Selama penyebar agama memiliki tujuan mulia dan mampu memberikan penjelasan yang masuk akal, mereka menjalankan tugas mulia dari agamanya untuk membimbing umat manusia kejalan yang benar.
Penyebar agama yang walaupun memiliki tujuan mulia, tetapi tidak mampu memberikan penjelasan yang masuk akal. Bisa menjadikannya menanamkan sikap Fanatisme kepada umatnya.  
Peluang menanamkan sikap Fanatisme inilah yang digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencapai tujuannya. Tujuan mereka bisa berupa kepentingan pribadi yang negatif bisa juga tujuan kelompok.
Tantangan kita semua adalah bagaimana agama bisa dikupas secara masuk akal. Dengan pengupasan agama secara masuk akal akan menghilangkan peluang2 memanfaatkan agama untuk kepentingan negatif pribadi tertentu / kelompok.


Friend Forever <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Menurut saya,
 
Mungkin kita dapat melihat lebih mendasar bahwa bukan agama sebenarnya yang menyebabkan
perselisihan  antara  kelompok,  tetapi  sebatas  mana suatu kelompok tersebut dapat menerima
perbedaan dan sebatas apa para kelompok2 tersebut dapat menjalankan kebenaran. Sebenarnya
di situ letak titiknya dan masalahnya adalah tidak semua orang atau kelompok mampu menyele-
saikan masalah dengan tidak saling bunuh, dan itu kembali lagi pada ajaran agama dan kemam-
puan orang2 dalam kelompok tersebut untuk mengerti akan ajaran agamanya. Agama yang benar
tidak akan pernah mengajarkan umatnya untuk membunuh tanpa sebab yang jelas, bahkan deng-
an tidak adanya agama mungkin dunia ini tidak akan menganggap manusia sebagai makhluk
yang berakal, karena tidak ada rule yang jelas untuk menapaki kehidupan....cukupkan dengan hanya
peraturan yang di buat manusia..?? Sepandai apapun manusia itu, dan seberapa lama suatu peraturan
berevolusi saya rasa tidak mungkin ada peraturan yang benar2 sempurna jika caranya seperti itu....
karena manusia punya akal yang saling berbeda satu sama lain...
 
 
trims .. :)
 


 
On 10/29/05, Methos <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
----- Original Message -----
From: "hasan mawardi" < [EMAIL PROTECTED]>
> Apakah agama berpotensi memunculkan kekerasan? jawabannya ya, sejarah
> agama-agama, hampir semua telah mencatat potensi itu. namun tentu saja
> bukan agama satu-satunya potensi munculnya kekerasan (konflik), perut dan
> yang dibawahnya (kemaluan) juga berpotensi besar menimbulkan kekerasan.
>
> menurut saya, sumber utama konflik adalah tidakadanya keadilan.
> ketidakadilan menyebabkan kemiskinan, kemiskinan menyebabkan kebodohan,
> dan kebodohan menyebabkan kerisis -apa saja-.

M :
terusin lagi nanyanya.
sumber utama tidakadanya keadilan itu apa?


******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




YAHOO! GROUPS LINKS





Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy amazing grace Philosophy hope in a jar


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke