qalam yang modern menentang posmodernism karna tidak memberi solusi postmodernism mengerti modernism sebagai produsen solusi
Am i posmo ? Who are you modernism ? ----- Original Message ----- From: qalam26 To: [email protected] Sent: Monday, October 29, 2007 2:55 PM Subject: RE : Re: [filsafat] Neospiritualitas & Agama Postmodern Ya saya setuju Bung Pomardi dengan tanggapan saudara bahwa : "posmo tidak memberi solusi " ia hanya menambah kusut benang yang memang telah kusut dalam diskursus grand naratif modenism.... Dan anda dengan cantik menggambarkan : bahwa : "posmo mendorong manusia menciptakan kebenarannya sendiri, di saat itu pulalah banyak orang, dewasa ini bingung atas "kebenaran" yang bertebaran dimana-mana. Dengan kata lain, tampaknya banyak orang berada dan hidup dalam ketidakjelasan, karena terkontaminasi dengan aneka "kebenaran spiritualitas" di hamparan global." setuju sekali... oleh karenanya saya menawarkan solusi untuk semua itu yakni..... Islamic puritanism pemurnian dan pendidikan Tafsiyah & tarbiyah sebagai solusi manusia harus kembali kepada ajaran islam yang paling murni....... yakni jalan islam dari generasi awal (para sahabat) yang belum dicampuri hal-hal yang mengada-ada (bid'ah) dalam agama..... wallahu a'lam qalam26 --- In [email protected], Pormadi ocarm <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sebagai anti-kemutlakan, posmo melihat keberadaan (eksistensi/ ada) itu seyogiyanya dipandang secara menyeluruh/ utuh. Posmo mendorong orang menciptakan kebenarannya sendiri, termasuk neospiritualitas yang disebut Bung Qalam ini. Di satu sisi, hal ini merupakan keunggulan posmo yaitu menghargai eksistensi keanekaragaman, di sisi lain, posmo tidak memberi solusi atas perlawanan terhadap modernisme. Saat, posmo mendorong manusia menciptakan kebenarannya sendiri, di saat itu pulalah banyak orang, dewasa ini bingung atas "kebenaran" yang bertebaran dimana-mana. Dengan kata lain, tampaknya banyak orang berada dan hidup dalam ketidakjelasan, karena terkontaminasi dengan aneka "kebenaran spiritualitas" di hamparan global. > > Dibutuhkan suatu nalar kritis dan patokan untuk melihat mana yang lebih mendekat kebenaran sejati (sesuai dengan hati nurani = nilai iman universal) yang bisa diterima iman dan akal budi (agama apapun dia, termasuk agama samawi). > > > > verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> a écrit : > OM Qalam, apa ini bisa disimpulkan begini : > > Dulu : Takhayul-Ocultisme-Mistisisme-Agama > Sekarang : Agama-Mistisisme-Ocultisme-Takhayul > Menurut orang Surabaya : Jadinya 'mbulet' - menjadi lingkaran. > Dan ini seperti mode baju saja : Dulu Mini - Cut Brey- modern > lalu kembali : Modern-Cutbrey-Mini. > > Jadi ini hanya : Mode saja, mode dalam spiritualitas, kebetulan masuk di > era modern (jaman sekarang). > > Salam, > Dj > > At 03:09 AM 24/10/07 +0000, you wrote: > > > >Kebangkitan era spiritual baru atau neospiritual, yang diwarnai > >dengan misitisme, ocultisme dan takhayul. > > > > > > Postmodernisme merupakan gerakan pemikiran, seni, sosial , agama > >dan budaya > >Yang menjadi titik balik dari modernisme. Peradaban modern dibangun > >atas narasi-narasi besar (Grand naratif) ex emiprisme, komunisme, > >fasisme, logos, spirit dll. Peradaban tersebut dibangun berdasarkan > >klaim-klaim universalitas, rasionalitas, sentralisme, ketunggalan > >yang terstruktur kuat dalam oposisi biner (Binary opposition) yakni > >benar/salah, baik/buruk, kaya/miskin moral/amoral. > > postmodernisme menolak segala bentuk grand narasi yang menjadi > >tumpuan peradaban modernisme. Posmo mengembangkan antifondational, > >antiidiologi, antiunversalisme, antiteori, antikemutlakan anti > >sentralisme, antiepistemologi, antistructur, antirasionalisme.. > > Kecenderungan postmodern untuk menolak segala bentuk narasi > >besar dengan segala fondasinya (spirit, logos, Being, sistem) dapat > >pula diartikan sebagai penolakan terhadap agama-agama besar (agama > >samawi), yaitu agama-agama yang memiliki klaim universal, kebenaran > >tunggal yakni Islam, Kristen dan yahudi. Yang Mereka tolak adalah > >klaim kebenaran universal yang dimiliki oleh ajaran-ajaran agama > >tersebut, tidak agama-agama itu sendiri karena tetap dihargai dalam > >kerangka pluralisme. > > Penolakan postmodern terhadap narasi besar dalam agama-agama > >telah mendorong kearah pembangkitan kembali (Revivalisme) kepercayaan- > >kepercayaan klenik kuno,(primordial). Postmodern sebaliknya cenderung > >mengembangkan agama-agama noninstitusional serta konsep-konsep baru > >tentang spiritualitas yang terlepas dari konsep-konsep dari agama- > >agama samawi. Postmodern lebih cenderung menggali dimensi > >supranatural, ocultisme, mistis, magis. Sehingga bermunculanlah > >konsep primordial seperti praktek tarot, horoskop, astrologi, tenaga > >dalam, Yoga, I ching, ajaran-ajaran mistik timur, meditasi, mumi, > >manusia serigala, vampir, pengobatan alternatif jarak jauh, petunjuk > >arwah , lia aminudin, nabi-nabi palsu, imam mahdi sempalan dll.. > >Begitu juga ada upaya penggalian yang tak henti-hentinya terhadap > >ilmu hitam, racun, sihir hantu dan iblis > > Tak heran jika novel berbau-bau sihir dari J.K Rowling Harry > >Potter and the Sorcerers stone meledak dipasaran, atau film seperi > >lord of the ring dan laris manisnya buku tentang yoga, meditasi, > >mistisme, psikologi metafisika, aura merupakan gambaran obsesi > >masyarakat postmodern terhadap spiritualitas dangkal, spiritualitas > >yang berpusat pada pemenuhan nafsu-nafsu tubuh. Menciptakan paham- > >paham sinistik atheistic yang cenderung menghina dan merendahkan > >symbol-simbol agama dan melecehkan konsep ketuhanan dan membuat > >keyakinan-keyakinan sempalan, nyeleneh dan ocultism. > > Selain itu posmo juga cenderung mengembangkan dan menghidupkan > >kembali sekte-sekte sesat yang bersifat eklusif, membangun > >penyimpangan-penyimpangan agama perperti lia aminudin. Hal ini > >disebabkan Wacana ekonomi dan industrialisasi gagal memberikan iklim > >yang sehat bagi berkembangnya rasionalisme di kalangan masyarakat, > >maka dunia mistik dan irasionalitas pun mendapat tampat kembali di > >hati masyarakat. Masyarakat semakin antusias terhadap sensasi dunia > >supranatural. Hingga betapa banyak masyarakat kita lebih mempercayai > >ramalan mistik ketimbang analisis rasional dan argumentasi sehat dari > >para ulama dan agama. Bahkan dunia politik pun memerlukan analisis > >mistik (paranormal). Begitu juga dunia bisnis, yang menjadikan sector > >mistik ini begitu laris, sehingga memungkin kan mereka membuka office > >di perkatoran modern, dengan fasilitas internet dan handphone. Para > >Eksekutif rela mengeluarkan beberapa juta untuk membeli ramalan, > >jimat atau jin. > > > >Inikah hasil yang diharapkan dari eskapisme masyarakat kontemporer > >dari nilai-nilai agama??? ketika gaung rasionalisme yang diwadahi > >oleh semangat modernisme telah gagal membuktikan klaimnya sebagai > >gerakan pencerahan umat manusia. Postmo merupakan parodi dan kritik > >terhadap klaim-klaim modernisme yang dianggap gagal dan omong kosong > >besar dalam peradaban umat manusia. postmo lahir sebagai bentuk > >ekspresi frustasi dan eskapisme dari modernisme. > >Sehingga postmo memparodi segala sesuatu termasuk dirinya sendiri > >akhirnya yang kita lihat hanyalah parodi dari segala sesuatu semuanya > >serba parodi... > > > > > >Qalam26 > >wallahu a'lam > > > > > > > > > >****************************************************** > >Milis Filsafat > >Posting : [email protected] > >Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ > >Website : http://filsafatkita.f2g.net/ > >Berhenti : [EMAIL PROTECTED] > >****************************************************** > > > >Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > Ne gardez plus qu'une seule adresse mail ! Copiez vos mails vers Yahoo! Mail > ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.12/1097 - Release Date: 28/10/2007 13:58
