OM Qalam, apa ini bisa disimpulkan begini :

Dulu : Takhayul-Ocultisme-Mistisisme-Agama
Sekarang : Agama-Mistisisme-Ocultisme-Takhayul
Menurut orang Surabaya : Jadinya 'mbulet' - menjadi lingkaran.
Dan ini seperti mode baju saja : Dulu Mini - Cut Brey- modern
                                        lalu kembali : Modern-Cutbrey-Mini.

Jadi ini hanya : Mode saja, mode dalam spiritualitas, kebetulan masuk di 
era modern (jaman sekarang).

Salam,
Dj



At 03:09 AM 24/10/07 +0000, you wrote:
>
>Kebangkitan era spiritual baru atau neospiritual, yang diwarnai
>dengan misitisme, ocultisme dan takhayul.
>
>
>         Postmodernisme merupakan gerakan pemikiran, seni, sosial , agama
>dan budaya
>Yang menjadi titik balik dari modernisme. Peradaban modern dibangun
>atas narasi-narasi besar (Grand naratif) ex emiprisme, komunisme,
>fasisme, logos, spirit dll. Peradaban tersebut dibangun berdasarkan
>klaim-klaim  universalitas, rasionalitas, sentralisme, ketunggalan
>yang terstruktur kuat dalam oposisi biner (Binary opposition) yakni
>benar/salah, baik/buruk, kaya/miskin moral/amoral.
>  postmodernisme menolak segala bentuk grand narasi yang menjadi
>tumpuan peradaban modernisme. Posmo mengembangkan antifondational,
>antiidiologi, antiunversalisme, antiteori, antikemutlakan anti
>sentralisme, antiepistemologi, antistructur, antirasionalisme……
>         Kecenderungan postmodern untuk menolak segala bentuk narasi
>besar dengan segala fondasinya (spirit, logos, Being, sistem) dapat
>pula diartikan sebagai penolakan terhadap agama-agama besar (agama
>samawi), yaitu agama-agama yang memiliki klaim universal, kebenaran
>tunggal yakni Islam, Kristen dan yahudi. Yang Mereka tolak adalah
>klaim kebenaran universal yang dimiliki oleh ajaran-ajaran agama
>tersebut, tidak agama-agama itu sendiri karena tetap dihargai dalam
>kerangka pluralisme.
>         Penolakan postmodern terhadap narasi besar dalam agama-agama
>telah mendorong kearah pembangkitan kembali (Revivalisme) kepercayaan-
>kepercayaan klenik kuno,(primordial). Postmodern sebaliknya cenderung
>mengembangkan agama-agama noninstitusional serta konsep-konsep baru
>tentang spiritualitas yang terlepas dari konsep-konsep dari agama-
>agama samawi. Postmodern lebih cenderung menggali dimensi
>supranatural, ocultisme, mistis, magis. Sehingga bermunculanlah
>konsep primordial seperti praktek tarot, horoskop, astrologi, tenaga
>dalam,  Yoga, I ching, ajaran-ajaran mistik timur, meditasi, mumi,
>manusia serigala, vampir, pengobatan alternatif jarak jauh, petunjuk
>arwah , lia aminudin, nabi-nabi palsu, imam mahdi sempalan dll….
>Begitu juga ada upaya penggalian yang tak henti-hentinya terhadap
>ilmu hitam, racun, sihir hantu dan iblis
>         Tak heran jika novel berbau-bau sihir dari J.K Rowling Harry
>Potter and the Sorcerers stone meledak dipasaran, atau film seperi
>lord of the ring dan laris manisnya buku tentang yoga, meditasi,
>mistisme, psikologi metafisika, aura merupakan gambaran obsesi
>masyarakat postmodern terhadap spiritualitas dangkal, spiritualitas
>yang berpusat pada pemenuhan nafsu-nafsu tubuh. Menciptakan paham-
>paham sinistik atheistic yang cenderung menghina dan merendahkan
>symbol-simbol agama dan melecehkan konsep ketuhanan dan membuat
>keyakinan-keyakinan sempalan, nyeleneh dan ocultism.
>         Selain itu posmo juga cenderung mengembangkan dan menghidupkan
>kembali sekte-sekte sesat yang bersifat eklusif, membangun
>penyimpangan-penyimpangan agama perperti lia aminudin. Hal ini
>disebabkan Wacana ekonomi dan industrialisasi gagal memberikan iklim
>yang sehat bagi berkembangnya rasionalisme di kalangan masyarakat,
>maka dunia mistik dan irasionalitas pun mendapat tampat kembali di
>hati masyarakat. Masyarakat semakin antusias terhadap sensasi dunia
>supranatural. Hingga betapa banyak masyarakat kita lebih mempercayai
>ramalan mistik ketimbang analisis rasional dan argumentasi sehat dari
>para ulama dan agama. Bahkan dunia politik pun memerlukan analisis
>mistik (paranormal). Begitu juga dunia bisnis, yang menjadikan sector
>mistik ini begitu laris, sehingga memungkin kan mereka membuka office
>di perkatoran modern, dengan fasilitas internet dan handphone. Para
>Eksekutif rela mengeluarkan beberapa juta untuk membeli ramalan,
>jimat atau jin.
>
>Inikah hasil yang diharapkan dari eskapisme masyarakat kontemporer
>dari nilai-nilai agama??? ketika gaung rasionalisme yang diwadahi
>oleh semangat modernisme telah gagal membuktikan klaimnya sebagai
>gerakan pencerahan umat manusia. Postmo merupakan parodi dan kritik
>terhadap klaim-klaim modernisme yang dianggap gagal dan omong kosong
>besar dalam peradaban umat manusia. postmo lahir sebagai bentuk
>ekspresi frustasi dan eskapisme dari modernisme.
>Sehingga postmo memparodi segala sesuatu termasuk dirinya sendiri
>akhirnya yang kita lihat hanyalah parodi dari segala sesuatu semuanya
>serba parodi...
>
>
>Qalam26
>wallahu a'lam
>
>
>
>
>******************************************************
>Milis Filsafat
>Posting     : [email protected]
>Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
>Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
>Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
>******************************************************
>
>Yahoo! Groups Links
>
>
>



******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke