Rumah ditanggerang ke DM ngontel. Kalau mau meeting dari daan mogot ke kppti, 
ngontel. Trus balik lagi ke DM ngontel lagi...pulang ngontel.
Seminggu bisa tipes ga bro?
:-)

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: adwin haris <[email protected]>

Date: Fri, 19 Dec 2008 02:52:32 
To: <[email protected]>
Subject: [ForBas] bukan kampanye  B2W Loh...


assalamualaikum  wr  wb  
 
mohon  maaf  lahir  dan  bathin  apabila  tidak  berkenan 
 
coba  kalau  kita  berbondong-bondong  diriin  klub  sepeda
berbicara  sepeda  Onthel
banyak  manfaatnya  Tubuh  sehat  karena  ngontel, alam  terselamatkan  (tidak  
asap  dimana-mana), tidak  terdengar  Sirene  dimana-mana  (bising), 
arak-arakan presiden  kagak  ada  (karena  Ngontel), atasan &  bawahan  asyike  
sama-sama  ngontel, lahan  parkir  tidak  perlu  berlantai-lantai  & masih  
banyak  dagh  keuntungannya
ayoo  kita  ngontel....
  "selamatkan  Alam  Kita"
 
Adwin  Haris  
Bike  TO  Work  Anyaran

 






Jembatan Berpikir untuk Bersepeda (di Ibukota) 
Senangnya dengan gaung bersepeda ke kantor yang semakin meluas. Apalagi 
sekarang banyak dihubungkan kegiatan bike to work ini dengan para eksekutif 
ibukota, tentu ini berdampak pada pemakaian kendaraan bermotor yang notabene 
banyak ditunggangi oleh para eksekutif ini. 
Tapi tentunya, gaung tersebut masih banyak kendalanya, dan kendala paling utama 
adalah pemikiran yang salah kaprah tentang bersepeda di Ibukota. Berikut adalah 
sedikit ulasan bagaimana pemikiran-pemikiran dapat “dijembatani” oleh opini 
yang didasarkan oleh pengalaman serta fakta-fakta yang ada.
1. Udara di Jakarta berpolusi, bukannya sehat malah nanti sakit-sakitan. 
Jawaban penolakan paling banyak dan paling spontan yang dikeluarkan ketika 
ditanya apakah mau bersepeda ke kantor adalah karena tingginya polusi udara di 
Ibukota Jakarta. Jawabannya tidak terpengaruh oleh jender baik laki-laki, 
perempuan ataupun jender “pertengahan”. Semuanya berpikir polusi ini sangat 
berbahaya dan tentu saja berpengaruh terhadap kesehatan tubuh manusia. 
Ada artikel yang pernah dibahas di mailing list Bike to Work bahwa semakin 
tinggi detak jantung karena meningkatnya aktivitas tubuh, maka saringan udara 
pada saluran pernapasan semakin ketat menyaring debu dan polusi udara untuk 
digunakan dalam bernafas. Tapi tentu saja artikel ini kurang cukup memuaskan 
untuk para pekerja dan penghuni ibukota, terutama pada orang yang tidak yakin 
bahwa saluran pernapasannya cukup canggih melakukan penyesuaian tersebut. 
Sebetulnya ada solusi yang lebih meyakinkan yang melibatkan tambahan alat 
dengan teknologi sederhana, namanya MASKER. Masker ini biasanya dipakai 
disekitar mulut dan hidung sehingga menyaring sebagian besar udara yang masuk 
ke saluran pernapasan (karena ada sebagian kecil yang masuk lewat telinga, mata 
dan rongga-rongga tubuh lainnya tokh). Ada masker yang biasa digunakan 
pengendara motor (dikenal dengan nama “masker BH”), ataupun ada masker industri 
yang menggunakan satu atau dua saringan (dikenal dengan nama “masker moncong 
babi”). Harga masker ini berkisar antar Rp15.000 – Rp.60.000. Atau mungkin mau 
mencoba implant penambahan bulu hidung??
Masalah polusi juga tidak berhenti didaerah pernapasan, didaerah mata juga 
harus dilindungi dengan kacamata yang cukup mumpuni. Ada beberapa kacamata 
industri yang cukup aman dan murah untuk dapat digunakan, atau kalau mau gaya 
pake kacamata yang dijual oleh abang-abang di pinggir jalan, toh yang penting 
mata kita tidak terpapar oleh debu-debu jalanan (kayak lirik lagu jaman dulu 
yaa). Harganya mulai Rp15.000 – Rp40.000. Kalau pengen yang mahal juga ada tuh 
merek Oakley, tapi nanti malah belih mahal kacamatanya dibanding sepeda 
kesayangan. 
Lalu bagaimana dengan kulit kita yang juga terkena oleh debu dan polusi. 
Hhhhmmm, sejak jaman kakek nenek kita sudah dikenalkan dengan yang namanya kaus 
berlengan panjang. Panas?? Ya cari yang bahannya katun donk biar adem, gitu aja 
kok repot. Nah kalo yang mau melibatkan sedikit teknologi ya pake kaos jersey 
khusus bersepeda. Kaus ini nyaman dipakai dan mudah kering kalau berkeringat. 
Harganya sekitar Rp80.000 sampai tak terhingga. 
Paling banyak adalah orang yang skeptis, dengan memberikan “tuduhan” bahwa 
orang bersepeda di Jakarta itu aneh, nggak masuk akal atau yang ekstrim 
menggolongkannya ke dalam orang-orang gila tidak punya pikiran maju. “Masak 
sudah tau polusi kok naik sepeda, itu khan gila namanya?” Atas komentar ini 
saya hanya ingin balik bertanya, lalu yang membuat polusi itu khan kita, 
bukankah lebih gila kalau kita yang membuat polusi lalu kita yang juga berkeluh 
kesah? (itu khan sama saja bertanya, “loh kok setelah saya menyalakan api 
dirumah saya, rumah saya jadi terbakar ya?”) Itu lebih aneh lagi bukan? 
Nah, karena kita yang membuat polusi maka KEWAJIBAN kita untuk mengurangi 
polusi. Apakah anda tahu: bersepeda di kota yang udaranya berpolusi tubuh kita 
lebih sedikit terpapar polusi dibandingkan dengan naik mobil? Udara yang ada 
dan berputar-putar di dalam mobil (terutama yang menggunakan AC), akan membawa 
debu-debu dari sepatu dan alas mobil berputar-putar di dalam mobil dan terhirup 
oleh pengendara mobil dan penumpangnya. 
2. Jarak dari rumah ke kantor jauh sekali. Ini belum tentu jawaban orang males 
loh, karena biasanya memang secara fakta jarak dari rumah ke kantor sangat 
jauh, apalagi perumahan para pekerja ibukota adanya didaerah ‘suburb’ alias 
pinggiran ibukota Jakarta, seperti bekasi, depok, bintaro, cibubur, yogya 
(walaahhh yang terakhir jauh banget). 
Kalau jarak tempuh rumah-kantor dibawah 20 km, biasanya memang masih bisa 
dijalani dengan tingkat semangat rata-rata. Tetapi kalau sudah diatas jarak 
tersebut, maka kita harus mempunyai tingkat semangat diatas rata-rata untuk 
dapat mencapai kantor atau sebaliknya. Bagaimana cara meningkatkan semangat 
agar bisa diatas rata-rata? 
Bersepeda berkelompok. Dengan berkelompok, maka tidak terasa telah menjalani 
jarak tempuh yang cukup jauh, apalagi kalau ada cemilan ditengah-tengah 
perjalanan. Di B2W Jakarta, ada beberapa rombongan yang bisa diikuti, rombongan 
bekasi (Robek), rombongan depok (Rodek), rombongan bintaro (Robin), rombongan 
gado-gado (Rogad) – yang ini isinya pesepeda dari berbagai wilayah di Jakarta, 
namanya juga gado-gado. 
Ada juga cara lain yang lumayan mahal, yaitu beli sepeda lipat. Nah sepedanya 
memang harganya mahal, tapi kemampuannya melipat tidak diragukan lagi. Bisa 
ditenteng naik kereta api ataupun bus. Begitu sampai di wilayah dekat kantor, 
buka deh sepedanya, terus dituntun sampai ke kantor (biar nggak rusak, soalnya 
mahal), heheheh. 
Apakah anda tau: dengan bersepeda lebih dari 20 menit akan membakar lemak-lemak 
di tubuh anda. Pembakaran lemak tubuh dimulai ketika tubuh sudah mulai hangat, 
sehingga perlu waktu yang cukup untuk membuat lemak tubuh menjadi terbakar. Ini 
khan berita gembira untuk orang-orang yang kelebihan berat badan. 
3. Berbahaya Bersepeda di Jakarta Lebih cocok kalau kalimatnya “berbahaya 
bersepeda sambil baca koran di Jakarta”. Seperti halnya kendaraan-kendaraan 
lainnya, bersepeda sama berbahayanya dengan naik motor ataupun mobil. 
Berkendara dengan ugal-ugalan dengan sesama kendaraan bermotor jauh lebih 
berbahaya daripada berkendara ugal-ugalan dengan sesama sepeda, lah wong 
kecepatannya aja gak sekenceng montor mabur. 
Jauh lebih penting adalah tingkah laku berkendara dan penggunaan sarana 
keselamatan diri, misalnya kalau naik sepeda ya harus pake helm, pake sarung 
tangan, kalau bisa dengan pelindung siku dan lutut. Untuk orang-orang yang 
mempunyai ketakutan berlebihan dapat ditambahkan seat-belt pada sadel 
sepedanya. Memang tidak mempunyai efek pengamanan banyak, tapi paling tidak 
memberikan ketenangan batin, dan hal itu yang paling penting. Apakah anda tahu: 
berkendara tanpa perlengkapan keamanan dengan mematuhi peraturan lalu lintas 
lebih kecil resiko tertimpa kecelakaan daripada berkendara dengan perlengkapan 
keamanan lengkap tetapi ugal-ugalan. Tetapi lebih baik lagi khan kalau memakai 
perlengkapan keamanan dan mematuhi peraturan lalu lintas ya boo….. 
4. Naik sepeda repot Naik motor atau mobil juga repot bahkan naik kendaraan 
umum juga repot. Baik dari sisi persiapan, selama perjalanan maupun setelahnya. 
Tetapi kelebihan dari sepeda dibanding kendaraan umum adalah sepeda adalah alat 
transportasi pribadi. Artinya, ya terserah si pemilik, mau bawa tas pinggang, 
tas ransel atau koper sekalipun (wah yang ini mah musti pake sepeda yang rada 
gede yaaa..) silahkan saja. 
Toh sepeda sendiri, dengkul (baca: lutut) sendiri, tenaga sendiri, keringet 
sendiri, kelaperan sendiri (hihihi…), semuanya harus dihitung dan dikira-kira 
sendiri dan asyiknya semuanya juga serba pribadi. Memang kalo bersepeda 
kekantor harus bawa ransel yang isinya beraneka kebutuhan, mulai dari make up 
sehari-hari (untuk para wanita dan laki-laki metropolitan), peralatan mandi, 
baju kerja sampai peralatan tambal ban sepeda. 
Tapi kalau mau mengurangi bobot bisa saja kok, misalnya yang namanya peralatan 
mandi dan make up, ya disimpan saja di kantor, toh selama perjalanan khan nggak 
bisa mandi atau ber makeup khan? Agar tidak terlalu berat di punggung, bobot 
tas ransel bisa dikurangi atau malah dihilangkan dengan memasang boncengan 
(baca: rack) tambahan plus tasnya. Nah mengayuhpun jadi lebih leluasa deh. Gitu 
aja kok repot! 
Apakah anda tahu: kerepotan setelah naik sepeda untuk bersiap-siap kerja 
memakan waktu sekitar 10-20 menit. Sedangkan kemacetan di jalan (apalagi 
sewaktu hujan) memakan waktu diatas 30 menit. 
5.Lebih baik naik sepeda motor Memang saingan terberat tuh sepeda motor. Sepeda 
motor ini “hampir” sama simple-nya, sama rampingnya, serta sama mudah 
penggunaannya. Kelebihannya naik motor, tidak berkeringat, sedangkan kalau naik 
sepeda ya berkeringat (tapi bukannya ini kelebihannya sepeda??). Sebaliknya, 
kelebihannya sepeda, tidak takut banjir karena khawatir mogok, sedangkan kalau 
naik motor, tetap takut banjir, apalagi kalau sampai mogok, bisa-bisa dapet 
nasi campur (campur dorong maksudnya). 
Lalu apa sih yang bisa membuat kita memilih sepeda dibanding sepeda motor? Mind 
set atas KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN DAN ANAK CUCU KITA. Ini yang membedakan 
antara orang yang bertanggung jawab dan orang yang tidak perduli. At the end, 
semua ini khan masalah cara berfikir, apakah anda orang yang berpikir jauh ke 
depan untuk anak cucu kita, atau anda orang yang menjalani hidup apa adanya. 
You are what you think you are! 
 
 
 


      



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke