Eksperimen
Sistem saat ini membuat kita hidup seperti dalam
ruang isolasi, dikontrol secara buatan. Selera kita diremote dan diarahkan;
tidak perlu bingung, ikuti saja arusnya, karena semuanya sudah diatur. Maka
saat itulah, bingungisme berusaha hadir dan menawarkan eksperimen. “Mari bung
bingung kembali...”.
Bingungisme mendorong eksperimen dalam
lingkup sosial, tapi juga menolak eksperimen yang ditujukan hanya untuk
memajukan kepentingan ilmu pengetahuan, tanpa kemajuan politis. Eksperimen yang
didorong oleh bingungisme bukanlah eksperimen laborate yang memandang kondisi
diluar sebagai suatu gejala yang sedang diteliti lewat metode-metode pembesaran
mikroskopik Karena eksperimen seperti itu hanya menciptakan ruang isolasi
tiruan dimana sifat individual yang melakukan eksperimen tidak terlibat secara
langsung dalam interaksinya, sehingga ada keterpendaman intutitif. Dan proses
refleksi yang ada hanya proses refleksi keilmuan tadi. Jadinya sayur asem
kurang galau.
Eksperimen
untuk menumbuhkan kesadaran bahwa dirinya memang sedang bingung dan seharusnya
dia memang dalam kondisi itu.
“Jika
saya bingung maka saya baru saja berpikir, selanjutnya saya berpikir maka saya
plin-plan...” . dan saat itulah eksperimen terjadi, eksperimen yang tidak
dilakukan dalam sebuah laboratorium, tapi disuatu kondisi lingkungan
masyarakat, sehingga saat pengadaan eksperimen itu membawa pengadaan perubahan.
Dan eksperimen itu tidak bisa diulang dalam kondisi yang sama, karena
kondisinya sudah berubah akibat ekseperimen yang pertama, karena itu harus
dimunculkan lagi eksperimen paling dasar, yaitu eksperimen yang menumbuhkan
kesadaran bahwa dirinya memang sedang bingung. Loh kok berubah-ubah? namanya
juga eksperimen, bingung ya balik. Kayak tulisan di truk aja, bingung balik.
Emang
yang baca supir truk, tapi ini kalo bingung baliknya kebingung.
Mari Bung kita bersambung.. ..
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com