Hihihi

Kun itu artinya :
Jadiiiii

Fa itu artinya :
maka

ya itu artinya :
Ya iya juga

Trus, kun lagi, yang artinya :
Jadiiiiiiiiii

Nah orang yang tidak tau apa2
trus ditanyai
ya njawab yang gampang saja
Macem orang Ngarab itu
yang sampai sekarangpun
tingkat pemikirannya masih di bawah2
yang lebih diutamakan adalah :
syahwatiyah

Kalau orang zaman sekarang
yang hanya tersenyum bila mendengar cerita bo'ongan tanpa difikir itu.

Mulai mencari
bagaimana, sih
asal mula universe itu

lama menyelidikinya
dengan bukti2 nyata

tak hanya bilang
KUN
lalu ya
KUN

gitu aja
sangking tidak bisa mikir.

Huahaha

verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                Oh ya jadi 
Kun fayakun itu itu dalam konsep bumi seperti sim salaabim, atau abrakadabra, 
yang artinya Jadi maka jadilah...?
 
 Andaikan sekarang diprotes, bagaimana memprotesnya? Apa yang salah?
 
 Salam,
 
 At 06:59 PM 22/11/07 -0800, you wrote:
 
Kun itu bahasa Ngarab
 artinya : Jadiiiiiiiiiiiiiiii
 
 Enak aja kan, gak tau asal mulanya
 lalu bikin aja karangannya sendiri
 
 Sebelumnya semuanya tidak ada
 lalu, teriak aja
 Kuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuun
 Tidak pakai konsep apa2
 Tidak pakai mikir apa2
 
 Terus ada
 jadi
 
 Huwahahahahahahahahahahaha
 
 Tidak ada orang zaman dahulu yang protes.
 Anehnya, sampai zaman sekarang juga.
 
 verri DJ <[EMAIL PROTECTED]>  wrote:
 "Kun" adalah salah satu buku karangan Ibn Arabi, sayang sekali bukunya belum 
saya baca padahal udah beli setahun lalu, jadi aku belum bisa kasih komentar, 
gak ada amunisi untuk membahasnya.
 
 Salam,
 Dj
 
 At 06:38 PM 22/11/07 -0800, you wrote:
 Hehehe, Monnie
 
 Dedalane guno lawan sekti
 Kudu andap asor
 Wani ngalah, duwur wekasane ..................
 dsl
 
 Gimana kabar cowo'mu di Nurani, Mon ?
 Mon, masih suka ngasi orang jualan cobek ?
 Atau ndak mau ngasih ?
 Masih nangis saja, Monnie ?
 Terasa deritamu, Monnie ?
 Derita akan cintamu, Monnie ?
 
 Monnie
 Yang di Mijil itu adalah
 masih terpengaruh kepada
 pemikiran orang Arab.
 
 Tuhan yang Maha hebat di situ
 diciptakan oleh manusia
 
 Bagaimana sesungguhnya yang terjadi
 Belum ada seorangpun yang tau
 
 Baik nabi palsu
 atau juga nabi asli
 
 
 temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 Suluk Gedhong
 
 Mijil
 
 1
 Sesungguhnya tidaklah ada yang tahu
 Bahwa umpamanya Ia bersemayam di gedung itu
 Ta pi diketahuiNya ia yang tahu
 Serta bagaimana segala mahluk berperilaku
 Sungguh sebelum terjadi
 Ia telah mengerti
 2
 Ketahuilah Sebelum segalanya terjadi
 Ketika jagad kosong tanpa isi
 Bahkan sebelum awang-uwung itu sendiri
 Yang ada hanya Tuhan Sang Maha Widi
 Hanya Ia pula yang mengetahui
 Zat Mahaluhur dan Suci
 3
 Maka dibikinNya semua mahkluk ini
 Agar ada yang mengenali
 Diciptakannya jagat semesta
 Dengan hanya satu sabda
 Segalanya mengada seketika :
 "Kun"
 4
 Sempurna tak ada kekurangan
 Karena Tuhan yang menciptakan
 Ia berkuasa karena DiriNya sendiri
 Tanpa kesalahan sama sekali
 Demikianlah tatkala semua terjadi
 Bertahap menjadi dan menjadi
 5
 Maka bersabdalah Ia
 Kenapa segenap alam yang dijadikanNya nyata
 "Sungguh tak Kujadikan Jin dan manusia
 Kecuali untuk satu:
 Menyembah kepadaKu"
 6
 Menyembah untuk melihat 
 Dengan cara memandang yang khas
 Menyembah seperti berkaca dalam cermin
 Berjuang menemukan rupa yang hakiki
 Karena yang diperlihatkan oleh kaca
 Tidaklah sejati
 9
 Ketika engkau menyembah memuji
 Tajamkan penglihatan
 Kepada yang menggerakan sembahyang
 Yakni Allah sejati
 Kau sembah Ia dengan pasti
 Tidak setengah hati
 10
 Menatap ini dan menatap itu
 Sampai pula segala sesuatu
 Tak ada yang kosong olehNya
 Ia meliputi dan memenuhi apa saja
 Bahkan ZatNya tampak
 Bagi setiap mata yang waspada
 11
 Lainnya tiada, kecuali yang terlihat
 Apabila sudah arif makrifat
 Namun jika rabun oleh segala rupa
 Yang tampak itu hakiki disangkanya
 Lantaran tak tahu ajaran yang benar
 Bingung yang terlihat dan terdengar
 12
 Tak bingung kalau tahu yang sejati
 Bagi yang ingin melihatnya
 Sirnakan segala rupa
 Yakni dinding yang menutupi batin mata
 Kalau sudah tercapai ia
 Itulah makrifat namanya
 13
 Menempuh jalan, mencari
 WajahNya yang kelihatan
 Demikian engkau tahu menemukan Tuhan
 Demikian engkau menempuh jalan
 Yang sejak sediakala disediakan
 14
 Kalau dipandang tiada. Ia tiada
 Maka jangan ragukan tempatNya
 Kalau dipandang tiada, Ia tiada selamanya
 Dari awal hingga akhir
 Tak ada yang mengerti
 Karena itulah dicari
 15
 Kalau dipandang ada, Ia ada, anakku
 Hendaklah engkau waspada menatapNya
 Lantaran tak ada lagi selain Ia
 Tinggal bagai sepi
 Satu wujud Abadi
 
 (Anonim)
 
 Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. 
 
 Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.   
     
                               

       
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

Kirim email ke