....



Bingungisme menyandarkan plin-planistis pada
kerelativan kondisional. Improvisasi, eksperimen dan kompleksitas serta
fenomena individu dan sosial yang dikedepankan, sehingga generalisasi sangat
sukar untuk dilakukan, metodelogi ter-demetologikan. Dan pada tahap selanjutnya
melawan skema uniformitas dan globalisasi.



            Uniformitas
yang umum hanya ada dalam prognisi, dan disini prognisi tidak ada atau jika ada
maka ditiadakan. Karena itu hanya didasarkan pada asumsi, pada kondisi yang
sama berlaku hal yang sama. Prinsip yang berlaku tanpa pengecualian. Dan
bingungisme mencoba menjawab bahwa itu tidak bisa berlaku, kondisi yang sama
hanya timbul dalam satu waktu dimana individu terseret suatu arus trend dalam
zamannya. Maka jika trend itu kita resistensi, dengan mensubmainstremkan diri
maka uniformitas itu tidak akan berlaku. Disini tentu saja saya tidak memasukan
kondisi-kondisi yang kodrati, seperti semua manusia membutuhkan udara; yang
coba kita gugat uniformitas dalam soal nilai tukar yang mempunyai nilai pasar,
yang tidak sekedar terkait soal bendawi.    











Secara implisit bingungisme menyatakan bahwa
pergulatan di dalam sejarah akan berlaku terus menerus. Seperti upaya untuk
menghindarkan masyarakat dari alur perkembangan yang sistematis, yang
seringkali dijadikan alasan oleh perumus trend sebagai suatu siklus yang memang
diatur oleh hukum yang tidak berubah, padahal hanya menyeret kondisi
perkembangan masyarakat menuju kebutuhan-kebutuhan yang disediakan oleh pasar,
dan jika terjadi situasi sosial yang kurang memuaskan maka itu harus diterima
begitu saja sebagai kehendak dari hukum yang tidak berubah tadi. Hal ini
seperti menyatakan, hukum ekonomi tidak bisa dirubah, jadi percuma melakukan
intervensi-intervensi hukum dalam perselisihan upah misalnya. Selain itu,
asumsi mengenai sistem global yang konstan dan statis yang menyebabkan perasaan
tidak berdaya terhadap proses-proses yang niscaya, sehingga kita hanya menerima
dengan lapang dada hal-hal yang sepertinya tidak terelakkan. Apa gunanya
melawan sistem yang menggurita dan menjerat seperti ini, memang sudah demikian
keadaannya, itu adalah suatu keniscayaan, tanggapan seperti itu kerapkali kali
muncul, sehingga upaya untuk mempengaruhi keadaan dan mengambil pelajaran dari
padanya hanya menjadi bahan tertawaan. Menurut bingungisme ini adalah pikiran
–pikiran yang konservatif, yang merupakan konsekuensi dari tuntutan untuk
menerima konsistensi metode yang sistematis. Dari pemikiran seperti inilah
plin-planistis lahir. 













__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke