Menurutku pertanyaan Bung Qalam menarik untuk kita urai, dan saya sependapat
dengan Bung Friss.

Bung Qalam, membahas dalam  ranah eksoterik (literal meaning), bung Friss
membahas dalam konsep essoterik (inner dimension), kalau ditarik paksa tidak
pernah bakal ketemu. Kecuali bung Qalam membuka wawasan baik akal maupun
hati untuk mencari sendiri kebenaran itu baru akan terjadi sinergi, dan bisa
mendapatkan benang merahnya.  Kalau tetap ngotot pada persepsinya ya agama
Islam menjadi seperti persepsinya itu.

Ajaran tasawuf adalah ajaran bathiniah Islam, secara leksikal kata tasawuf
tidak pernah disebut-sebut oleh Rosul Muhammad SAW,  ajaran ini muncul se
abad kemudian setelah meninggalnya Rosul. Tetapi praktek tasawuf sudah ada
di masa beliau.

Ajaran tasawuf berbeda dengan irfan. Tasawuf dalam bahasa Inggris Sufism ada
di dalam pencampuran beberapa budaya/ajaran agama lain , sementara irfan
(Eng: Mysticism) bernara sumber pada alQuran, Al Hadits, dan Burhan (aql)
dimana mengungkapkannya dengan metodik filsafat. Orangnya biasa disebut
arif. Kalau tasawuf Mutasawif. Dalam term berbeda, tetapi di dalam sudut
pandang sosial keduanya biasa disebut Sufi.

Rosul tidak perlu belajar tasawuf, karena dia itu sendiri adalah sumbernya.
Ajaran tasawuf biasa bersumber kepada sahabat Ali Bin Abi Thalib dan Abu
Bakar Syidik. Tentu saja ajaran ini bukan bersifat umum, tetapi untuk
kalangan khusus (thariqat) yang diajarkan turun temurun.

Ajaran Safar Ilallah (Berjalan menuju Ilahiah), atau biasa disebut sair wa
suluk.  Haditsnya  yang saya ingat "Agar mencapai ilmu tentang Allah, Allah
akan memudahkan jalannya untuk mencapai jalannya" (sumbernya : saya lupa
menanyakannya kepada nara sumber saya).

Di Alquran bisa dicari kata Zahibun (menuju Tuhan) "Inna Daahibu Ilaa
Robbi", Alfiror Ilaa Allohu (menuju Allah), Ilal Mashir (menjadi AKu).
Perjalanannya menuju Allah ini bisa melalui ilmu pengetahuan (knowledge,
marifat) dan praktikal (tasawuf).

Memahami ilmu tasawuf, adalah memahami sisi bathin alQuran karena al Quran
itu memiliki arti secara leksikal (literal meaning, letterlijk), maupun arti
secara bathiniah (mustasabihat).

Tapi semua kepercayaan ini diserahkan kepada pelakunya (salik), mau ikut
monggo  kalau tidak ya tidak apa-apa, karena memahami ini perlu pemahaman
ekstra dan kemauan yang luar biasa. Kepercayaan tidak bisa dipaksa. Pun
pula, pemahaman ini bukan ritual (konsep dzahir)  tetapi spiritual
(bathiniah).

Salam,
Dj



----- Original Message -----
From: qalam26 <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, January 18, 2008 4:37 PM
Subject: Re: Bls: [filsafat] Meanggungkan AKAL dan menegosiasikannya


Bung Friss tentang praktek penyingkapan alam gaib dalam metode
tasawuf pertanyaan saya ada tidak praktek tersebut dalam perjalanan
hidup nabi muhammad SAW dan para sahabatnya.
Pernahkah mereka mencontohkan hal tersebut?

jika ada perintah dari nabi untuk bertasawuf tentu itu adalah sunnah
nabi dan harus dijalani....tapi tidak pernah nabi memerintah kan hal
tersebut. ini masalah keyakinan jadi harus mengikuti yang membawa
ajaran dan keyakinan tersebut kalau dalam islam ya nabi muhammad SAW.

Ini menyangkut ibadah kepada alloh...dan ibadah itu haram hukumnya
hingga ada dalil dan perintah yang menyuruh kita untuk melakukakannya.
 dari Sunnah nabi muhammad SAW. ITU EPISTEMOLOGI BERAGAMA SAYA BUNG...

--- In [email protected], Muhammad Friss <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Itulah paradigma Cartesian-Newtonian, kalau tidak mau menyebutnya
phobia-positivism bagi anda, walaupun telah sukses meningkatkan
kesejahteraan material umat manusia, namun akhirnya menggiring umat
manusia ke dalam kubangan krisis multidimensional dalam kehidupannya,
seperti penghancuran masal oleh militer akibat penggunaan senjata
nuklir, kimia, biologi militer; kerusakan lingkungan hidup oleh
polusi, degradasi, exploitation-depletion (eksploitasi sampai habis
menipisnya Sumber Daya Alam); fragmentasi sosial yang disebabkan oleh
industrialisasi, urbanisasi, fragmentasi & konflik sosial akut,
keterasingan psikologis manusia dari hal yang alami, sosial dan
tenikal.
>
> saya menawarkan kecelakaan logika anda dengan konsep â?~Irfan
(gnosis). Konsep Irfan adalah ilmu pengetahuan tertentu yang
diperoleh tidak melalui indera maupun pengalaman (positivisme-
empirisme & eksperimentasi), tidak pula melalui rasio atau cerita
orang lain, melainkan melalui penyaksian ruhani dan penyingkapan
batiniah. Kemudian fakta tersebut digeneralisasikan menjadi suatu
proposisi yang bisa menjelaskan makna penyaksian dan penyingkapan
tersebut antara lain melalui argumentasi rasional (misalnya dalam
filsafat iluminasi (Isyraqiyah). Inilah yang disebut dengan Irfan
(teoritis). Dan karena penyaksian dan penyingkapan tersebut dicapai
melalui latihan-latihan ruhaniyah (riyadah) khusus dan perilaku
perjalanan spiritual tertentu (syair wa suluk) maka yang terakhir ini
disebut Irfan â?~Amali (praktik Sufisme/Tashawwuf). inilah konsep
yang tawarkan sebagai jembatan antara penalaran akal dan wahyu, yang
memang membatasi akal sekaligus memungkinkan
>  penalaran yang tak terbatas dalam dimensi prespektif yang berbeda.
>
> gimana bung....
>
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: qalam26 <[EMAIL PROTECTED]>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Jumat, 18 Januari, 2008 2:02:59
> Topik: [filsafat] Meanggungkan AKAL Merendahkan WAHYU
>
> Manusia kerap kali meninggikan akalnya dan merendahkan wahyu dengan
> akalnya. padahal akal merupakan bagian dari ciptaan tuhan yang
> menurunkan wahyu tersebut. Dengan akalnya manusia menolak wahyu dan
> menggelarinya dengan kata wahyu tidak lagi relevan dengan zaman.
> sehingga ia lebih berpihak pada hukum yang dibuat oleh akalnya dan
> para pemikir barat dalam menentukan HALAL-HARAM, BAIK dan BURUK.
> sehingga tak pelak lagi mereka menghalalkan apa yang diharamkan
alloh
> dan menghalalkan apa yang diharamkan oleh alloh.
>
> ITULAH NAMANYA ORANG YANG MEMPERTUHAKAN AKALNYA
>
>
>
>
>
>
> ________________________________________________________
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> http://id.yahoo.com/
>





******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************

Yahoo! Groups Links







******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke