Hehehe, Monnie

Dedalane guno lawan sekti
Kudu andap asor
Wani ngalah, duwur wekasane ..................
dsl

Gimana kabar cowo'mu di Nurani, Mon ?
Mon, masih suka ngasi orang jualan cobek ?
Atau ndak mau ngasih ?
Masih nangis saja, Monnie ?
Terasa deritamu, Monnie ?
Derita akan cintamu, Monnie ?

Monnie
Yang di Mijil itu adalah
masih terpengaruh kepada
pemikiran orang Arab.

Tuhan yang Maha hebat di situ
diciptakan oleh manusia

Bagaimana sesungguhnya yang terjadi
Belum ada seorangpun yang tau

Baik nabi palsu
atau juga nabi asli


temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Suluk 
Gedhong
 
 Mijil
 
 1
 Sesungguhnya tidaklah ada yang tahu
 Bahwa umpamanya Ia bersemayam di gedung itu
 Tapi diketahuiNya ia yang tahu
 Serta bagaimana segala mahluk berperilaku
 Sungguh sebelum terjadi
 Ia telah mengerti
 2
 Ketahuilah Sebelum segalanya terjadi
 Ketika jagad kosong tanpa isi
 Bahkan sebelum awang-uwung itu sendiri
 Yang ada hanya Tuhan Sang Maha Widi
 Hanya Ia pula yang mengetahui
 Zat Mahaluhur dan Suci
 3
 Maka dibikinNya semua mahkluk ini
 Agar ada yang mengenali
 Diciptakannya jagat semesta
 Dengan hanya satu sabda
 Segalanya mengada seketika :
 "Kun"
 4
 Sempurna tak ada kekurangan
 Karena Tuhan yang menciptakan
 Ia berkuasa karena DiriNya sendiri
 Tanpa kesalahan sama sekali
 Demikianlah tatkala semua terjadi
 Bertahap menjadi dan menjadi
 5
 Maka bersabdalah Ia
 Kenapa segenap alam yang dijadikanNya nyata
 "Sungguh tak Kujadikan Jin dan manusia
 Kecuali untuk satu:
 Menyembah kepadaKu"
 6
 Menyembah untuk melihat 
 Dengan cara memandang yang khas
 Menyembah seperti berkaca dalam cermin
 Berjuang menemukan rupa yang hakiki
 Karena yang diperlihatkan oleh kaca
 Tidaklah sejati
 9
 Ketika engkau menyembah memuji
 Tajamkan penglihatan
 Kepada yang menggerakan sembahyang
 Yakni Allah sejati
 Kau sembah Ia dengan pasti
 Tidak setengah hati
 10
 Menatap ini dan menatap itu
 Sampai pula segala sesuatu
 Tak ada yang kosong olehNya
 Ia meliputi dan memenuhi apa saja
 Bahkan ZatNya tampak
 Bagi setiap mata yang waspada
 11
 Lainnya tiada, kecuali yang terlihat
 Apabila sudah arif makrifat
 Namun jika rabun oleh segala rupa
 Yang tampak itu hakiki disangkanya
 Lantaran tak tahu ajaran yang benar
 Bingung yang terlihat dan terdengar
 12
 Tak bingung kalau tahu yang sejati
 Bagi yang ingin melihatnya
 Sirnakan segala rupa
 Yakni dinding yang menutupi batin mata
 Kalau sudah tercapai ia
 Itulah makrifat namanya
 13
 Menempuh jalan, mencari
 WajahNya yang kelihatan
 Demikian engkau tahu menemukan Tuhan
 Demikian engkau menempuh jalan
 Yang sejak sediakala disediakan
 14
 Kalau dipandang tiada. Ia tiada
 Maka jangan ragukan tempatNya
 Kalau dipandang tiada, Ia tiada selamanya
 Dari awal hingga akhir
 Tak ada yang mengerti
 Karena itulah dicari
 15
 Kalau dipandang ada, Ia ada, anakku
 Hendaklah engkau waspada menatapNya
 Lantaran tak ada lagi selain Ia
 Tinggal bagai sepi
 Satu wujud Abadi
 
 (Anonim)
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

Kirim email ke