Jangan sampai dech terjadi perang dunia III, Semua negara sudah tahu akibatnya pasti lebih dari separoh bumi akan hancur dan manusia bisa kembali keperadaban primitif lagi.
Sesungguhnya dunia ini selalu terjadi perobahan-perobahan. Yang lemah bergabung dengan yang kuat, Yang kuat memimpin yang lemah. Perobahan-perobahan tentu saja mengalami gesekan-gesekan / benturan-benturan. Yang merasa eksistensinya terancam pasti akan berusaha mempertahankannya dengan jalur apapun juga, bahkan menggunakan tameng agama sehingga dapat menggunakan umat yang Fanatik sebagai mesin perang menyerang musuh-musuhnya.

fankuang tzu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau dulu memang perang disebabkan alasan sosiali. Tapi sejak PBB terbentuk, kedaulatan setiap negara sudah dibagi-bagi mungkin tidak adalagi, kecuali perang perekonomian.
 
Sekarang perang selalu dilatar-belakangi agama,......di Indonesia, di timur tengah, di india dan pakistan terutama yang mayoritas kristen dan islam...di philipin.....dan konflik agama ini dengan atas nama Allah/Tuhan dikobarkan dan bahkan sudah menjurus ke terbentuknya terorisme internasional. Bahkan jika "Islam-terorisme" ini berhasil menang, mungkin Islam moderat termasuk anda sendiri dan Islam radikal pun akan dibantai juga karena dianggap sesat ....ngeri deh.
FK.

hasan mawardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Apakah agama berpotensi memunculkan kekerasan? jawabannya ya, sejarah agama-agama, hampir semua telah mencatat potensi itu. namun tentu saja bukan agama satu-satunya potensi munculnya kekerasan (konflik), perut dan yang dibawahnya (kemaluan) juga berpotensi besar menimbulkan kekerasan.

menurut saya, sumber utama konflik adalah tidakadanya keadilan. ketidakadilan menyebabkan kemiskinan, kemiskinan menyebabkan kebodohan, dan kebodohan menyebabkan kerisis –apa saja-.

kenapa agama dikambing hitamkan? karena agama  masih gagal menampakkan wajah humanisnya. alias tidakberhasil memperjuangankan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan akibat ketidakdewasaan berfikir dan kepentingan non-agama para bapak agama (uts. pastur, pendeta, dll), So, jangan heran kalau muncul kritikan dari  Marx, Freud, dan Nietzsche –juga yang lainnya- terhadap agama sebagai sumber kekerasan!

 



kang_gibson <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ada agama atau pun tidak ada agama, manusia tetap akan saling gebuk
dan bunuh. Agama hanyalah salah satu hal yang sering dijadikan alasan
manusia untuk menggebuk dan membunuh manusia lainnya. Saya sama sekali
tidak yakin bahwa bila tidak ada agama manusia tidak akan saling
membunuh. Dengan kata lain, bila tidak ada agama manusia akan damai!
saya sama sekali tidak yakin, tidak cukup alasan rasional untuk itu!

Saya lebih percaya.....pada orang yang menyebut KEMALUAN yang
menyebabkan manusia saling bunuh dan saling gebuk.

Bahkan lebih dari itu, banyak manusia yang berantem dengan tanpa
alasan. karena, pada dasarnya manusia memang senang bila manusia lain
menderita atau berada dalam kekuasaannya......: Manusia yang membangun
konflik; manusia menghindari konflik untuk membuat dan atau dengan
cara membangun konflik lainnya.

Dengan demikian, kita tidak perlu mencari kambing hitam di luar diri
kita (manusia) atas terjadinya konflik (saling bunuh dan saling
gebuk).Hanya orang-orang prustasi dan neurosis yang mencari-cari
penyebab lain di luar dirinya sendiri atas terjadinya konflik: seperti
mempersalahkan agama dan lain sebagainay...... Bukan hanya tidak ada
kerjaan tapi juga naif dan bodoh.... tidak tahu diri...!!!

AG./Bdg.







Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke