Hmmm ane gak ngorok kok...yg ada barbuk ngorok kan elo ama sige
doing..huahahaha
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of bowie
Sent: Wednesday, June 06, 2007 1:39 PM
To: [email protected]
Subject: [ForBas] Re: Buat yg doyan ngorok..:)
 
tenang aja ..artikel ini memang buat raras dan dirinya sendiri
...wakakakakakakakak
On 6/6/07, dicky. dewa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
nyamber aja loe kayak gledek...!
 
*ngeloyor*

 
On 6/6/07, budhi cahyono yoyo < [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> > wrote: 
        
        Mas kalo tidur mendengkur terus ditemenin sama neng kukur yang
ketemu di cianjur....
        fatal nga ya.....!!!!
         
        ( xixixiixiii.....dewa yang baru punya pacar anak kost, ngelongo
aja lo...) 
        
         
        ----- Original Message ----
        From: Raras Sagita < [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
        To: [email protected]
        Sent: Wednesday, June 6, 2007 8:16:25 AM 
        Subject: [ForBas] Buat yg doyan ngorok..:)
        Artikel yg bagus..mohon maaf bila tidak berkenan...
         
         
Tidur Mendengkur Bisa Berakibat Fatal
 
 

Pasangan enggan menemani Anda berbelanja di akhir pekan, sering tampak
lesu, kurang termotivasi atau tidak produktif? Jangan buru-buru
menyebutnya sebagai pemalas. Perhatikan kebiasaan tidurnya, jika ia
mendengkur kemungkinan besar ia menderita gangguan tidur yang berbahaya!
Tidur mendengkur merupakan tanda terjadinya penyempitan saluran nafas
atas. Repotnya, pada saat-saat tertentu saluran nafas tersumbat total,
sehingga walaupun gerakan nafas masih ada , pertukaran udara sama sekali
tidak terjadi. Inilah yang disebut sebagai sleep apnea atau henti nafas
saat tidur.
" Obstructive sleep apnea (OSA) adalah sebuah gangguan tidur yang paling
banyak diderita, namun paling banyak juga diabaikan," ujar dr. Andreas
A. Prasadja , Sleep Technologist dari Sleep Disorder Clinic, Rumah Sakit
Mitra Kemayoran, Jakarta.
Young dan Peppard menyatakan bahwa 1 dari 5 populasi di Amerika
menderita penyakit ini, dengan 80% di antaranya tidak terdiagnosa. "Ini
disebabkan oleh pemahaman masyarakat yang masih menganggap tidur
mendengkur sebagai sesuatu yang wajar,"ujar dr. Andreas.
Apa saja tanda-tanda OSA? Berikut sejumlah pertanda seseorang mengidap
OSA:
1
Tidur mendengkur dengan periode henti nafas (apnea).
2
Kantuk berlebihan di siang hari.
3
Tersedak ataupun rasa kehabisan nafas saat tidur.
4
Kualitas tidur yang kurang nyenyak atau insomnia.
5
Mulut terasa kering saat terbangun.
6
Konsentrasi terganggu.
7
Daya ingat menurun.
8
Mudah marah.
9
Hipertensi dan/atau diabetes.
10
Nyeri dada di waktu malam.
11
Depresi .
12
Libido menurun.
13
Sakit kepala di pagi hari.
14
Sering ke kamar mandi di malam hari.
15
Bentuk leher yang pendek namun besar.
Apakah mendengkur berbahaya? Jawabnya ya. Perhatikan orang yang
mendengkur, setiap kali suara dengkuran berhenti, beberapa saat kemudian
akan diikuti periode gasping seolah nafas baru terbebas . "Pada saat ini
terjadi periode micro arousal yang membangunkan otak sejenak. Walaupun
si penderita tidak sadar, namun proses tidur sudah terganggu sehingga
kualitas tidur pun jadi buruk. Sebab itulah penderita sleep apnea mudah
merasa lelah ataupun sulit berkonsentrasi," lanjutnya. 

Pada tahap yang sudah menahun, kantuk bisa tak tertahankan. Ini dialami
oleh seorang masinis Shinkansen (kereta cepat) di Osaka yang sudah
beberapa waktu sering merasa lelah dan mengantuk tanpa bisa menjelaskan
alasannya. The Japan Times (3 Maret 2003,) melaporkan bagaimana si
masinis tertidur selama 8 menit sehingga kecelakaan pun terjadi. Di
kemudian hari terungkap bahwa si masinis ternyata menderita sleep apnea.


Sementara Kyodo News, 7 Juli 2004, memberitakan seorang pilot
penerbangan domestik yang tertidur di kokpit ternyata juga menderita
sleep apnea. Lain lagi yang dialami oleh seorang penerbang pesawat
tempur F-16s AU Amerika yang harus diberhentikan karena menderita
gangguan tidur yang sama (Salt Lake Tribune, 14 Agustus 2003)

Bahaya lain yang mengancam, imbuh dr. Andreas, adalah risiko terjadinya
hipertensi, diabetes, berbagai gangguan jantung, stroke hingga kematian
. Dalam lembar panduan yang dikeluarkan oleh Joint National Committee
(JNC) yang ketujuh telah dicantumkan bahwa sleep apnea adalah salah satu
penyebab terjadinya hipertensi, lanjut dr. Andreas. 

Menurut penelitian Shahar dkk (2001) pasien dengan OSA mempunyai risiko
2,4 kali lebih besar untuk menderita payah jantung. Dua penelitian
berbeda yang dilakukan oleh Resnick dan Einhorn menunjukkan bahwa 60 -
70% pasien diabetes juga menderita OSA.

Bagaimana diagnosis dan perawatannya? Untuk menegakkan diagnosis OSA
diperlukan pemeriksaan Polysomnography (PSG) yang dilakukan di 'sleep
laboratory.' 

" Pemeriksaan yang telah menjadi standar internasional untuk
mendiagnosis gangguan tidur ini terdiri dari perekaman gelombang otak,
gerakan bola mata, teganggan otot dagu, aliran udara nafas, gerakan
nafas, suara dengkuran, irama jantung dan gerakan kaki," ujar dr.
Andreas. 

Hasilnya adalah gambaran fungsi-fungsi tubuh saat tidur sepanjang malam
yang mengarah pada diagnosis suatu gangguan tidur. Salah satu hasil
diagnosis PSG berupa angka indeks rata-rata jumlah henti nafas perjam
(Apnea-Hypopnea Index, AHI) menjadi acuan derajat keparahan OSA.
*
0-5/jam : Mendengkur tanpa sleep apnea
*
5-15/jam : OSA Ringan
*
15-30/jam : OSA Sedang
*
>30/jam : OSA Berat 
Menurut dr. Andreas, standar emas perawatan OSA adalah dengan
menggunakan Continuous Possitive Airway Pressure (CPAP.) CPAP memberikan
udara bertekanan yang diharapkan akan membuka sumbatan pada oropharyng
dengan demikian periode apnea tidak akan terjadi. 

Namun penggunaan alat ini menghadapi tantangan tersendiri berupa proses
adaptasi bagi penderita. Tidak jarang penderita merasa risih dengan
tiupan udara bertekanan maupun masker yang harus dikenakan sepanjang
malam. Belum lagi tanggapan keluarga dan lingkungan yang masih asing
dengan penggunaan alat tersebut . Seiring kemajuan teknologi dan
rancangan masker telah menciptakan kenyamanan yang lebih baik bagi
pasien. Untuk mengatasi kendala ini biasanya hanya diperlukan edukasi
yang tepat bagi penderita dan keluarganya.

Pilihan terapi lainnya berupa pembedahan masihlah dalam perdebatan.
Teknik-teknik seperti uvulo palato-pharyngoplasty (UPPP), mid-face
advancement, glossectomy, tounge resection, pillar implant procedure dan
lain-lain, masih belum memberikan hasil yang memuaskan. Beberapa teknik
pembedahan terbukti efektif mengoreksi dengkuran tanpa sleep apnea dan
sleep apnea ringan. Namun dengan kemajuan teknologi pembedahan yang
semakin non-infasif, bukannya tidak mungkin di masa depan, pembedahan
menjadi terapi primer bagi OSA.
         
         
        
         
         
        
________________________________

        You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
<http://us.rd.yahoo.com/evt=47959/*http:/advision.webevents.yahoo.com/ma
ilbeta/newmail_html.html> 
        in the all-new Yahoo! Mail Beta. 
        
        
        
        TRiC - 077
        HTML - 853
        HORNET - 151
        INSERT - 006
        FSRJ 'ers
        ----------------------------------------
        http://dickydewa.multiply.com <http://dickydewa.multiply.com/>  
        
        bowie 
        
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke