Dalam
> benakku, ku bertanya, kenapa harus Jogja yang
> mengalaminya
Lha memang harusnya siapa/apa yang harus mengalami
gempa?
Kenapa Tuhan tidak adil dalam
> mengingatkan umat
> manusia di muka bumi ini?
Saya setuju bahwa Tuhan dapat menggunakan peristiwa
alam untuk mengingatkan manusia. Tapi apakah setiap
peristiwa alam harus dikaitkan dengan perilaku Tuhan
yang mengingatkan umat manusia di muka bumi ini?
Yang membuat saya tambah bingung adalah kenapa Anda
baru menggugat Tuhan ketika peristiwa gempa di Yogya
terjadi. Banyak lho bencana alam yang terjadi di
seluruh dunia.
Di mana peran Anda selama ini?
Jangan menggugat Tuhan kalau Anda sendiri tidak pernah
menjalankan amanat-Nya dengan baik dan benar.
--- verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>
> Dibalik Tragedi Jogjakarta
>
>
> Pagi ini aku masih berada di jalan tol BSD, ketika
> mendengar berita telah
> terjadi gempa bumi berkekuatan 5.9 skala richter
> melalui radio RRI. Dalam
> benakku, ku bertanya, kenapa harus Jogja yang
> mengalaminya, bukankah
> peristiwa meletusnya Gunung Merapi juga belum
> berakhir? Apa karena
> sama-sama Propinsi daerah Istimewa seperti Daerah
> Istimewa Aceh yang
> terkena tsunami itu? Kenapa Tuhan tidak adil dalam
> mengingatkan umat
> manusia di muka bumi ini? Kemana kebijakan Tuhan
> telah berpihak?
>
> Ketika aku menulis artikel ini, adikku bercerita
> bahwa salah seorang
> sahabatnya, mengalami musibah, ayah mertuanya di
> Bantul tertimpa musibah
> sehingga meninggal dunia, sementara Ibundanya masih
> belum ditemukan. Aku
> merasakan kesedihan yang mendalam atas musibah yang
> menimpanya. Semoga saja
> arwah mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,
> Amin
>
> -o0o-
>
> Membicarakan keadilan Tuhan, seperti membicarakan
> misteri, jangankan kita
> yang awam ini, para pemikirpun dibuat pusing tujuh
> keliling memikirkannya.
> Andaikan Tuhan itu adil, kenapa harus ada bencana
> dan kesusahan ditimpakan
> pada umatnya?
>
> Resolusi pemikiran ini, apa bila diteliti maka
> berdiri pada posisi non
> akademik. Kalau di dalam pemikiran akademik, maka
> Tuhan melakukan sesuatu
> hal dengan kriteria-kriteria tertentu. Seperti
> misalnya seorang direktur
> yang memutus hubungan kerja karyawannya seenaknya,
> direktur tidak bisa
> main pecat seenaknya, karena ada sistem dan prosedur
> yang mengaturnya.
> Apabila direktur tersebut melakukannya berarti telah
> ada kedzaliman
> direktur itu terhadap karyawannya. Tetapi Tuhan
> bukanlah direktur, hubungan
> manusia dengan Tuhannya bukan hubungan struktural,
> Tuhan memiliki
> standarNya sendiri, dan bekerja melalui standarNya,
> Tuhan memiliki standar
> untuk memberi bencana dan tidak memberi bencana.
> Keadilan yang kita
> pertanyakan, patut mengemuka apa bila ada hubungan
> struktural atau hubungan
> timbal balik. Jika ada musibah, Tuhan dipertanyakan
> keadilannya, tetapi Ke
> Maha BijaksanaanNya, tidak dipertanyakan, jadi
> semestinya pertanyaan kita
> ini yang semestinya dibenahi.
>
> Prinsip kebijaksanaan Tuhan adalah Tuhan memberi
> rahmat. Jadi yang perlu
> kita urai adalah hikmah yang diberikan.
> Kemahabijaksanaan Tuhan, bahwa alam
> ini diciptakan agar sisi kebaikannya lebih dominan
> dibandingkan sisi
> keburukannya, alam diciptakan dengan masing-masing
> tempat memiliki ciri
> khas, ciri tersebut menyifati alam, tidak bisa
> dipisah-pisahkan. Contohnya
> fenomena alam, tumbuhan perlu cahaya untuk tumbuh,
> apabila pemberian cahaya
> dihentikan maka tumbuhan akan mati, tentunya selain
> cahaya ada beberpa zat
> lain yang diperlukannya, umpamanya oksigen.
> Pertumbuhan tumbuhan ini
> dialami juga oleh hewan maupun manusia. Dengan
> matinya tumbuhan tidak
> berhenti disitu, karena ada yang menggantungkan
> kehidupannya yaitu hewan
> dan manusia. Ada siklus kehidupan di sana.
>
> Fenomena alam ini dibuat untuk memudahkan kita
> berfikir, proses mahluk yang
> mati itu akan dimanfaatkan oleh yang lainnya.
>
> Kejadian di Yogyakarta, adalah gempa tektonik, hanya
> lantaran beberapa
> lempeng bumi bergerak sedikit saja, menimbulkan
> gempa dengan kekuatan 5.9
> skala richter. Efek yang ditimbulkan rumah-rumah
> runtuh, sekitar tiga
> ribuan nyawa melayang.
>
> Pilihan yang diberikan Tuhan memang sulit untuk
> difikirkan, pertama atas
> meninggalnya ribuan manusia. Ke dua, ada lagi yang
> menggantikannya, artinya
> akan terjadi perubahan.
>
> Ada contoh study kasus, yang mudah diikuti, ada
> seorang karyawan pabrik
> yang tangannya terputus karena kesalahan prosedur
> sehingga mengakibatkan
> kecelakaan, apakah bijaksana kalau perusahaan
> tersebut kita tutup, padahal
> perusahaan itu tempat menambatkan hidup ribuan
> karyawannya ? Adanya musibah
> itu tidak ada hubungannya dengan Kebijaksanaan
> Tuhan, karena dibaliknya ada
> manfaat yang lebih besar, Tuhan Yang Maha Bijaksana
> memberikan hikmah dan
> berkat dibalik kejadiannya.
>
> Apa akibat dari musibah-musibah itu? Mari kita kupas
> satu per satu, akan
> ada pembangunan rumah-rumah yang telah berubah
> menjadi puing-puing, akan
> ada pergantian pekerja didalam perusahaan yang
> ditinggalkan oleh karyawan
> sebelumnya, dokter-dokter bisa bekerja, bertambah
> ilmuwan yang memikirkan
> masalah rahasia ilmu Allah SWT, dan masih banyak
> lagi lainnya.
> Bencana-bencana yang terjadi pada manusia, merupakan
> berkah bagi manusia
> yang lainnya, dengan syarat manusia lain itu tidak
> malas, di sisi lain juga
> terkuak rahasia ayat-ayatNya, bahwa bencana-bencana
> itu untuk menguji
> keterikatan manusia, untuk menguji kesabaran
> mengalami musibah seperti itu,
> bagi yang selamat dari musibah mereka juga dapat
> tugas, berbagi rasa dengan
> sesama yang selamat, pengungsi-pengungsi masih
> memerlukan uluran tanganmu,
> ada yang menjenguk orang yang sakit, ada yang
> membantu sesama,
> pekerjaan-pekerjaan sosial semacam itu akan
> menciptakan kenaikan derajat
> manusia yang beramal baik.
>
> Bagi yang memahami masalah cinta kasih sesama
> manusia, disini kehidupan
> cinta kasih dibuka. Bukankah pengejawantahan rasa
> cinta adalah menanggung
> orang lain, disini ada pengorbanan bagi yang
> mencintai terhadap yang
> dicintai, pengorbanan ini bukti ungkapan rasa cinta
> itu?
>
> Bagi yang merasa cinta terhadap tuhannya, saat ini
> adalah saat yang tepat
> untuk mengungkapkan cintanya secara makrifat.
>
> Wahai tuhan dengan cintaku padaMu, aku mau
> menanggung sakit karena rasa
> cinta ini terhadap Mu, kalau kita arif tentu akan
> tahu bahwa bukti rasa
> cinta itu harus ada pengorbanan, dan pengorbanannya
> adalah bencana. Melalui
> perantaraannya kita akan tahu bagaimana proses
> terciptanya dunia ini dan
> proses akan berakhirnya dunia, mari kita renungkan
> kehidupan kita
> yang singkat ini.
>
> Setiap mahluk hidup pasti akan mengalami kematian,
> kalau telah datang ajal
> maka tak bisa lagi ditunda, jalan menuju kematian
> memang banyak, bencana
> alam adalah salah satu diantaranya.
>
> Hidup ini nyatanya seperti tukang parkir kendaraan,
> pada jam kerja dia
> memiliki banyak kendaraan, dan pada akhirnya
> harus merelakan kendaraan
> yang dimilikinya harus pergi satu per satu,
> tentu sungguh akan
> menyakitkan bila dia bergantung pada kendaraan itu.
> Apabila ingin
> bergantung tentu sebaiknya kepada Dzat Yang
> Meminjamkan kehidupan itu.
> Sehingga kita bisa rela dan ikhlas atas
> kepergiannya.
>
> Hikmah kejadian di Yogyakarta diluar pikiran kita,
> pada saat orang meyakini
> bahwa paling aman adalah di kota Yogyakarta, dari
> bencana wedus gembel,
> ternyata justru yang dekat pantai terkena musibah.
> Kemana kita harus lari
>
=== message truncated ===
_______________________________________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://beta.id.yahoo.com/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Everything you need is one�click away.� Make Yahoo! your home page�now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/