************************************** >Milis Filsafat >Posting : [email protected] >Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ >Website : http://filsafatkita.f2g.net/ >Berhenti : [EMAIL PROTECTED] >****************************************************** > >Yahoo! Groups Links > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
