Maaf nih Numpang komentar bung guntur...

hebat ya spinoza mendeifisikan apa itu tuhan lewat akalnya dia 
sendiri...trus dia buat paham teologi baru menyelisihi paham tuhan 
agama yahudi...hehe nanti semua orang juga bisa buat konsep dewe2 
tentang apa itu tuhan...toh tuhan itu masuk akal dan akal itu barang 
kali sudah dipertuhankan...

Tapi untuk lebih jelasnya
maaf nih bung guntur boleh tanya ga?

Bung guntur siapa yang berhak mendefinisikan sifat dan nama2 tuhan?

apakah manusia dan imajinasinya tentang tuhan? 

Apa sih sumber penetapan nama dan sifat2 tuhan menurut bung guntur?

Apakah agama menurut bung guntur merupakan buah akalbudi manusia?

Apakah nabi merupakan pemikir dan filosof?

Apakah agama hanyalah sebuah produk pemikiran akal manusia?

Apakah hukum halal dan haram merupakan produk akal manusia?

jawab diforum donk...
mohon maaf jika ada salah kata..
trimakasih

--- In [email protected], Mohamad Guntur Romli <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
>  
>    Bento
> 
>  
>    -- sebuah cerita untuk MUI
> 
>  
>    Bento dilaknat dan dicampakkan ketika ia baru berumur 24. Hari 
itu, 27 Juli 1656, majelis para rabbi di Sinagoga Amsterdam 
memaklumkan bahwa anak muda itu, yang pernah jadi murid yang pandai 
dalam pendidikan agama, dibuang dari kalangan Yahudi, dari "bangsa 
Israel", karena pendapat dan perbuatannya yang dianggap keji.
> 
>  
>    Pengumuman hukuman itu dibacakan dengan angker. Dari mimbar kata 
demi kata dilafalkan, seraya terompet besar yang meratap menyela 
sesekali. Sinagoga yang terang itu pelan-pelan suram. Lampu satu demi 
satu dimatikan, sampai akhirnya semuanya padam dan ruang jadi gelap: 
lambang kematian cahaya rohani dalam diri orang yang dikutuk. 
> 
>  
>    "Terkutuklah ia di hari siang dan terkutuklah ia di hari malam. 
Terkutuklah ia ketika ia berbaring dan terkutuklah ia ketika ia 
bangun. Terkutuklah ia bila ia ke luar dan terkutuklah ia bila masuk."
 Dan kalimat terakhir keputusan para sesepuh Dewan Eklesiastik itu 
berbunyi: "Â…Tuhan akan mencoret namanya dari kehidupan di bawah 
Langit."
> 
>  
>    Kalimat itu garang, tentu, tapi keliru. Berkali-kali sejarah 
mencatat, dengan keputusan seperti itu para pembesar agama 
menunjukkan keangkaramurkaannya dan juga kekonyolannya. Sejak itu 
Bento memang mulai harus hidup terasing dari sanak saudaranya sendiri.
 Tapi ia tak mau takluk. Ia meninggalkan usaha ayahnya yang pernah ia 
teruskan dan berhasil. Menumpang sewa dari rumah ke rumah di daerah 
murah, nafkahnya datang dari menatah lensa buat teleskop dan 
mikroskop. Ia mati sebelum umur 45 dan hanya meninggalkan dua pasang 
celana dan tujuh lembar kemeja. Tapi ia, Bento, nama panggilan 
Portugis bagi Baruch de Espinoza, atau Spinoza pemikir yang menulis 
Tractacus Theologico-Politicus, tak pernah tercoret dari muka bumi. 
Kutukan itu gagal. 
> 
>  
>    Aneh, (tapi mungkin tidak) para ulama Yahudi Amsterdam itu 
mengambil keputusan sekeras itu. Mereka sendiri berasal dari para 
pengungsi Spanyol dan Portugal, tempat Gereja Katolik dengan lembaga 
Inkuisisinya membakar orang yang dianggap murtad hidup-hidup, tempat 
raja dan gereja memaksa orang Yahudi dan muslim memeluk iman Kristen. 
Pada suatu hari di tahun 1506, di Lisabon, 20.000 anak dipaksa 
dibaptis, sementara 2.000 orang Yahudi dibantai. 
> 
>  
>    Tapi toh para tetua Yahudi di Amsterdam itu, yang punya kakek-
nenek yang lari dari aniaya di Semenanjung Iberia, menunjukkan sikap 
tak toleran yang sama terhadap Spinoza, meskipun tak sekejam membakar 
orang di api unggun.
> 
>  
>    Mungkin ada dalam agama-agama Ibrahimi yang membuat iman seperti 
gembok: kita hidup dalam bilik yang tertutup dan terpisah. Di situ 
Tuhan pencemburu yang tak tenteram hati. 
> 
>  
>    Tentu saja bagi pandangan macam itu suara Spinozayang diejek 
sebagai espinas ("duri-duri")bisa sangat mengganggu. Ia dianggap 
atheis.
> 
>  
>    Spinoza akan membantah itu. Ia percaya Tuhan adadan tak hanya 
itu. Novalis bahkan menganggap Spinoza "orang yang gandrung-akan-Tuhan
". Tapi Tuhan baginya tak mengadili dan mempidana orang per orang. "
Tuhan tak memberikan hukum kepada manusia untuk menghadiahi mereka 
bila patuh dan menghukum mereka bila melanggar," tulis Spinoza. Tuhan 
bukan person. Sebagaimana Ia tak bisa diwujudkan dalam arca, Ia tak 
bisa dibayangkan secara antroposentris. Siapa yang memandang Tuhan 
dengan memakai sifat dan fiil manusia sebagai model akhirnya membuat 
iman jadi absurd: bagaimana Tuhan cemburu dan menuntut dipatuhi bila 
Ia mahakuasa? 
> 
>  
>    Bagi Spinoza, Tuhan itu "substansi". Substansi itu mengambil "
modus", dan Tuhan mengambil modus sebagai Natura naturans, Alam 
kreatif yang membuahkan "alam yang di-alam-kan", Natura naturata. Ada 
kesatuan ontologis antara Tuhan dan ciptaannya.
> 
>  
>    Tapi dengan demikian Tuhan bagi Spinoza bukanlah Tuhan yang akan 
mencintai, atau membenci, atau membuat mukjizat. Pada saat yang sama, 
Tuhan ada di mana-mana, dalam segala yang ada.  
>      
> 
>    Suara Spinoza tak akan diberangus seandainya ia hidup di zaman 
lain. Tapi seperti dikisahkan dengan mengasyikkan oleh Matthew 
Stewart dalam The Courtier and the Heretic, tentang pertemuan dan 
konflik pemikiran Leibnitz dan Spinoza, Tuhan adalah "nama persoalan 
abad ke-17". 
> 
>  
>    Waktu itu Gereja telah dijatuhkan monopolinya oleh banyak aliran 
protestanisme; ilmu pengetahuan mulai mengguncang Kitab Suci; ekonomi 
dan politik mulai bebas dari intervensi lembaga agama. 
> 
>  
>    Ada kebebasan berpikir, tapi juga rasa cemas menghadapi 
kebebasan. Spinoza sejenak merasakan kemerdekaan justru ketika ia 
dikeluarkan dari jemaat Yahudidan bersyukur ia hidup di negeri yang 
tak akan membinasakan orang "murtad". Namun pada akhirnya ia tahu: 
tak akan ada rasa aman begitu ia jadi duri bagi iman orang ramai.
> 
>  
>    Pada suatu hari seorang fanatik mencoba menusuknya dengan belati.
 Ia selamat. Tapi ia tahu ia harus berhati-hati. Ia, yang tinggal 
menumpang di Rhinsburg, dekat Leiden, dan di Den Haag, praktis 
menghabiskan waktunya menulis di kamarnya sambil tak henti-hentinya 
merokokdan menyelesaikan beberapa buku. Tapi selama 10 tahun Spinoza 
tak berusaha menerbitkannya. Seorang penerbit yang mencetak pendapat 
yang dianggap berbahaya bagi iman telah dipenjarakan 10 tahun. Di 
tahun 1675, ketika Spinoza ke Amsterdam untuk mencetak satu karyanya, 
ia dengar desas-desus tersebar di kalangan para pakar theologi 
Kristen bahwa buku itu berusaha membuktikan Tuhan tak ada. Spinoza 
pun membatalkan niatnya. 
> 
>  
>    Baru setelah ia meninggal karyanya yang penting, Ethica, terbit 
di tahun 1677. Sementara itu Tractacus-Theologico-Politicus yang 
terbit di tahun 1670, ketika ia masih hidup, muncul dengan tanpa 
namadan segera masuk buku terlarang.
> 
>  
>    Tak mengherankan, bila sejalan dengan pikirannya tentang Tuhan 
yang terpaut erat dengan manusia dan semestaartinya Tuhan tak bisa 
digambarkan sebagai raja yang bertakhtaSpinoza menganggap kekuasaan 
politik para ulama dan pendeta harus ditiadakan. Iman yang tulus 
hanya tumbuh dalam kebebasandan justru pada kisah Bento yang diusir, 
kita tahu Spinoza benar.
> 
>  
>    Goenawan Mohamad  
>    (Majalah Tempo, 14 Januari 2008)
> 
> Mohamad Guntur Romli
> Jl Utan Kayu No 68H, Jakarta
> [EMAIL PROTECTED]
> http://guntur.name/
>        
> ---------------------------------
> Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
>





******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke