--- In [email protected], qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>               
> Kebangkitan era spiritual baru atau neospiritual, yang diwarnai 
> dengan misitisme, ocultisme dan takhayul. 
> 
> 
>       Postmodernisme merupakan gerakan pemikiran, seni, sosial , agama 
> dan budaya
> Yang menjadi titik balik dari modernisme. Peradaban modern dibangun 
> atas narasi-narasi besar (Grand naratif) ex emiprisme, komunisme, 
> fasisme, logos, spirit dll. Peradaban tersebut dibangun berdasarkan 
> klaim-klaim  universalitas, rasionalitas, sentralisme, ketunggalan 
> yang terstruktur kuat dalam oposisi biner (Binary opposition) yakni 
> benar/salah, baik/buruk, kaya/miskin moral/amoral. 
>  postmodernisme menolak segala bentuk grand narasi yang menjadi 
> tumpuan peradaban modernisme. Posmo mengembangkan antifondational, 
> antiidiologi, antiunversalisme, antiteori, antikemutlakan anti 
> sentralisme, antiepistemologi, antistructur, antirasionalisme……
>       Kecenderungan postmodern untuk menolak segala bentuk narasi 
> besar dengan segala fondasinya (spirit, logos, Being, sistem) dapat 
> pula diartikan sebagai penolakan terhadap agama-agama besar (agama 
> samawi), yaitu agama-agama yang memiliki klaim universal, kebenaran 
> tunggal yakni Islam, Kristen dan yahudi. Yang Mereka tolak adalah 
> klaim kebenaran universal yang dimiliki oleh ajaran-ajaran agama 
> tersebut, tidak agama-agama itu sendiri karena tetap dihargai dalam 
> kerangka pluralisme. 
>       Penolakan postmodern terhadap narasi besar dalam agama-agama 
> telah mendorong kearah pembangkitan kembali (Revivalisme) kepercayaan-
> kepercayaan klenik kuno,(primordial). Postmodern sebaliknya cenderung 
> mengembangkan agama-agama noninstitusional serta konsep-konsep baru 
> tentang spiritualitas yang terlepas dari konsep-konsep dari agama-
> agama samawi. Postmodern lebih cenderung menggali dimensi 
> supranatural, ocultisme, mistis, magis. Sehingga bermunculanlah 
> konsep primordial seperti praktek tarot, horoskop, astrologi, tenaga 
> dalam,  Yoga, I ching, ajaran-ajaran mistik timur, meditasi, mumi, 
> manusia serigala, vampir, pengobatan alternatif jarak jauh, petunjuk 
> arwah , lia aminudin, nabi-nabi palsu, imam mahdi sempalan dll…. 
> Begitu juga ada upaya penggalian yang tak henti-hentinya terhadap 
> ilmu hitam, racun, sihir hantu dan iblis
>       Tak heran jika novel berbau-bau sihir dari J.K Rowling Harry 
> Potter and the Sorcerers stone meledak dipasaran, atau film seperi 
> lord of the ring dan laris manisnya buku tentang yoga, meditasi, 
> mistisme, psikologi metafisika, aura merupakan gambaran obsesi 
> masyarakat postmodern terhadap spiritualitas dangkal, spiritualitas 
> yang berpusat pada pemenuhan nafsu-nafsu tubuh. Menciptakan paham-
> paham sinistik atheistic yang cenderung menghina dan merendahkan 
> symbol-simbol agama dan melecehkan konsep ketuhanan dan membuat 
> keyakinan-keyakinan sempalan, nyeleneh dan ocultism. 
>       Selain itu posmo juga cenderung mengembangkan dan menghidupkan 
> kembali sekte-sekte sesat yang bersifat eklusif, membangun 
> penyimpangan-penyimpangan agama perperti lia aminudin. Hal ini 
> disebabkan Wacana ekonomi dan industrialisasi gagal memberikan iklim 
> yang sehat bagi berkembangnya rasionalisme di kalangan masyarakat, 
> maka dunia mistik dan irasionalitas pun mendapat tampat kembali di 
> hati masyarakat. Masyarakat semakin antusias terhadap sensasi dunia 
> supranatural. Hingga betapa banyak masyarakat kita lebih mempercayai 
> ramalan mistik ketimbang analisis rasional dan argumentasi sehat dari 
> para ulama dan agama. Bahkan dunia politik pun memerlukan analisis 
> mistik (paranormal). Begitu juga dunia bisnis, yang menjadikan sector 
> mistik ini begitu laris, sehingga memungkin kan mereka membuka office 
> di perkatoran modern, dengan fasilitas internet dan handphone. Para 
> Eksekutif rela mengeluarkan beberapa juta untuk membeli ramalan, 
> jimat atau jin.
>       
> Inikah hasil yang diharapkan dari eskapisme masyarakat kontemporer 
> dari nilai-nilai agama??? ketika gaung rasionalisme yang diwadahi
> oleh semangat modernisme telah gagal membuktikan klaimnya sebagai
> gerakan pencerahan umat manusia. Postmo merupakan parodi dan kritik
> terhadap klaim-klaim modernisme yang dianggap gagal dan omong kosong
> besar dalam peradaban umat manusia. postmo lahir sebagai bentuk 
> ekspresi frustasi dan eskapisme dari modernisme.
> Sehingga postmo memparodi segala sesuatu termasuk dirinya sendiri
> akhirnya yang kita lihat hanyalah parodi dari segala sesuatu semuanya 
> serba parodi...
>       
>       
> Qalam26  
> wallahu a'lam
>
postmo, tentunya tidak dilihat secara sempit.banyak sisi yang bisa
dipantau, dari posmo, negatif tentu saja banyak positifnya.memang
Posmo tidak menggandrungi grand naratif, tetapi bukan berarti
menolaknya.contohnya , sampai sekarang grandnaratif itu tetap hidup.
hanya saja, posmo tidak berhenti disitu, selain menghargai
kekayaan-kekayaan lokal yang   
selama era modern diabaikan-dikunokan. 



******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke