kalo MOD udah bikin kok...
cuman die bikin komunitas cinta segitiga ...heheheheh

sama2 ada Tiga nya ..wakakakakakakakkkkk

2008/12/21 .: Aking :. <[email protected]>

> Barangkali bro Admin juga mau bikin komunitas sepeda roda tiga seperti
> idenya Om Dec Denis.
> Ngakak gw bacanya ha ha ha ha thanks bos hiburannya.
>
> Regards,
> Aking
>
> --------------------------------------------
> Sent from KingBerry Bold
> Powered by Indosat 3G/GPRS Network
>
> ------------------------------
> *From*: [email protected]
> *Date*: Fri, 19 Dec 2008 14:46:35 +0000
>
> *To*: <[email protected]>
> *Subject*: Re: Bls: [ForBas] Re: bukan kampanye B2W Loh...
>
>  Cocoknya dibelakang sepeda bawa botol susu...
> Btw, sepeda ontel udah ada komunitasnya, sekretariatnya di kebon jahe
> tenabang. Keren2 sepedanya. Dr sepeda oemar bakri ampe sepeda import
> Belande.
> Yang belom ade komunitas sepeda roda tiga..yang ada gambar betmen,
> spiderman ama doraemon..
>
> Sent from my BlackBerry(R)
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> ------------------------------
> *From*: [email protected]
> *Date*: Fri, 19 Dec 2008 13:24:11 +0000
> *To*: <[email protected]>
> *Subject*: Re: Bls: [ForBas] Re: bukan kampanye B2W Loh...
>
> Iye.... Ama bagian nyediain geisha buat nipon wkakakakakakak.... Alias jadi
> germo.....
>
> Sent from my BlackBerry(R)
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> ------------------------------
> *From*: Budi Cahyono
> *Date*: Fri, 19 Dec 2008 03:59:44 -0800 (PST)
> *To*: <[email protected]>
> *Subject*: Re: Bls: [ForBas] Re: bukan kampanye B2W Loh...
>
>   tapi kalo pantes abizzz bro adwin..
> secara jengotan, muka jaman jepang, naik sepeda ontel pas bgt
> sich.......kaya tentara PETA...bagian surat menyurat
>
> --- Pada *Jum, 19/12/08, adwin haris <[email protected]>* menulis:
>
> Dari: adwin haris <[email protected]>
> Topik: Re: Bls: [ForBas] Re: bukan kampanye B2W Loh...
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 19 Desember, 2008, 11:57 AM
>
>    huahahaaaa....salah  email  dagh  gue
> kena  dagh
> lom  lagi  sie  Roni, Om  Bowie  waduch  masang  galak  agh........
>
>
> --- On *Fri, 12/19/08, Budi Cahyono <[email protected]>* wrote:
>
> From: Budi Cahyono <[email protected]>
> Subject: Bls: [ForBas] Re: bukan kampanye B2W Loh...
> To: [email protected]
> Date: Friday, December 19, 2008, 6:53 AM
>
>   Sampingan juga tuh..sambil bilang...somay..somay...
>
> --- Pada *Jum, 19/12/08, [email protected] <[email protected]>*menulis:
>
> Dari: [email protected] <[email protected]>
> Topik: [ForBas] Re: bukan kampanye B2W Loh...
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 19 Desember, 2008, 11:36 AM
>
> Rumah ditanggerang ke DM ngontel. Kalau mau meeting dari daan mogot ke kppti, 
> ngontel. Trus balik lagi ke DM ngontel lagi...pulang ngontel. Seminggu bisa 
> tipes ga bro? :-)  Sent from my BlackBerry(R) powered by Sinyal Kuat INDOSAT  
> -----Original Message----- From: adwin haris <[email protected]>  Date: 
> Fri, 19 Dec 2008 02:52:32  To: <[email protected]> Subject: [ForBas] 
> bukan kampanye  B2W Loh...   assalamualaikum  wr  wb     mohon  maaf  lahir  
> dan  bathin  apabila  tidak  berkenan    coba  kalau  kita  
> berbondong-bondong  diriin  klub  sepeda berbicara  sepeda  Onthel banyak  
> manfaatnya  Tubuh  sehat  karena  ngontel, alam  terselamatkan  (tidak  asap  
> dimana-mana), tidak  terdengar  Sirene  dimana-mana  (bising), arak-arakan 
> presiden  kagak  ada  (karena  Ngontel), atasan &  bawahan  asyike  sama-sama 
>  ngontel, lahan  parkir  tidak  perlu  berlantai-lantai  & masih  banyak  
> dagh  keuntungannya ayoo  kita  ngontel....   "selamatkan  Alam  Kita"   
> Adwin  Haris   Bike  TO  Work  Anyaran          Jembatan Berpikir untuk 
> Bersepeda (di Ibukota)  Senangnya dengan gaung bersepeda ke kantor yang 
> semakin meluas. Apalagi sekarang banyak dihubungkan kegiatan bike to work ini 
> dengan para eksekutif ibukota, tentu ini berdampak pada pemakaian kendaraan 
> bermotor yang notabene banyak ditunggangi oleh para eksekutif ini.  Tapi 
> tentunya, gaung tersebut masih banyak kendalanya, dan kendala paling utama 
> adalah pemikiran yang salah kaprah tentang bersepeda di Ibukota. Berikut 
> adalah sedikit ulasan bagaimana pemikiran-pemikiran dapat "dijembatani" oleh 
> opini yang didasarkan oleh pengalaman serta fakta-fakta yang ada. 1. Udara di 
> Jakarta berpolusi, bukannya sehat malah nanti sakit-sakitan. Jawaban 
> penolakan paling banyak dan paling spontan yang dikeluarkan ketika ditanya 
> apakah mau bersepeda ke kantor adalah karena tingginya polusi udara di 
> Ibukota Jakarta. Jawabannya tidak terpengaruh oleh jender baik laki-laki, 
> perempuan ataupun jender "pertengahan". Semuanya berpikir polusi ini sangat 
> berbahaya dan tentu saja berpengaruh terhadap kesehatan tubuh manusia.  Ada 
> artikel yang pernah dibahas di mailing list Bike to Work bahwa semakin tinggi 
> detak jantung karena meningkatnya aktivitas tubuh, maka saringan udara pada 
> saluran pernapasan semakin ketat menyaring debu dan polusi udara untuk 
> digunakan dalam bernafas. Tapi tentu saja artikel ini kurang cukup memuaskan 
> untuk para pekerja dan penghuni ibukota, terutama pada orang yang tidak yakin 
> bahwa saluran pernapasannya cukup canggih melakukan penyesuaian tersebut.  
> Sebetulnya ada solusi yang lebih meyakinkan yang melibatkan tambahan alat 
> dengan teknologi sederhana, namanya MASKER. Masker ini biasanya dipakai 
> disekitar mulut dan hidung sehingga menyaring sebagian besar udara yang masuk 
> ke saluran pernapasan (karena ada sebagian kecil yang masuk lewat telinga, 
> mata dan rongga-rongga tubuh lainnya tokh). Ada masker yang biasa digunakan 
> pengendara motor (dikenal dengan nama "masker BH"), ataupun ada masker 
> industri yang menggunakan satu atau dua saringan (dikenal dengan nama "masker 
> moncong babi"). Harga masker ini berkisar antar Rp15.000 – Rp.60.000. Atau 
> mungkin mau mencoba implant penambahan bulu hidung?? Masalah polusi juga 
> tidak berhenti didaerah pernapasan, didaerah mata juga harus dilindungi 
> dengan kacamata yang cukup mumpuni. Ada beberapa kacamata industri yang cukup 
> aman dan murah untuk dapat digunakan, atau kalau mau gaya pake kacamata yang 
> dijual oleh abang-abang di pinggir jalan, toh yang penting mata kita tidak 
> terpapar oleh debu-debu jalanan (kayak lirik lagu jaman dulu yaa). Harganya 
> mulai Rp15.000 – Rp40.000. Kalau pengen yang mahal juga ada tuh merek Oakley, 
> tapi nanti malah belih mahal kacamatanya dibanding sepeda kesayangan.  Lalu 
> bagaimana dengan kulit kita yang juga terkena oleh debu dan polusi. Hhhhmmm, 
> sejak jaman kakek nenek kita sudah dikenalkan dengan yang namanya kaus 
> berlengan panjang. Panas?? Ya cari yang bahannya katun donk biar adem, gitu 
> aja kok repot. Nah kalo yang mau melibatkan sedikit teknologi ya pake kaos 
> jersey khusus bersepeda. Kaus ini nyaman dipakai dan mudah kering kalau 
> berkeringat. Harganya sekitar Rp80.000 sampai tak terhingga.  Paling banyak 
> adalah orang yang skeptis, dengan memberikan "tuduhan" bahwa orang bersepeda 
> di Jakarta itu aneh, nggak masuk akal atau yang ekstrim menggolongkannya ke 
> dalam orang-orang gila tidak punya pikiran maju. "Masak sudah tau polusi kok 
> naik sepeda, itu khan gila namanya?" Atas komentar ini saya hanya ingin balik 
> bertanya, lalu yang membuat polusi itu khan kita, bukankah lebih gila kalau 
> kita yang membuat polusi lalu kita yang juga berkeluh kesah? (itu khan sama 
> saja bertanya, "loh kok setelah saya menyalakan api dirumah saya, rumah saya 
> jadi terbakar ya?") Itu lebih aneh lagi bukan?  Nah, karena kita yang membuat 
> polusi maka KEWAJIBAN kita untuk mengurangi polusi. Apakah anda tahu: 
> bersepeda di kota yang udaranya berpolusi tubuh kita lebih sedikit terpapar 
> polusi dibandingkan dengan naik mobil? Udara yang ada dan berputar-putar di 
> dalam mobil (terutama yang menggunakan AC), akan membawa debu-debu dari 
> sepatu dan alas mobil berputar-putar di dalam mobil dan terhirup oleh 
> pengendara mobil dan penumpangnya.  2. Jarak dari rumah ke kantor jauh 
> sekali. Ini belum tentu jawaban orang males loh, karena biasanya memang 
> secara fakta jarak dari rumah ke kantor sangat jauh, apalagi perumahan para 
> pekerja ibukota adanya didaerah 'suburb' alias pinggiran ibukota Jakarta, 
> seperti bekasi, depok, bintaro, cibubur, yogya (walaahhh yang terakhir jauh 
> banget).  Kalau jarak tempuh rumah-kantor dibawah 20 km, biasanya memang 
> masih bisa dijalani dengan tingkat semangat rata-rata. Tetapi kalau sudah 
> diatas jarak tersebut, maka kita harus mempunyai tingkat semangat diatas 
> rata-rata untuk dapat mencapai kantor atau sebaliknya. Bagaimana cara 
> meningkatkan semangat agar bisa diatas rata-rata?  Bersepeda berkelompok. 
> Dengan berkelompok, maka tidak terasa telah menjalani jarak tempuh yang cukup 
> jauh, apalagi kalau ada cemilan ditengah-tengah perjalanan. Di B2W Jakarta, 
> ada beberapa rombongan yang bisa diikuti, rombongan bekasi (Robek), rombongan 
> depok (Rodek), rombongan bintaro (Robin), rombongan gado-gado (Rogad) – yang 
> ini isinya pesepeda dari berbagai wilayah di Jakarta, namanya juga gado-gado. 
>  Ada juga cara lain yang lumayan mahal, yaitu beli sepeda lipat. Nah 
> sepedanya memang harganya mahal, tapi kemampuannya melipat tidak diragukan 
> lagi. Bisa ditenteng naik kereta api ataupun bus. Begitu sampai di wilayah 
> dekat kantor, buka deh sepedanya, terus dituntun sampai ke kantor (biar nggak 
> rusak, soalnya mahal), heheheh.  Apakah anda tau: dengan bersepeda lebih dari 
> 20 menit akan membakar lemak-lemak di tubuh anda. Pembakaran lemak tubuh 
> dimulai ketika tubuh sudah mulai hangat, sehingga perlu waktu yang cukup 
> untuk membuat lemak tubuh menjadi terbakar. Ini khan berita gembira untuk 
> orang-orang yang kelebihan berat badan.  3. Berbahaya Bersepeda di Jakarta 
> Lebih cocok kalau kalimatnya "berbahaya bersepeda sambil baca koran di 
> Jakarta". Seperti halnya kendaraan-kendaraan lainnya, bersepeda sama 
> berbahayanya dengan naik motor ataupun mobil. Berkendara dengan ugal-ugalan 
> dengan sesama kendaraan bermotor jauh lebih berbahaya daripada berkendara 
> ugal-ugalan dengan sesama sepeda, lah wong kecepatannya aja gak sekenceng 
> montor mabur.  Jauh lebih penting adalah tingkah laku berkendara dan 
> penggunaan sarana keselamatan diri, misalnya kalau naik sepeda ya harus pake 
> helm, pake sarung tangan, kalau bisa dengan pelindung siku dan lutut. Untuk 
> orang-orang yang mempunyai ketakutan berlebihan dapat ditambahkan seat-belt 
> pada sadel sepedanya. Memang tidak mempunyai efek pengamanan banyak, tapi 
> paling tidak memberikan ketenangan batin, dan hal itu yang paling penting. 
> Apakah anda tahu: berkendara tanpa perlengkapan keamanan dengan mematuhi 
> peraturan lalu lintas lebih kecil resiko tertimpa kecelakaan daripada 
> berkendara dengan perlengkapan keamanan lengkap tetapi ugal-ugalan. Tetapi 
> lebih baik lagi khan kalau memakai perlengkapan keamanan dan mematuhi 
> peraturan lalu lintas ya boo…..  4. Naik sepeda repot Naik motor atau mobil 
> juga repot bahkan naik kendaraan umum juga repot. Baik dari sisi persiapan, 
> selama perjalanan maupun setelahnya. Tetapi kelebihan dari sepeda dibanding 
> kendaraan umum adalah sepeda adalah alat transportasi pribadi. Artinya, ya 
> terserah si pemilik, mau bawa tas pinggang, tas ransel atau koper sekalipun 
> (wah yang ini mah musti pake sepeda yang rada gede yaaa..) silahkan saja.  
> Toh sepeda sendiri, dengkul (baca: lutut) sendiri, tenaga sendiri, keringet 
> sendiri, kelaperan sendiri (hihihi…), semuanya harus dihitung dan dikira-kira 
> sendiri dan asyiknya semuanya juga serba pribadi. Memang kalo bersepeda 
> kekantor harus bawa ransel yang isinya beraneka kebutuhan, mulai dari make up 
> sehari-hari (untuk para wanita dan laki-laki metropolitan), peralatan mandi, 
> baju kerja sampai peralatan tambal ban sepeda.  Tapi kalau mau mengurangi 
> bobot bisa saja kok, misalnya yang namanya peralatan mandi dan make up, ya 
> disimpan saja di kantor, toh selama perjalanan khan nggak bisa mandi atau ber 
> makeup khan? Agar tidak terlalu berat di punggung, bobot tas ransel bisa 
> dikurangi atau malah dihilangkan dengan memasang boncengan (baca: rack) 
> tambahan plus tasnya. Nah mengayuhpun jadi lebih leluasa deh. Gitu aja kok 
> repot!  Apakah anda tahu: kerepotan setelah naik sepeda untuk bersiap-siap 
> kerja memakan waktu sekitar 10-20 menit. Sedangkan kemacetan di jalan 
> (apalagi sewaktu hujan) memakan waktu diatas 30 menit.  5.Lebih baik naik 
> sepeda motor Memang saingan terberat tuh sepeda motor. Sepeda motor ini 
> "hampir" sama simple-nya, sama rampingnya, serta sama mudah penggunaannya. 
> Kelebihannya naik motor, tidak berkeringat, sedangkan kalau naik sepeda ya 
> berkeringat (tapi bukannya ini kelebihannya sepeda??). Sebaliknya, 
> kelebihannya sepeda, tidak takut banjir karena khawatir mogok, sedangkan 
> kalau naik motor, tetap takut banjir, apalagi kalau sampai mogok, bisa-bisa 
> dapet nasi campur (campur dorong maksudnya).  Lalu apa sih yang bisa membuat 
> kita memilih sepeda dibanding sepeda motor? Mind set atas KEPEDULIAN TERHADAP 
> LINGKUNGAN DAN ANAK CUCU KITA. Ini yang membedakan antara orang yang 
> bertanggung jawab dan orang yang tidak perduli. At the end, semua ini khan 
> masalah cara berfikir, apakah anda orang yang berpikir jauh ke depan untuk 
> anak cucu kita, atau anda orang yang menjalani hidup apa adanya... You are 
> what you think you are!
>
>
> ------------------------------
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com
>
> ------------------------------
> Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru
> <http://sg.rd.yahoo.com/sg/messenger/maxwell/*http://id.messenger.yahoo.com/>Akhirnya
> datang juga
>
>
>
>
>
>
>
>
> >
>


-- 
IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext
bowie

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke