Oh, Kukira orang jawa, Mon Namamu kok milih yang nama jawa Temon Loh, kok kau bilang aneh, sih Kau kira aku alien, Mon ? Hihihi
temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Lho, kenapa as... sedang gak enak badan atau uring-uringan seperti biasanya ?? Saya buka orang jawa jadi maaf aja kalau gak ngerti ya as... Sebetulnya yang sedang menderita itu siapa sihh?? As..as, kamu tuh aneh sekali --- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hehehe, Monnie > > Dedalane guno lawan sekti > Kudu andap asor > Wani ngalah, duwur wekasane .................. > dsl > > Gimana kabar cowo'mu di Nurani, Mon ? > Mon, masih suka ngasi orang jualan cobek ? > Atau ndak mau ngasih ? > Masih nangis saja, Monnie ? > Terasa deritamu, Monnie ? > Derita akan cintamu, Monnie ? > > Monnie > Yang di Mijil itu adalah > masih terpengaruh kepada > pemikiran orang Arab. > > Tuhan yang Maha hebat di situ > diciptakan oleh manusia > > Bagaimana sesungguhnya yang terjadi > Belum ada seorangpun yang tau > > Baik nabi palsu > atau juga nabi asli > > > temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Suluk Gedhong > > Mijil > > 1 > Sesungguhnya tidaklah ada yang tahu > Bahwa umpamanya Ia bersemayam di gedung itu > Tapi diketahuiNya ia yang tahu > Serta bagaimana segala mahluk berperilaku > Sungguh sebelum terjadi > Ia telah mengerti > 2 > Ketahuilah Sebelum segalanya terjadi > Ketika jagad kosong tanpa isi > Bahkan sebelum awang-uwung itu sendiri > Yang ada hanya Tuhan Sang Maha Widi > Hanya Ia pula yang mengetahui > Zat Mahaluhur dan Suci > 3 > Maka dibikinNya semua mahkluk ini > Agar ada yang mengenali > Diciptakannya jagat semesta > Dengan hanya satu sabda > Segalanya mengada seketika : > "Kun" > 4 > Sempurna tak ada kekurangan > Karena Tuhan yang menciptakan > Ia berkuasa karena DiriNya sendiri > Tanpa kesalahan sama sekali > Demikianlah tatkala semua terjadi > Bertahap menjadi dan menjadi > 5 > Maka bersabdalah Ia > Kenapa segenap alam yang dijadikanNya nyata > "Sungguh tak Kujadikan Jin dan manusia > Kecuali untuk satu: > Menyembah kepadaKu" > 6 > Menyembah untuk melihat > Dengan cara memandang yang khas > Menyembah seperti berkaca dalam cermin > Berjuang menemukan rupa yang hakiki > Karena yang diperlihatkan oleh kaca > Tidaklah sejati > 9 > Ketika engkau menyembah memuji > Tajamkan penglihatan > Kepada yang menggerakan sembahyang > Yakni Allah sejati > Kau sembah Ia dengan pasti > Tidak setengah hati > 10 > Menatap ini dan menatap itu > Sampai pula segala sesuatu > Tak ada yang kosong olehNya > Ia meliputi dan memenuhi apa saja > Bahkan ZatNya tampak > Bagi setiap mata yang waspada > 11 > Lainnya tiada, kecuali yang terlihat > Apabila sudah arif makrifat > Namun jika rabun oleh segala rupa > Yang tampak itu hakiki disangkanya > Lantaran tak tahu ajaran yang benar > Bingung yang terlihat dan terdengar > 12 > Tak bingung kalau tahu yang sejati > Bagi yang ingin melihatnya > Sirnakan segala rupa > Yakni dinding yang menutupi batin mata > Kalau sudah tercapai ia > Itulah makrifat namanya > 13 > Menempuh jalan, mencari > WajahNya yang kelihatan > Demikian engkau tahu menemukan Tuhan > Demikian engkau menempuh jalan > Yang sejak sediakala disediakan > 14 > Kalau dipandang tiada. Ia tiada > Maka jangan ragukan tempatNya > Kalau dipandang tiada, Ia tiada selamanya > Dari awal hingga akhir > Tak ada yang mengerti > Karena itulah dicari > 15 > Kalau dipandang ada, Ia ada, anakku > Hendaklah engkau waspada menatapNya > Lantaran tak ada lagi selain Ia > Tinggal bagai sepi > Satu wujud Abadi > > (Anonim) > > > > > > > --------------------------------- > Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now. > --------------------------------- Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.
