semua atas nama cinta
"sandainya saja" dengan cinta, apakah ia berguna? ataukah Tuhan memberkahinya? 
tetaplah aku bersuka cita dengan cinta. Ibnu Sina tuanku berceritera, bukankah 
Iblis tidak mau bersujud kepada Adam karena dia begitu mencintai Tuhannya, 
yah...ia jauh lebih mencintai Tuhannya dari pada menduakan-Nya. 

Demikianlah aku melihat semuanya dengan cinta, Salman Rusdie memuja Muhammadnya 
dengan cinta, ia begitu tulus ingin membebaskan hegemoni para ulama dengan 
otoritas tafsirnya, ia begitu tulus memberi pengertian keindahan peradaban 
dunia dari pada sekedar tradisi timur. Begitu pula denga Khomeni, dengan cinta 
atas apa yang ia percaya dengan keimanannya dan kekuasaannya, ia rela membuat 
luka dengan cinta, menggantung, memancung dan mencabut setiap jiwa bagai Izroil 
buta dengan ketulusan cinta pada Tuhannya. 
Aku juga ingat bagaimana, orang-orang Ali dengan Cinta kepada Agamanya kemudian 
memancung Utsman, pamanku. Mu'awiyah dengan cintanya kepada Rasul bersama 
Aisyah juga ikhlas memerangi Ali, kemudian ia wafat dengan cinta dibantai 
dengan cinta atas Agamanya juga oleh Khawarij saudaraku. Bush bersama-sama 
Osama bin Laden dengan riangnya rela mengacaukan dunia. 

Itukah cinta? marilah kita semua dengan tanpa manipulasi cinta, tetapi dengan 
cinta yang sebenarnya, membina keindahan cinta, dunia dengan cinta, impian 
dengan cinta, dan kepastian yang nyata dengan cinta.     


----- Pesan Asli ----
Dari: non_sisca <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 20 Juni, 2007 2:22:59
Topik: [filsafat] SEANDAINYA SAJA



Yang menjadi masalah dengan kata "seandainya saja", adalah kata 
tersebut tidak akan mengubah apapun juga. 

Baiklah. 

Setiap orang pasti berbuat kesalahan. 
Kesalahan dimana sebenarnya kita bisa mempelajari sesuatu darinya. 

Yang perlu dilakukan adalah keluar dari masa lalu. 

Hapus dan ganti dengan frase "lain kali". 
Ketika berkata 'lain kali', kita sedang dalam perjalanan untuk 
menyelesaikan masalahnya. 
Meskipun menyedihkan atau menyakitkan, namun itu berarti 
menyingkirkan halangan penyesalan, bergerak maju, bertindak, dan 
melanjutkan hidup. 

Seandainya saja. 
Seandainya saja. 
Saat itulah kata2 itu menjadi kata2 yang paling menyedihkan dari 
antara semua kata2. 

Bergerak maju. 
Bertindak. 
Melanjutkan hidup.

Lain kali saya akan berlari lebih cepat. 

Lalu menunggu saat dimana kemudian terdengar suatu bunyi 'klik' 
secara mental. 

Itu dia ! 
Seperti itulah tepatnya !

Dan tentu saja kemudian menutupnya dengan kalimat "kata2 sekaligus 
perbuatan" --nya Ludwig Wittgenstein. 

Dalam hal ini aku ingin mengucapkan kata2 "Oh, biarkan dia datang !" 
yang dipenuhi oleh keinginan2ku. Dan kata2 bisa terperas dari kita -- 
seperti tangisan. 







        
                
________________________________________________________ 
Sekarang dengan penyimpanan 1GB 
http://id.mail.yahoo.com/

Kirim email ke