AC tidak bertentangan dengan alam meskipun ada dampak negatifnya, sedikit, sama dengan kandungan penyebab kanker pada beras. Tetapi kalau Suyoso memasang AC untuk kota Jakarta itu baru bertentangan dengan alam. Perkebunan besar manfaatnya dari pada hanma yang bisa dibasmi asal tidak menyebabkan banjir.
Hujan buatan hanya bisa dilakukan bila ada awan jenuh uap air di atas sono, uap air itu pasti akan jatuh berupa air hujan bisa di Jakarta, bisa di Cerebon, bisa di Semarang dan lain-lain tergantung arah dan kerasnya angin, antara lain. Di tempat2 itu berdasarkan pengalaman penduduk memanfaatkan air hujan untuk berbagai keperluan, di mana turun hujan itu yang dinamakan kodrat alam bahkan kehendak Tuhan, kalau percaya. Dengan hujan buatan hujan dipaksa turun sebelum waktunya di mana alam tidak menghendaki bisa juga turun di tempat lain karena di gumpalan awan ada awan turbulence yang arahnya ke mana2. Hujan yang dikehendaki turun di DAS sungai Citarum turunnya di DAS sungai Ciliwung. Siapa yang akan mengganti hujan yang seharusnya jatuh tetapi dirampok oleh BPPT di daerah lain? Saya pernah iseng2 mengusulkan kepada Team BPPT agar pada bulan September pada waktu sedang lagi kering2nya di Jawa tetapi banjir di Bangladesh bagaimana kalau memanen awan di sono rakyat Bangladesh senang, petani Jawa gembira, mereka cuma nyengir2 kuda. Ketika kami kedatangan tamu dari Iran yang mengeluh curah hujan di negeri mereka kecil, iseng2 juga saya perkenalkan hujan buatan, mereka juga nyengir2 kuda karena kata mereka sudah dicoba tahun 1930. Sampai sekarang kalo hujan Team BPPT tidak bisa memastikan apakah hujan sungguhan atau buatan, berapa mm akibat hujan buatan berapa hujan sungguhan. Begitulah semua proyek mestinya melalui study, layak tehnis, layak sosial dan lingkungan. Buang2 uang sazza begitu loh mas. rzain --- In [email protected], Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas rzain keberatan ya penerapan teknologi hujan buatan ?? Kalau nggak > salah krn Mas anggap anggap bertentangan dengan ketentuan alam ya.. > > > Sy pribadi tentu senang dengan usaha hujan buatan yang sejalan dengan saran > saya beberapa waku lalu di FPK.. tapi kaget betapa bertele telenya soal > pengadaan di Indonesia ini, shg urusan garam aja repot :( > > > > Saya tertraik membahas "melawan ketentuan alam ".. apa sih itu ?? > > > kalau mau ekstrim... maka smeua perkebunan ... juga bertentangan dengan > kodrat alam... > > masang AC rumah .. juga bertentangan.... , tapi kita anggap biasa aja kab ??? > > betul bhw akibat perkebunan luas.. ada gangguan keseimbangan alam.... > misalnya jadi ada hama.. > > betul .. gara gara... AC.. lingkungan ozon rusak.... > > tapi ada jalan keluarnya... kan..... tapi mana banyak antara manfaat dan > ruginya... > > Yang jelas... tanpa perkebunan luas.. mungkin kita termasuk pak rzain... > nggak bisa memenuhi kebutuhan makannya. > > mungkin di rumah pak rzain juga ada AC nya... lalu kenapa menolah suatu > teknologi dgn alasan bertentangan dgn alam ??? > > apalagi kalau selama ini.. sadar atau tidak... kita telah menerima suatu > teknologi yg juga bisa digugat sbg bertentagan itu... > > Salam > > Haniwar
