emabdalaah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pernikahan dan PelacuranHati saya benar-benar hancur melihat kenyataan bahwa Siti Nurhaliza akhirnya menikah dengan Datuk K. Dalam hati saya berkata, teganya Siti menjual dirinya kepada lelaki kaya hidung belang.1. kok anda bisa menilai Siti menjual diri? itu prejudice kan, penilaian yang berdasarkan asumsi anda pribadi
2. Datuk K hidung belang? dari mana anda tahu? apa Datuk K sering diberitakan bersama dengan wanita2 cantik? atau Datuk K beristri lebih dari 1?
Pernikahan tsb membuktikan kebenaran sinyalemen saya beberapa waktu lalu, bahwa wanita, sekaya apa pun dia, akan tetap memilih lelaki yang lebih kaya darinya sebagai suami. Dalam kasus ini, kurang apa lagi mbak Siti, dari segi materi? Kenapa dia lebih suka memilih lelaki, yang konon, sebetulnya adalah suami orang?1. sinyalemen ini didapatkan dari berapa objek observasi anda? cukupkah objek anda untuk mengambil kesimpulan generalisasi??
2. suami orang? anda tahu dari mana tentang ini? gosip? seberapa akurat sebenarnya gosip itu untuk dipercaya?
Seperti banyak dirumorkan media Malaysia dan media jirannya, bahwa CT (Siti) lebih suka nemplok di pelukan suami orang, daripada di pelukan lelaki yang masih membujang. Karena kehadiran Siti di hati sang Datuk lah, maka istri Datuk memilih cerai daripada dimadu.
1. sekali lagi....rumor!!
Kalau cuma suka pada lelaki beristri, kenapa sih, bukan memilih saya atau anda saja? Ah, tentu saja kehadiran saya tidak akan ada artinya bagi berlangsungnya jaminan sosial sang diva. Financial security, itulah alasan kebanyakan wanita menikah. Sedangkan lelaki lebih suka menikah karena bakat bawaan instink primitifnya yaitu, tertarik "barang" bagus.1. berarti anda sudah beristri??? berarti anda sama dong dengan Datuk K = hidung belang, sudah beristri masih ingin Siti (kalau mengutip pendapat anda sebelumnya)
Lelaki berduit mana yang tak menginginkan wanita yang mirip boneka barbie itu? Jangankan lelaki berduit, lelaki yang tak berduit pun pasti berkhayal, malu-malu atau tidak malu-malu, untuk menikah dengan penyanyi bersuara emas itu. Apalagi karakternya yang anggun dalam penampilan, sopan dalam bertutur kata, dan tidak suka pamer aurat itu, pasti menambah hasrat setiap pria untuk mendapatkan sorga dunia.1. Mengapa saya merasakan kontradiktif pada pernyataan anda di paragraf ini
Walaupun saya tidak suka mendengar musik, tapi sepintas saya dapat menilai bahwa si Siti Nurjazila ini mempunyai bakat besar dalam menyanyi (betul apa tak betul?). Dan yang saya kagumi juga, dia tak pernah berpakaian ala barat di setiap kali penampilannya. Dia tidak terpengaruh untuk ikut-ikutan menggunakan pakaian yang seksi, minim atau ketat.Berbeda jauh dengan para penyanyi wanita kita, yang lebih suka memamerkan lekuk-lekuk tubuhnya dengan berpakaian ketat atau minim, dalam rangka mendongkrak pendapatan belanja rumah tangga. Malah bukan rahasia lagi kalau para penyanyi wanita yang sudah beristri pun, rela meninggalkan suami dan anaknya berhari-hari karena dibooking "manggung" oleh organisasi ini, organisasi itu.Di sini terlihat dengan jelas, bahwa berdasarkan salah satu fenomena tsb, sebetulnya batas antara penyanyi wanita (artis) dan pelacur sangatlah tipis. Boleh dibilang tak ada batasnya, sebab keduanya sama-sama menjajakan sex appeal yang mereka miliki, baik melalui suara atau tubuh mereka.Dengan sex appeal (daya tarik seksual) yang menjadi andalan mereka berbisnis inilah, yang kemudian mendasari mereka untuk memasang harga, baik ketika show yang sebenarnya, atau show yang pakai tanda kutip, "show". Lebih jauh lagi, dalam segala aspek, harga tinggi tersebut kemudian berdampak pada tingginya gengsi, sehingga segala sesuatunya, disebut pantas atau tidak pantas, dengan nominal uang.Contohnya dalam perkawinan yang dialami banyak kaum selebritis, tak ada satu pun yang rela menikah dengan orang miskin, atau katakanlah, dengan orang yang standar ekonomi menengah. Dan penyakit masyarakat tersebut ternyata juga bukan menjangkiti para selebritis yang sering nongol di TV, orang-orang kampung yang tidak pernah masuk berita pun, mematok harga tinggi bagi anak gadisnya. Apalagi kalau sang anak bertampang cantik atau mirip-mirip artis, maka harga jualnya pun tentu lebih tinggi lagi.Anda boleh saja protes, tapi hal ini benar adanya. Banyak orangtua yang bertingkah seperti germo atau bromocorah yang memasang tarif tinggi bagi siapa yang hendak meminang anak gadisnya. Terkadang sang anak gadis pun merasa dirinya cantik dan memang merasa pantas dihargai dengan harga tinggi.Jadilah di sini batas pelacuran dan pernikahan jadi kabur. Dalam kedua event tsb, sang lelaki sebagai konsumen, sama-sama harus mempunyai budjet yang banyak untuk mendapatkan seorang wanita. (Berdasarkan kenyataan ini, barangkali nanti, para ulama jaringan islamliberal akan mengeluarkan fatwa bahwa melacur itu halal karena, sama-sama mengeluarkan uang, seperti laiknya pernikahan).Kalau jiwa pelacur dan germo sudah menguasai, maka segalanya harus serba wah, termasuk memilih calon suami, seperti yang menimpa Siti Nurhalija. Sopan santun dalam bertutur kata, elok dalam berpakaian, hanyalah kamuflase untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dari lelaki hidung belang. Pengetahuan agamanya hanya dijadikan umpan untuk menjaring konsumen yang lebih banyak.Menyinggung tipisnya batas pernikahan dan pelacuran, berarti menyinggung sebuah kosa kata lain, yaitu kebaikan yang diwakili polisi,lawan kejahatan yang diwakili penjahat. Batas antara kebaikan dan kejahatan hanyalah sebuah benang yang transparan.Seorang polisi dan seorang penjahat sama saja statusnya, sama-sama merugikan masyarakat. Penjahat merugikan orang lain tanpa menggunakan institusi resmi, sedangkan polisi, pejabat pemerintah, anggota DPR/DPRD, hakekatnya adalah penjahat juga, sebab mereka suka memakan uang rakyat dengan menjual hukum.Bahkan ketika seorang terpidana harus masuk penjara untuk bertobat, segala infra strukturnya tidak mendukung sama sekali untuk bertobat. Seorang terpidana, yang seharusnya segala nafsu kriminalnya dibelenggu oleh aparat, masih bisa melakukan segala bentuk criminal, baik sebagai bandar narkoba, atau yang kecil-kecilan, jualan rokok.Lebih edan lagi, dosa dan kejahatan itu juga menjadi kewajiban bagi penjaga penjara, karena mereka mewajibkan para pengunjung membayar sekian rupiah untuk sekali bezuk. Jadi sebetulnya semua mata rantai dalam penjara itu, baik polisi, hakim, yang terpidana, sipirnya, ketua lapasnya, dan pengunjungnya sama-sama tukang criminal.Jadi seseorang masuk penjara bukanlah sebuah jaminan akan terbebas dari menebus sebuah dosa, sebab dosa yang lain sedang menanti.Well, bagaimana pun juga kehidupan terus berjalan. Pelacuran dan perkawinan tak akan pupus dari dunia, selama para wanita cantik dan tidak cantik masih merasa sebagai barang yang mahal. Polisi, pejabat, anggota dewan dan penjahat tetap saja masih satu derajat, selama mereka tidak menyadari betapa berharganya secuil nasi tetangga yang tercecer di atas meja.Kembali ke soal perkawinan Siti Nurhaliza vs |Datuk K. Sebagai seorang muslim yang baik, mustinya Datuk K tidak hanya sekedar melegitimasi perkawinan untuk melampiaskan nafsunya. Sebagai anggota dari umatan wasatan, mustinya Datuk K, dan juga kita, dalam hal perkawinan mempunyai sebuah misi, baik itu misi sosial, ekonomi maupun pendidikan.1. Dari ke-enam paragraf di atas berkali2 anda telah salah menuliskan nama Siti, yang berarti anda tidak cukup mengenal artis ini, yang berarti anda sebenarnya tidak cukup valid untuk bisa mengatakan dan menyambungkan perkawinan Siti dengan esensi kebenaran menurut anda yang menurut saya amat sangat tidak berdasar karena kembali pada pernyataan anda di paragraf 5 yaitu:
"....pasti menambah hasrat setiap pria untuk mendapatkan sorga dunia."
semua alasan anda tentang keburukan suatu perkawinan yang didasarkan nafsu yang lebih merupakan pelacuran tetap berasal dari kedua belah pihak, kalau melihat pernyataan anda yang saya kutip bisa saya tangkap bahwa anda sebenarnya sudah mendapatkan kebenaran itu, tetapi tetap saja anda menjudge orang lain dan pasangan2 lain. Bagaimana dengan perkawinan anda sendiri?
2.Siapa anda sehingga bisa2nya mempertanyakan keagungan suatu perkawinan orang lain....saya tegaskan "orang lain". Selain itu, anda telah men-generalisasi perkawinan = pelacuran yang dapat dipersamakan dengan polisi = kebaikan dan dapat dipersamakan dengan penjahat = kejahatan, lagi2 anda mencampurbaurkan ideologi dengan person, kebaikan adalah kebaikan, penjahat pun dapat berbuat kebaikan, polisi pun dapat berbuat kejahatan.
Bukan hanya sharing, maaf, alat kelamin, dengan bayaran yang mahal, tapi juga musti sharing harta-benda dan intelektual. Dengan kata lain, mustinya seorang yang kaya menikah dengan seorang yang miskin. Orang pandai menikah dengan orang yang kurang pandai. Seorang ahli agama mustinya kawin dengan seorang yang buta agama. Dengan demikian terjadi sharing ekonomi, sosial dan intelektual.1. Saya mempertanyakan kemurnian hati manusia yang menikah kalau anda mengusulkan ini, artinya perkawinan dijadikan alat untuk berzakat, bukannya ini yang mendorong pelacuran dalam perkawinan???? dengan alasan demi menolong/ sharing seorang lelaki bisa kawin dengan banyak wanita yang miskin??? wanitanya menjadi pelacur??? kalau kondisinya terbalik bagaimana????
Kalau seorang kaya kawin dengan orang kaya, orang miskin musti kawin dengan orang miskin, ustadz kawin dengan ustadzah, menurut saya mereka bukan termasuk orang-orang yang beruntung, dan tidak mengerti makna visi dan misi beragama.1. Biasanya orang menikah berdasarkan kecocokan karena berharap menghabiskan sisa hidup dengan pasangannya, kesamaan status, pendidikan bisa menjadi faktor kecocokan tersebut. Apa salah???
Dalam hal ini saya salut dengan orang-orang Singapura yang mau menikahi para janda miskin dari bangsa Indonesia. Padahal para janda itu rata-rata bertampang jauh memprihatinkan dari Siti Nurhaliza (dan tak bisa menyanyi). Dan dari segi ekonominya pun tergolong pas-pasan, karena mereka kebanyakan tadinya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, baby sitter, tukang masak, dll.1. anda tahu kalau wanita Singapura kebanyakan wanita karier dengan pandangan feminis yang maju dimana kedudukan pria dan istri dalam rumah tangga adalah seimbang dan adil??? dan ini berarti wanita Singapura menuntut pria untuk dapat juga mengurur rumah tangga apabila mereka tidak bekerja, dan anda sendiri telah menyebutkan profesi dari wanita Indonesia yang dinikahi pria Singapura. Jelas kan?
Kalau seorang Siti Nurhaliza dan yang senasib dengannya masih juga mencari lelaki yang lebih kaya, menurut saya, mereka tak ada beda dengan pelacur. Walau mereka nampak terhormat, tapi mental mereka mental pelacur. Begitu juga Datuk Khalid, walaupun kedudukannya terpuji di mata Malaysia, tapi mentalnya tetap mental hidung belang.
Sebagai Penutup, walaupun saya kurang setuju dengan keputusan yang diambil oleh dik Siti dan datuknya, saya tetap berlaku sportif. Saya ucapkan semoga pasangan Datuk K dan Siti boleh berkekalan selama-lamanya Siti mampu bertahan. Dan sebagai seorang lelaki, saya selalu berkeyakinan bahwa, kesempatan kedua itu selalu ada, jadi saya menunggu jandanya sajalah!1. Anda menebutkan Datuk K sebagai hidung belang, lalu anda apa? bahkan jandanya Siti pun anda masih tunggu....
wassalam
Get your email and more, right on the new Yahoo.com
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. __._,_.___
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
| Philosophy | Philosophy of | Philosophy book |
| Citizens of humanity | Citizens of humanity jeans |
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
