Yang menjadi masalah dengan kata "seandainya saja", adalah kata tersebut tidak akan mengubah apapun juga.
Baiklah. Setiap orang pasti berbuat kesalahan. Kesalahan dimana sebenarnya kita bisa mempelajari sesuatu darinya. Yang perlu dilakukan adalah keluar dari masa lalu. Hapus dan ganti dengan frase "lain kali". Ketika berkata 'lain kali', kita sedang dalam perjalanan untuk menyelesaikan masalahnya. Meskipun menyedihkan atau menyakitkan, namun itu berarti menyingkirkan halangan penyesalan, bergerak maju, bertindak, dan melanjutkan hidup. Seandainya saja. Seandainya saja. Saat itulah kata2 itu menjadi kata2 yang paling menyedihkan dari antara semua kata2. Bergerak maju. Bertindak. Melanjutkan hidup. Lain kali saya akan berlari lebih cepat. Lalu menunggu saat dimana kemudian terdengar suatu bunyi 'klik' secara mental. Itu dia ! Seperti itulah tepatnya ! Dan tentu saja kemudian menutupnya dengan kalimat "kata2 sekaligus perbuatan" --nya Ludwig Wittgenstein. Dalam hal ini aku ingin mengucapkan kata2 "Oh, biarkan dia datang !" yang dipenuhi oleh keinginan2ku. Dan kata2 bisa terperas dari kita -- seperti tangisan. ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
