yukss......!!!  kena deh...

eman ada, jiakakkkkkkkkkkkk........


( dewa ko diem aja ya, lagi doyan nyemeng sama, anak di bawah umur ya...!! awas 
gombal lo kepentok ntra siteng lagi..* cabut ah...malu ama dewa yg lagi jatuh 
cinta )


----- Original Message ----
From: bowie <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, June 6, 2007 1:55:43 PM
Subject: [ForBas] Re: Buat yg doyan ngorok..:)


ohhh gituuuu... yakin nehhhhhh
tenang aja ..nanti kalo dapet barbuk , gw share dehhhh

 
On 6/6/07, Raras Sagita <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Hmmm ane gak ngorok kok...yg ada barbuk ngorok kan elo ama sige doing..huahahaha
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of bowie
Sent: Wednesday, June 06, 2007 1:39 PM
To: [email protected]
Subject: [ForBas] Re: Buat yg doyan ngorok..:)
 
tenang aja ..artikel ini memang buat raras dan dirinya sendiri 
...wakakakakakakakak 
On 6/6/07, dicky. dewa < [EMAIL PROTECTED]> wrote: 
nyamber aja loe kayak gledek...!
 
*ngeloyor*

 
On 6/6/07, budhi cahyono yoyo < [EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Mas kalo tidur mendengkur terus ditemenin sama neng kukur yang ketemu di 
cianjur....
fatal nga ya.....!!!!
 
( xixixiixiii.....dewa yang baru punya pacar anak kost, ngelongo aja lo...) 

 
----- Original Message ----
From: Raras Sagita < [EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, June 6, 2007 8:16:25 AM 
Subject: [ForBas] Buat yg doyan ngorok..:)
Artikel yg bagus..mohon maaf bila tidak berkenan...
 
 
Tidur Mendengkur Bisa Berakibat Fatal
 
 
Pasangan enggan menemani Anda berbelanja di akhir pekan, sering tampak lesu, 
kurang termotivasi atau tidak produktif? Jangan buru-buru menyebutnya sebagai 
pemalas. Perhatikan kebiasaan tidurnya, jika ia mendengkur kemungkinan besar ia 
menderita gangguan tidur yang berbahaya! 

Tidur mendengkur merupakan tanda terjadinya penyempitan saluran nafas atas. 
Repotnya, pada saat-saat tertentu saluran nafas tersumbat total, sehingga 
walaupun gerakan nafas masih ada , pertukaran udara sama sekali tidak terjadi. 
Inilah yang disebut sebagai sleep apnea atau henti nafas saat tidur. 
" Obstructive sleep apnea (OSA) adalah sebuah gangguan tidur yang paling banyak 
diderita, namun paling banyak juga diabaikan," ujar dr. Andreas A. Prasadja , 
Sleep Technologist dari Sleep Disorder Clinic, Rumah Sakit Mitra Kemayoran, 
Jakarta. 

Young dan Peppard menyatakan bahwa 1 dari 5 populasi di Amerika menderita 
penyakit ini, dengan 80% di antaranya tidak terdiagnosa. "Ini disebabkan oleh 
pemahaman masyarakat yang masih menganggap tidur mendengkur sebagai sesuatu 
yang wajar,"ujar dr. Andreas. 
Apa saja tanda-tanda OSA? Berikut sejumlah pertanda seseorang mengidap OSA:
1Tidur mendengkur dengan periode henti nafas (apnea).
2Kantuk berlebihan di siang hari.
3Tersedak ataupun rasa kehabisan nafas saat tidur.
4Kualitas tidur yang kurang nyenyak atau insomnia.
5Mulut terasa kering saat terbangun.
6Konsentrasi terganggu.
7Daya ingat menurun.
8Mudah marah.
9Hipertensi dan/atau diabetes.
10Nyeri dada di waktu malam.
11Depresi .
12Libido menurun.
13Sakit kepala di pagi hari.
14Sering ke kamar mandi di malam hari.
15Bentuk leher yang pendek namun besar.

Apakah mendengkur berbahaya? Jawabnya ya. Perhatikan orang yang mendengkur, 
setiap kali suara dengkuran berhenti, beberapa saat kemudian akan diikuti 
periode gasping seolah nafas baru terbebas . "Pada saat ini terjadi periode 
micro arousal yang membangunkan otak sejenak. Walaupun si penderita tidak 
sadar, namun proses tidur sudah terganggu sehingga kualitas tidur pun jadi 
buruk. Sebab itulah penderita sleep apnea mudah merasa lelah ataupun sulit 
berkonsentrasi," lanjutnya. 

Pada tahap yang sudah menahun, kantuk bisa tak tertahankan. Ini dialami oleh 
seorang masinis Shinkansen (kereta cepat) di Osaka yang sudah beberapa waktu 
sering merasa lelah dan mengantuk tanpa bisa menjelaskan alasannya. The Japan 
Times (3 Maret 2003,) melaporkan bagaimana si masinis tertidur selama 8 menit 
sehingga kecelakaan pun terjadi. Di kemudian hari terungkap bahwa si masinis 
ternyata menderita sleep apnea. 

Sementara Kyodo News, 7 Juli 2004, memberitakan seorang pilot penerbangan 
domestik yang tertidur di kokpit ternyata juga menderita sleep apnea. Lain lagi 
yang dialami oleh seorang penerbang pesawat tempur F-16s AU Amerika yang harus 
diberhentikan karena menderita gangguan tidur yang sama (Salt Lake Tribune, 14 
Agustus 2003) 

Bahaya lain yang mengancam, imbuh dr. Andreas, adalah risiko terjadinya 
hipertensi, diabetes, berbagai gangguan jantung, stroke hingga kematian . Dalam 
lembar panduan yang dikeluarkan oleh Joint National Committee (JNC) yang 
ketujuh telah dicantumkan bahwa sleep apnea adalah salah satu penyebab 
terjadinya hipertensi, lanjut dr. Andreas. 

Menurut penelitian Shahar dkk (2001) pasien dengan OSA mempunyai risiko 2,4 
kali lebih besar untuk menderita payah jantung. Dua penelitian berbeda yang 
dilakukan oleh Resnick dan Einhorn menunjukkan bahwa 60 - 70% pasien diabetes 
juga menderita OSA. 

Bagaimana diagnosis dan perawatannya? Untuk menegakkan diagnosis OSA diperlukan 
pemeriksaan Polysomnography (PSG) yang dilakukan di 'sleep laboratory.' 

" Pemeriksaan yang telah menjadi standar internasional untuk mendiagnosis 
gangguan tidur ini terdiri dari perekaman gelombang otak, gerakan bola mata, 
teganggan otot dagu, aliran udara nafas, gerakan nafas, suara dengkuran, irama 
jantung dan gerakan kaki," ujar dr. Andreas. 

Hasilnya adalah gambaran fungsi-fungsi tubuh saat tidur sepanjang malam yang 
mengarah pada diagnosis suatu gangguan tidur. Salah satu hasil diagnosis PSG 
berupa angka indeks rata-rata jumlah henti nafas perjam (Apnea-Hypopnea Index, 
AHI) menjadi acuan derajat keparahan OSA. 
z0-5/jam : Mendengkur tanpa sleep apnea
z5-15/jam : OSA Ringan
z15-30/jam : OSA Sedang
z>30/jam : OSA Berat 

Menurut dr. Andreas, standar emas perawatan OSA adalah dengan menggunakan 
Continuous Possitive Airway Pressure (CPAP.) CPAP memberikan udara bertekanan 
yang diharapkan akan membuka sumbatan pada oropharyng dengan demikian periode 
apnea tidak akan terjadi. 

Namun penggunaan alat ini menghadapi tantangan tersendiri berupa proses 
adaptasi bagi penderita. Tidak jarang penderita merasa risih dengan tiupan 
udara bertekanan maupun masker yang harus dikenakan sepanjang malam. Belum lagi 
tanggapan keluarga dan lingkungan yang masih asing dengan penggunaan alat 
tersebut . Seiring kemajuan teknologi dan rancangan masker telah menciptakan 
kenyamanan yang lebih baik bagi pasien. Untuk mengatasi kendala ini biasanya 
hanya diperlukan edukasi yang tepat bagi penderita dan keluarganya. 

Pilihan terapi lainnya berupa pembedahan masihlah dalam perdebatan. 
Teknik-teknik seperti uvulo palato-pharyngoplasty (UPPP), mid-face advancement, 
glossectomy, tounge resection, pillar implant procedure dan lain-lain, masih 
belum memberikan hasil yang memuaskan. Beberapa teknik pembedahan terbukti 
efektif mengoreksi dengkuran tanpa sleep apnea dan sleep apnea ringan. Namun 
dengan kemajuan teknologi pembedahan yang semakin non-infasif, bukannya tidak 
mungkin di masa depan, pembedahan menjadi terapi primer bagi OSA. 

 
 

 
 



You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck 
in the all-new Yahoo! Mail Beta. 



TRiC - 077
HTML - 853
HORNET - 151
INSERT - 006
FSRJ 'ers
----------------------------------------
http://dickydewa.multiply.com 


bowie 




 
____________________________________________________________________________________
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
http://autos.yahoo.com/new_cars.html 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke