he.... pertanyaan yang engkau tanyakan jawabannya ada pada dirimu sendiri,
pertanyaan-pertanyan klasik yang selalu ditanyakan oleh filosof dari jaman dulu
hingga jaman sekarang,
tak urung maunisa pun kadang bisa menjawab atau pun tidak tergantung pada
perjalanan dan pengalamannya sendiri. "jika engkau wahai manusia berpikir
tentang Dia maka engkau akan binasa, tapi jika engaku memikirkan dirimu sendiri
maka engkau akan menemukan diriNya.
temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kenapa manusia senang menyimak kisah ?
Kitab suci, majalah, buku, televisi, internet, semua perangkat manusia
selalu menampilkan kisah.
Suatu saat seorang penulis mematikan tokoh dalam tulisan yang
dibuatnya. Lalu temannya bertanya "Apa kamu benci dengan tokoh itu
samapi kau buat mati" Si penulis memandang penanya dengan tatapan
mempertanyakan pertanyaan aneh itu.
Penulis berhak mematikan atau menghidupkan tokoh yang ditulisnya, tapi
di saat yang sama, penulis pun kadang tak tahu kenapa tokoh-tokoh
dalam tulisannya harus hidup dan mati. Kadang, tokoh-tokoh itu menjadi
begitu hidup sehingga sang penulislah yang kemudian diatur oleh tokoh-
tokoh yang diciptakan nya sendiri.
Seperti apakah perasaan Tuhan saat ini, ketika kita yang diciptakannya
saling mempertanyakan dan mencari-Nya ?
Rindukah Dia ?
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us.