Perjalananku survey kali ini menuju Saketi. Kota kecil setingkat kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Untuk ke sana aku sengaja melalui jalur tol melewati jalur Anyer. Karena walaupun secara jarak lebih jauh tetapi secara waktu lebih cepat ditempuhnya karena bebas hambatan. Matahari tepat di kulminasi atas, saatnya makan siang telah tiba.
Di salah satu restoran dekat hotel Marbella aku menghentikan kendaraan, dan di salah satu saung aku duduk. Hanya berbatasan sekat bambu di saung sebelah anak-anak SMU setempat sedang merayakan pesta kelulusan. Baju mereka di coret-coret dengan spidol bahkan ada juga yang di cat 'pylox'. Wajah mereka menampakkan keceriaan. Mereka betul-betul kompak, aku mendengar sendiri bagaimana mereka mengumpulkan receh untuk membeli makanan siang mereka.
Diantara keriangan mereka, ada juga yang tersadar apa yang akan menghadang kehidupannya setelah keceriaan bersama ini usai. Aku mendengar celotehan salah seorang wanita yang mengungkapkan bahwa mendingan kawin saja dari pada bingung, tidak melanjutkan sekolah. Celotehan kebingunganpun hilang, karena ombak dan shooting pembuatan film "bay watch" gaya Indonesia yang tidak jauh dari tempat kami makan siang memecahkan perhatian kami.
Melihat tingkah laku adik-adik SMU ini, mengingatkan kala aku masih SMA dulu. Aku bersama sahabatku yang bernama Maman, masing-masing akan melanjutkan pendidikan walaupun dilakukan sambil bekerja. Aku mengambil pendidikan manajemen Informatika seseuai kebutuhan lapangan pekerjaan, dan kawanku akan melanjutkan pendidikan di kampung halamannya Sumedang. Pergumulan pendidikan yang sekian lama kami ikuti, malahan mengantarkan kami bekerja pada bidang yang jauh dari pendidikan. Dan Maman sekarang menjadi tenaga kerja madya di bidang kehutanan.
Itulah salah satu potret kehidupan di negara kita. Apa yang dipelajari, apa yang dikerjakan, apa yang disenangi tidak selamanya seragam.
Apapun yang dilakukan, starting point tempat dimana kita memulai berkehidupan amat penting, karena ini yang akan mengantar kehidupan kita berikutnya. Kalau diibaratkan seperti perjalanan panjang kita menumpang kendaraan dan pada terminal yang dilalui kita berhenti, lalu kita bisa melanjutkan pada kendaraan yang sama, atau kita pindah kendaraan dengan tujuan yang berbeda. Hidup itu banyak pilihan yang harus kita pilih.
Dalam dunia spiritual, terkadang kita menganggap bahwa 'campur tangan' Tuhan hanya sebatas pada saat kita memulai usaha, dan pada saat akhir usaha yang menentukan keberhasilan dalam menjalankan usaha kita. Ibarat kulit kendang yang membungkus pada satu sisi dan menutup sisi yang lainnya. Padahal yang hakiki, sewajarnya kita mengingatNya pada setiap hembusan nafas yang masuk dan keluar. Karena tiada satu detikpun Tuhan alpha akan umatnya di dunia, walaupun hanya sekedar bergulir dan jatuhnya daun yang telah menguning. Mengingat Tuhan hanya pada saat akhir pekerjaan membuat doa yang kita panjatkan memaksanya untuk memberikan kepada keberhasilan kita. Kita menjadi lupa bahwa dalam setiap suatu kejadian, akan ada hikmah yang terkandung di baliknya asal saja kita mau mengurai. Mengingat Tuhan pada setiap hembusan dan keluar nafasnya kita, menyadarkan kita akan kekuasanNya dan Maha Berkehendak-Nya atas segala usaha yang kita lakukan sehingga meminimalkan perasaan akan kecewa bila kita gagal.
Debur ombak pantai carita mengiringi lamunanku, ketika pelayan restoran mengantarkan menu makanan orderanku membuat aku tersadar kalau sekarang ini saatnya makan siang dan aku harus segera melanjutkan perjalananku ke Saketi untuk kembali berkarya. Waktu terasa singkat sekali.
Pada saat aku meninggalkan adik-adik SMU yang masih tenggelam dalam keceriaan, aku masih memikirkan perilaku mereka setelah matahari terbenam dan berganti dengan hari yang berbeda. Disitulah hidup baru dimulai dan akan terkuak apa makna arti ijazah SMA yang hakiki.
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com
__._,_.___
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
| Philosophy beauty product | Philosophy | Philosophy beauty |
| Philosophy of | Philosophy amazing grace | Philosophy hope in a jar |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
